Aming Ceritakan Alasan Rumah Singgah Jadi Film Paling Personal dalam Kariernya
Christine Tesalonika July 17, 2026 11:35 PM

Grid.ID - Aktor sekaligus komedian Aming mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film Rumah Singgah menjadi salah satu pengalaman paling emosional sepanjang perjalanan kariernya. Memerankan karakter Mang Didu, Aming mengaku film ini memiliki makna yang sangat personal, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga seluruh pemain dan kru yang terlibat dalam proses pembuatannya.

Menurut Aming, Rumah Singgah bukan sekadar menghadirkan kisah tentang perjuangan melawan kanker. Di balik setiap adegan, terdapat pengalaman-pengalaman nyata yang dibagikan para pemain dan kru selama proses pengembangan karakter hingga syuting berlangsung.

"Makasih juga buat Bapak Sutradara Mas Sunu untuk mempercayakan karakter Mang Didu gitu kan di film Rumah Singgah ini. To be honest, film ini tuh emang very very personal buat kita semua ya orang-orang yang terlibat di sini," ungkap Aming di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Jumat (17/7/2026).

Aming menceritakan bahwa sejak tahap awal produksi, seluruh pemain diajak untuk saling berbagi pengalaman hidup. Momen-momen seperti reading, workshop, hingga diskusi pengembangan karakter menjadi ruang bagi mereka untuk membuka cerita mengenai orang-orang terdekat yang pernah berjuang melawan kanker.

Dari sanalah para pemain menyadari bahwa hampir setiap orang yang terlibat dalam film memiliki pengalaman serupa.

"Sedikit banyak pada saat kita guyub ngobrol waktu develop karakter, waktu reading, waktu workshop, kita sering bertukar cerita pengalaman. Ternyata emang masing-masing dari kita tuh emang punya apa ya, bersinggungan dan punya pengalaman tentang orang-orang terdekat yang kena kanker gitu kan," kata Aming.

Karena begitu dekat dengan pengalaman pribadi para pemain, proses syuting Rumah Singgah pun dipenuhi emosi yang naik turun. Aming menggambarkan suasana di lokasi syuting seperti perjalanan roller coaster yang penuh dengan kesedihan, harapan, dan kekuatan.

"Dan ini bener-bener such a broken heart gitu ya pada saat syutingnya pun perasaan kita tuh bener-bener kayak roller coaster gitu ups and downs," katanya.

Menurut Aming, salah satu kekuatan utama Rumah Singgah adalah kedekatannya dengan realitas. Banyak emosi yang muncul dalam film berasal dari pengalaman nyata para pemain maupun kru yang pernah mendampingi sahabat atau anggota keluarga menjalani pengobatan hingga akhir hayat.

"Karena sedikit banyak kita memasukkan pengalaman-pengalaman yang dialami oleh sahabat-sahabat kita yang terkena kanker kan yang akhirnya mereka berjuang sampai akhir hayatnya ya," tutur Aming.

Dalam kesempatan tersebut, Aming juga menyampaikan pesan yang menurutnya menjadi inti dari film Rumah Singgah. Ia menyoroti kenyataan bahwa masih banyak orang yang harus kehilangan nyawa akibat kanker dalam usia yang belum seharusnya.

Meski mengangkat tema yang berat, Aming menegaskan bahwa film ini tidak hanya berfokus pada kesedihan. Sebaliknya, Rumah Singgah justru mengajarkan pentingnya mempertahankan harapan dan optimisme meski berada dalam situasi yang sangat sulit.

"Intinya many people gone too soon because of cancer dan film ini merupakan sebuah apa ya sebuah film yang mengajarkan kita tentang gimana tetap menjaga optimisme kita even though kita berada dalam situasi yang sulit gitu kan, how to against all odds gitu kan," katanya.

Bagi Aming, salah satu hal yang membuat Rumah Singgah berbeda adalah cara film ini memandang perjuangan para penyintas kanker. Alih-alih hanya menampilkan penderitaan, cerita juga memberikan ruang bagi harapan, mimpi, dan semangat untuk terus menjalani hidup.

Ia menilai film ini merupakan bentuk perayaan terhadap kehidupan, betapa berharganya setiap momen bersama orang-orang tercinta, serta pentingnya tetap memiliki mimpi meskipun dihadapkan pada cobaan besar.

"Terus semenjak film ini tuh kayak bagaimana film ini merayakan tentang hidup, mimpi, harapan dengan cara-cara yang optimis dan malah makin bikin sedih ya, makin kayak 'wah gila sih'," ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Aming berharap Rumah Singgah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia meyakini film ini bukan hanya menjadi tontonan yang menguras emosi, tetapi juga membawa pesan tentang arti perjuangan, persahabatan, dan menghargai kehidupan.

"Sebuah film yang patut dirayakan untuk kita semua, bagaimana indahnya perjuangan untuk mencapai sebuah mimpi yang masing-masing kita harapkan," kata Aming.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.