TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Jalan rusak di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang sudah sering memicu kecelakaan lalu lintas bagi pengendara yang melintas akibat tak kunjung diperbaiki.
Informasi yang dihimpun TribunPadang.com di lapangan, terdapat tiga titik jalan rusak di kawasan Komplek PJKA.
Mulai dari Jalan Minangkabau, Jalan Jawa, Jalan Sunda yang menjadi akses alternatif menuju SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang.
Menurut keterangan warga, Asnimar, mengatakan bahwa jalan rusak sering memicu kecelakaan.
Baca juga: Penyampaian KUA-PPAS APBD Kota Padang 2027 Dimulai, Target Pendapatan Capai Rp2,6 Triliun
Jalan Sunda yang rusak, berada tepat di depan warung milik Asnimar. Saat hujan turun, air langsung mengenang dan pengendara tak menyadari hal tersebut.
"Kecelakaan sering terjadi sini, minggu kemarin ada perempuan yang jatuh, karena tidak tahu jalan berlubang, karena air menutup lubang saat hujan turun," sebutnya, Jumat (17/7/2026).
Kemudian pada bulan lalu, Asniwar juga menyaksikan kecelakaan akibat kendaraan yang terperosok ke dalam lubang jalan rusak.
Menurut dia, pengendara yang sering kecelakaan bukan berasal dari daerahnya, melainkan dari tempat lain.
"Mereka kan tidak tahu, kalau warga di sini tentu berhati-hati. Tapi kita kasihan juga, kadang sudah ditimbun pakai tanah, namun saat hujan turun kembali berlubang," tuturnya.
Baca juga: Jalan di Sawahan Timur Rusak Menahun, Ketua RT: Diajukan Setiap Musrenbang, Belum Ada Perbaikan
Senada, Ketua RT 01 setempat bernama Nusirwan juga mengaku jalan rusak memicu kecelakaan terhadap pengendara yang melintas.
Ketidaktahuan mengenai titik jalan rusak, terkhusus saat air mengenang sehabis hujan, membuat pengendara terjatuh dan luka-luka.
"Benar ada yang jatuh karena jalan rusak ini, lubangnya cukup besar. Sekarang sudah ditimbun warga pakai puing bangunan," tuturnya.
Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan rusak di daerahnya agar tidak menimbulkan korban pada masa mendatang.
Terutama jalan yang rusak merupakan akses langsung ke fasilitas publik, seperti SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang.
"Ini memang jalan alternatif, tapi dilihat dari pengendara yang melintas, hampir seperti jalan utama. Apalagi kalau macet lewat Jati, jadi banyak orang lewat di sini," tutupnya.
Kondisi jalan rusak dan berlubang di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang tidak hanya terjadi di satu titik. Selain Jalan Sunda yang dikeluhkan warga, kerusakan serupa juga terdapat di beberapa lokasi lain, seperti Jalan Jawa dan Jalan Minangkabau.
Hal itu disampaikan oleh Ketua RT 01, RW 03 Komplek PKA bernama Nusirwan saat ditemui TribunPadang.com di kediamannya pada Jumat (17/7/2026).
Ia menyebut, terdapat tiga titik jalan rusak yang sudah terjadi beberapa tahun di daerahnya, namun tak kunjung diperbaiki.
"Total ada tiga jalan rusak ini, Jalan Sunda, Jalan Jawa dan Jalan Minangkabau. Di sini merupakan akses alternatif ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang," sebutnya.
Baca juga: DPRD dan Pemko Padang Sepakati Perubahan APBD 2026, Ini Fokus Anggarannya
Ia mengaku, sudah menyampaikan perihal jalan rusak di setiap Musrenbang kepada pihak terkait. Akan tetapi, belum ada kejelasan.
Namun, salah satu jalan ucap Nusirwan akan diperbaiki oleh Dinas PUPR pada Agustus 2026 mendatang.
"Kalau informasinya, Agustus 2026 nanti, Jalan Minangkabau di depan rumah saya ini akan diperbaiki," tuturnya.
Menurut keterangan Nusirwan, jalan rusak di daerahnya mulai dari lima hingga delapan tahun.
Untuk Jalan Jawa dan Sunda sudah rusak selama lima tahun, akses jalan ini mengarah langsung ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang.
Sedangkan Jalan Minangkabau memang tidak memiliki akses langsung ke kedua fasilitas publik tersebut.
