Efek Domino Final Piala Dunia 2026, Spanyol vs Argentina Ubah Peta Pemenang Ballon dOr
Endra Kurniawan July 17, 2026 06:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai efek domino diprediksi mewarnai hasil laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina di Stadion Metlife, Senin (20/7/2026) dinihari mendatang.

Salah satunya soal pemain yang berpotensi memenangkan Ballon dOr pada tahun ini.

Tak bisa dipungkiri, Ballon dOr masih menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi, khususnya bagi pemain di level individu.

Siapapun pemain yang berhasil memenangkan Ballon dOr, hal itu secara tidak langsung memvalidasi kehebatan pemain tersebut di masanya.

Menariknya laga, nama-nama pemain yang meraih Ballon dOr biasanya bakal dikenang dalam sejarah sepak bola, sekalipun sudah berganti era.

Hal itulah yang membuat penghargaan Balllon dOr terlihat sangat bergengsi dan punya nilai prestis yang sulit disamai penghargaan lainnya.

Menyinggung Piala Dunia 2026, pengaruh yang diciptakan oleh seorang pemain terhadap permainan timnya, memang menjadi salah satu hal yang layak diperbincangkan.

Sebagaimana pengaruh nyata Messi saat membawa Argentina melewati masa-masa kritis di fase gugur, untuk bisa lolos ke tahap final.

Baca juga: Final Piala Dunia 2026, Pintu Gerbang Lionel Messi Susul Legenda Jerman dan Brasil

Salah seorang Football Enthusiast, Gigih pun pernah mengatakan bahwa keberadaan Messi membuat Argentina sangat disegani tim lawan.

"Para pemain Argentina selalu percaya diri di atas lapangan, karena siapa pun lawan yang dihadapi, pemain terbaik yang ada di lapangan tersebut pasti Lionel Messi," kata Gigih dalam acara podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Pasti hal itu menjadi pembedanya," paparnya.

TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Jelang FIFA World Cup 2026, Coca Cola Indonesia menggelar acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola, dimana acara ini memberikan kesempatan istimewa bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk melihat langsung The Original FIFA World Cup™ Trophy berbahan emas 18 karat, sekaligus merasakan euforia olahraga paling digemari di dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Jelang FIFA World Cup 2026, Coca Cola Indonesia menggelar acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola, dimana acara ini memberikan kesempatan istimewa bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk melihat langsung The Original FIFA World Cup™ Trophy berbahan emas 18 karat, sekaligus merasakan euforia olahraga paling digemari di dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dilansir The Athletic, awalnya persaingan pemenang Ballon dOr hanya terpaku pada beberapa nama pemain saja.

Lebih spesifik lagi ialah pemain yang tampil konsisten dan gemilang bersama klubnya masing-masing pada musim 2025/2026.

Nama seperti Ousmane Dembele dan Vitinha yang mampu membawa PSG mempertahankan gelar Liga Champions, menjadi contohnya.

Ada pula nama lain seperti Harry Kane dan Michael Olise yang tampil luar biasa bersama Bayern Munchen di level klub.

Kylian Mbappe (Real Madrid), Lamine Yamal (Barcelona), David Raya (Arsenal) hingga Declan Rice (Arsenal) juga menjadi kandidat kuat pemenang Ballon dOr 2026.

Hanya saja, peta persaingan pemenang penghargaan tersebut tampaknya akan bergeser, karena Piala Dunia 2026.

Pengaruh luar biasa Messi yang membuat Argentina bisa kembali ke final Piala Dunia 2026, menjadi alasannya.

Messi yang awalnya tidak berada di momen pembicaraan kandidat pemenang Ballon dOr tahun ini, seakan mendadak masuk ke ranah tersebut.

Bersaing dengan pemain seperti Lamine Yamal, Ousmane Dembele, Vitinha, Harry Kane hingga Kylian Mbappe, Messi seakan ingin mengejutkan dunia lagi bahwa di usianya yang sudah memasuki 39 tahun, La Pulga masih bisa bersaing elit memperebutkan penghargaan tersebut.

