TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi era kendaraan listrik mulai menyasar sekolah kejuruan. PT PLN melalui Program Kemilau PLN menggelar pelatihan konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik bagi puluhan siswa SMK Bhineka Tunggal Ika, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Kamis (16/7/2026).
Sebanyak 62 siswa mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Tidak hanya menerima materi teori, para peserta juga terlibat langsung dalam praktik mengonversi sepeda motor konvensional menjadi kendaraan listrik dengan pendampingan teknis dari tim PLN.
Sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembelajaran, PLN turut menyerahkan lima unit sepeda motor yang akan dijadikan media praktik bagi para siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sarana pembelajaran di sekolah sehingga kemampuan siswa terus berkembang seiring pesatnya teknologi kendaraan listrik.
Hadir dalam kegiatan tersebut General Manager PT PLN, Zaky Adikta; Sekretaris Camat Belitang II, Made Sukrawan, S.Kom mewakili Camat Belitang II; Pendamping Program Kemilau PLN, Ardiansyah; Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Likuwanyu.
Lalu Ketua MKKS OKU Timur, Drs. Ribut Sitiyadi; Perwakilan Tim TJSL PLN UIP Sumbagsel, Rudiyansyah; PS Kanit Binmas Polsek Belitang II, Aiptu Eko Budi S. mewakili Kapolsek Belitang II; Kopda Supriyono mewakili Danramil; Kepala SMK Bhineka Tunggal Ika, H. Sumar, S.Pd., M.M., beserta dewan guru.
General Manager PT PLN, Zaky Adikta, mengatakan Program Kemilau PLN merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transisi energi nasional sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang kendaraan listrik.
Menurutnya, perkembangan industri otomotif saat ini bergerak menuju penggunaan energi yang lebih bersih sehingga dunia pendidikan perlu ikut beradaptasi dengan kebutuhan tersebut. Karena itu, PLN tidak hanya menghadirkan bantuan peralatan, tetapi juga memberikan pelatihan berbasis praktik agar para siswa memiliki pengalaman langsung.
"Kami ingin siswa SMK tidak hanya memahami konsep kendaraan listrik, tetapi benar-benar menguasai keterampilan konversinya. Kompetensi seperti ini akan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja, karena kebutuhan tenaga terampil di sektor kendaraan listrik akan terus meningkat," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi salah satu kunci mencetak lulusan yang siap menghadapi perubahan teknologi sekaligus mendukung target pemerintah dalam mempercepat penggunaan energi ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala SMK Bhineka Tunggal Ika, H. Sumar, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PLN yang memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan Program Kemilau PLN.
Menurutnya, kesempatan tersebut memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran siswa karena mereka memperoleh pengalaman yang belum tentu didapatkan melalui pembelajaran di kelas.
"Bagi sekolah kejuruan, praktik adalah bagian terpenting dalam membangun kompetensi. Dengan adanya pelatihan ini, siswa dapat mengenal teknologi terbaru sekaligus mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kualitas lulusan semakin meningkat," katanya.
Ia berharap fasilitas yang diberikan PLN dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media pembelajaran jangka panjang sehingga kemampuan siswa terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi otomotif.
Di sisi lain, PS Kanit Binmas Polsek Belitang II, Aiptu Eko Budi S., yang hadir mewakili Kapolsek Belitang II, menyatakan dukungan Polri terhadap kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan pengembangan keterampilan generasi muda.
Menurutnya, pembinaan terhadap pelajar tidak hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan, tetapi juga dengan mendorong kegiatan edukatif yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
"Kami mengapresiasi kegiatan yang membekali pelajar dengan keterampilan yang bermanfaat. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan seperti ini juga menumbuhkan semangat berinovasi serta kepedulian terhadap penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Kami berharap kegiatan serupa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ungkapnya.