TRIBUNNEWS.COM, GAZA – Delapan warga Palestina tewas dan sedikitnya 20 orang lainnya terluka dalam serangan militer Israel yang menyasar warga yang tengah menghadiri upacara pemakaman di Kamp Pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Jumat (17/7/2026).
Serangan terjadi ketika warga berkumpul di depan Rumah Sakit Awda untuk memberikan penghormatan terakhir kepada seorang warga Palestina yang sebelumnya tewas dalam serangan.
Sumber setempat menyebut sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis sehingga jumlah korban meninggal masih berpotensi bertambah.
Insiden tersebut menambah daftar korban sipil di Gaza di tengah situasi gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Meski kesepakatan penghentian pertempuran telah diberlakukan, laporan dari sumber Palestina menyebut serangan masih terjadi di sejumlah wilayah.
Selain di Nuseirat, serangan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Jalur Gaza pada hari yang sama.
Baca juga: Masjid Al-Aqsa Diserbu Lagi, Israel Makin Menekan Warga Palestina di Yerusalem
Sebuah drone Israel dilaporkan menghantam sebuah apartemen di Jalan Yarmouk, Kota Gaza, yang menewaskan seorang warga Palestina bernama Muhammad Tayseer Ubaid dan melukai enam warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Di wilayah Khan Yunis, Gaza selatan, seorang perempuan Palestina bernama Emani Ibrahim Abu Jazer (49) dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel.
Sementara itu, serangan terhadap lokasi pengungsian di kawasan Sawarha, sebelah barat Kamp Pengungsi Nuseirat, menyebabkan satu orang tewas dan tiga lainnya terluka.
Korban juga dilaporkan jatuh akibat serangan di sejumlah wilayah lain, termasuk Beit Lahiya di Gaza utara dan Deir al-Balah di Gaza tengah.
Serangan tersebut menyasar area permukiman, lokasi pengungsian, hingga tempat berkumpulnya warga sipil.
Menurut sumber rumah sakit di Gaza, sedikitnya 14 warga Palestina tewas dan 37 lainnya terluka akibat rangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Gaza sejak Jumat pagi.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak konflik meningkat pada Oktober 2023 telah mencapai 73.250 jiwa.
Adapun jumlah korban luka tercatat sebanyak 173.751 orang.
Otoritas kesehatan juga menyebut masih banyak jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan karena keterbatasan peralatan dan sulitnya akses evakuasi.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.127 orang kembali kehilangan nyawa akibat serangan, sementara 3.643 lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, ratusan jenazah dilaporkan ditemukan dari bawah reruntuhan bangunan.
Konflik berkepanjangan di Gaza telah menimbulkan krisis kemanusiaan besar, dengan warga sipil menjadi kelompok yang paling terdampak akibat rangkaian serangan, kerusakan infrastruktur, dan terbatasnya akses bantuan. (Anadolu)