Hari Keempat Kebakaran Hutan Tahura R Soerjo Mojokerto, Tersisa 2 Titik Api
Eko Darmoko July 17, 2026 08:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MOJOKERTO - Kebakaran hutan di gugusan Gunung Biru kawasan RKW 06 Mojokerto Barat Hutan Taman Raya (Raya) Tahura R Soerjo, di Desa Gumeng dan Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, mulai berangsur padam memasuki hari keempat, Jumat (17/7/2026).

Dari lima hotspot, kini tersisa dua lokasi kebakaran hutan yang hingga saat ini petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman.

Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas mengkonfirmasi, berdasarkan pantauan di lokasi sore ini, kabut asap akibat kebakaran hutan mulai berangsur berkurang seiring masifnya pemadaman.

"Dari lima hotspot saat ini tersisa dua hotspot, tapi posisinya bergeser tepatnya di wilayah Desa Begaganlimo, Gondang, Kabupaten Mojokerto," ujar Agustiningtyas, Jumat (17/7).

Menurutnya, kelima Hotspot yang terpampang pada peta jalur pemadaman dan rencana pantauan telah padam, namun muncul titik api baru di wilayah sekitarnya.

Pemadaman dilakukan secara manual dengan Gepyok (Ranting pohon basah), dan metode sekat untuk memutus jalur api mencegah kebakaran semakin meluas.

Baca juga: Lokasi Kebakaran Hutan di Tahura R Soerjo Mojokerto Sulit Dijangkau, Proses Pemadaman Terhambat

"Kelima hotspot yang kemarin sudah beda lagi dan sudah padam. Sekarang Hotspot posisinya di Begaganlimo, dua titik (Karhutla)," jelasnya.

Pemadaman Lewat Resort Kota Batu di Jalur Sumber Brantas

Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas menjelaskan, pemadaman dilakukan dari Puncak Cendono, Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Pacet, Kabupaten Mojokerto dan via Sumber Brantas, Kota Batu.

Dari jalur Sumber Brantas ini, tim pemadam berhasil mencapai lokasi untuk memadamkan api yang membakar ilalang kering.

Sebagian hotspot di lereng terjal menuju ke bawah sungai kondisinya juga sudah padam.

"Sebagian dipadamkan, untuk bagian tebing bawah padam sendiri. Tim 1 dan Tim 2 sudah turun kembali ke pos pemantauan, upaya pemadaman masih terus dilakukan," terangnya.

Ia menambahkan, langkah selanjutnya petugas menggunakan Drone untuk memastikan bara api sudah padam di 5 Hotspot tersebut.

Sekaligus, antisipasi potensi kebakaran hutan susulan mengingat kondisi cuaca terik bersamaan puncak musim kemarau.

Di sisi lain, titik api disinyalir adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan konservasi R Soerjo. Pihaknya juga mengimbau masyarakat turut menjaga kawasan hutan lindung.

"Kita tingkatkan pengamanan khususnya di jalur masuk perbatasan, teman-teman melakukan patroli malam," pungkas Agustiningtyas.

Baca juga: Ribuan Wisatawan Mendaki Bukit Cendono Mojokerto saat Musim Liburan Sekolah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.