"Jalan di depan rumah saya ini sudah delapan tahun rusak, mungkin belum diperbaiki karena keterbatasan anggaran dan tidak terlalu vital, karena mengarah ke perumahan warga saja," terangnya.
Baca juga: Semen Padang FC Umumkan Lazar Zlicic, Gelandang Asal Serbia Jadi Rekrutan Asing Kedua
Sembari menunggu bantuan pemerintah untuk memperbaiki jalan, Nusirwan sudah mengajak warga setempat untuk bergotong royong untuk menambal kerusakan.
Pada tahun 2025 lalu, donasi dikumpulkan secara secara sukarela dan memanfaatkan bahan-bahan seadanya dari masyarakat.
"Kalau ada pasir dan kerikil masyarakat yang berlebih kita tambal ke jalan. Untuk semennya, diminta sumbangan ke Suzuya, tahun lalu dapat tiga sak, itu yang kita gunakan," sebutnya.
Akan tetapi, upaya perbaikan ban dengan bahan seadanya tak berlangsung lama. Pada tahun 2026 kembali rusak.
Pasalnya, bahan pasir, kerikil dan semen tak terlalu kuat dibandingkan aspal ucap Nusriwan.
"Memang tidak kuat, tetapi bisa untuk sementara. Minggu lalu, juga ada pencari barang bekas yang berinisiatif sendiri menambal dengan puing bangun, itulah upaya yang dapat kita lakukan," tambahnya.
Baca juga: Kapolda Sumbar Ancam PTDH Anggota Polisi yang Terlibat Narkoba: Saya Tegaskan kepada Seluruh Jajaran
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan jalan rusak menuju fasilitas publik di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan pukul 10.19 WIB, terdapat jalan rusak dengan panjang sekira tiga meter, atau mencapai sekitar enam langkah orang dewasa.
Jalan rusak tersebut beragam, mulai dari berlubang, tidak rata dan beberapa lainnya sudah ditimbun menggunakan pecahan material bangunan.
Lokasi tepatnya, berada tiga ratus meter saat masuk dari sebuah persimpangan di samping Suzuya Stasiun Padang, Simpang Haru menuju SMPN 5 Padang dan RSUP M Djamil.
Kurang lebih, jalan rusak berada di samping Masjid Al-Hidayah, Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur.
Baca juga: Polda Sumbar Periksa 12 Saksi Kasus Bom Rakitan MAN 3 Padang, Keterangan Pelaku Terus Didalami
Jalan ini sering dimanfaatkan warga atau pengendara sebagai alternatif menuju fasilitas publik tersebut.
Perihal jalan rusak, saat kendaraan melintas terdengar bunyi dentuman keras, yang dapat mengagetkan masyarakat sekitar.
Hal inilah yang dikeluhkan masyarakat, salah satunya bernama Asnimar. Ia mengaku resah dengan bunyi keras yang dihasilkan kendaraan saat melintasi jalan di depan warungnya.
"Sangat-sangat terganggu, bagaimana tidak, kendaraan sering dengan kecepatan tinggi melintas di sini, bunyinya keras, daya sering kaget dan resah," ucapnya di lokasi.
Bahkan ia sering kali menegur pengendara yang mengemudi dengan kecepatan tinggi, sebab titik jalan rusak persis di depan warungnya.
Terlebih, material reruntuhan bangunan yang dijadikan timbunan jalan berlubang, sering terpental akibat kendaraan.
Baca juga: Pemprov Sumbar Rehabilitasi Anak Berhadapan Hukum Kasus Bom Rakitan MAN 3 Padang
"Ini kan sudah ditimbun, sebelumnya berlubang. Tapi sudah ditimbun, kendaraan selalu kencang melewatinya, jadinya reruntuhan bangunan sebagai timbunan sering mengenai warung saja," tuturnya.
Senada, warga lainnya bernama Elinar juga menyebut bahwa jalan rusak cukup menganggu aktivitas.
Bunyi dentuman keras yang dihasilkan kendaraan, selalu menghantui mereka setiap harinya.
"Iya, bunyi keras kalau kendaraan lewat, karena kondisi jalan rusak, mereka tidak mau pelan-pelan," ujarnya.
Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut agar tidak meresahkan warga setempat maupun pengendara yang melintas.
Dengan diperbaikinya jalan tersebut, akses ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang dapat berjalan lancar.
"Harapan saya tentu segera diperbaiki, jadi akses ke sekolah atau rumah sakit kan tidak terganggu. Selain itu, kita juga tidak akan mendengar suara keras lagi," tutupnya. (*)