Fakta bahwa Messi tidak berkarier di sepak bola Eropa, tentu kian menciptakan kejutan, jika ia kembali dinobatkan sebagai pemenang utama Ballon dOr tahun ini.

Adapun statistik Messi di level klub bersama Inter Miami pada musim ini, La Pulga sudah mencetak 13 gol dan 7 assist dari 16 laga.

Statistik tersebut tentu berpotensi menjadi nilai tambah bagi Messi untuk bersaing di nominasi pemenang Ballon dOr tahun ini.

Baca juga: Pandangan Lionel Messi soal Kekuatan Spanyol Jelang Final Piala Dunia 2026

Kesaktian Status Pemenang Piala Dunia, Lionel Messi Contohnya

Tak bisa dipungkiri, turnamen sekelas Piala Dunia tak jarang punya pengaruh luar biasa, terhadap sosok pemain yang bakal menjadi kandidat pemenang Ballon dOr.

Contoh paling sederhana ialah Lionel Messi.

Meskipun pada tahun 2022 lalu, Messi gagal membawa PSG mengakhiri kutukan tidak pernah mampu memenangkan Liga Champions.

Nyatanya, Messi tampil luar biasa dengan membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia pada tahun tersebut, dengan mengalahkan Prancis lewat drama adu penalti di final.

Keberhasilan Messi membawa Argentina menjadi juara di Piala Dunia 2022, seketika membuat nama La Pulga masuk jajaran pemain yang berpeluang memenangkan Ballon dOr pada tahun tersebut.

Benar saja, Messi dinobatkan sebagai pemenang Ballon dOr 2022, mengalahkan Erling Haaland yang pada musim yang sama mampu membawa Manchester City meraih treble winners bersejarah pada musim debutnya.

PIALA DUNIA – Eks pemain PSM Makassar Hasim Kipuw memakai jersey Argentina. Hasim Kipuw jagokan Argentina di Piala Dunia 2026.
PIALA DUNIA – Eks pemain PSM Makassar Hasim Kipuw memakai jersey Argentina. Hasim Kipuw jagokan Argentina di Piala Dunia 2026. (Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar)

Pro kontra pun sempat mewarnai momen di mana Messi dinisbatkan sebagai pemenang Ballon dOr kedelapan.

Terlepas dari berbagai pro-kontra yang mewarnai momen tersebut, Messi sebenarnya juga cukup layak dinobatkan sebagai pemenang.

Hal itu dibuktikan dengan statistik elit yang ditorehkan Messi, baik di level timnas maupun klub.

Di level timnas, Messi mampu mencetak 7 gol dan 3 assist yang membantu Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022, sekaligus membuat dirinya dianugerahi status sebagai pemain terbaik turnamen.

Sementara itu, capaian Messi di level klub ialah mencetak 21 gol dan 20 assist dari 41 penampilan bersama PSG di semua kompetisi.

Berkat statistik tersebut, PSG turut membawa dua pulang gelar pada tahun 2022, yakni juara Liga Prancis dan Piala Liga Prancis.

Berkaca dari napak tilas tersebut, pengaruh status pemenang Piala Dunia memang berpotensi mengubah arah pemenang Ballon dOr.

Siapapun tim yang memenangkan laga final Piala Dunia 2026, entah Spanyol atau Argentina, punya potensi membuat salah satu pemain kuncinya menjadi kandidat kuat pemenang Ballon dOr tahun ini.

Di pihak Spanyol, nama Lamine Yamal jelas menjadi salah satu kandidat terkuat, jika Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.

Disisi lain, Lionel Messi yang sudah berusia 39 tahun juga berpotensi menjadi kandidat utama pemenangnya, jika Argentina bisa mempertahankan gelar di Piala Dunia edisi kali ini.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.