Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyerahkan dua unit traktor roda empat bantuan Kementerian Pertanian kepada dua kelompok tani di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Jumat (17/7/2026).
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di tingkat desa.
Penyerahan bantuan dilakukan di Desa Lawalutolus dan disaksikan masyarakat, aparat desa, serta perwakilan kelompok tani penerima manfaat yakni kelompok Sinar Lalosuk dan kelompok Langka Bersama.
Baca juga: Pemkab Belu Proyeksi Pendapatan Daerah Rp 824,5 Miliar pada 2027
Turut hadir dalam acara tersebut, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis PUPR, Sekretaris Sosial dan PMD, Staf ahli Bupati, Camat Tasifeto Barat serta tokoh masyarakat.
Penjabat Kepala Desa Lawalutolus, Petrus Manek, S.Tr.P., mengatakan dua unit traktor tersebut merupakan hasil usulan yang diajukan Pemerintah Desa kepada Kementerian Pertanian sejak tahun anggaran 2025.
Ia menjelaskan, saat menempuh tugas belajar di Malang, dirinya tidak hanya fokus menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membangun jaringan dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, guna membuka peluang bantuan bagi masyarakat desa.
"Potensi terbesar di desa kami adalah sektor pertanian. Karena itu kami mengusulkan bantuan alat mesin pertanian agar pengolahan lahan semakin mudah dan program ketahanan pangan dapat benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Petrus menjelaskan, bantuan traktor secara administrasi disalurkan melalui kelompok tani yang telah terdaftar dalam sistem Kementerian Pertanian. Namun, pemanfaatannya akan diatur agar dapat digunakan oleh seluruh petani di Desa Lawalutolus.
"Untuk menjamin pengelolaan yang baik, Pemerintah Desa berencana membentuk Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA). Melalui unit tersebut, operasional, pemeliharaan, hingga penggunaan traktor akan dikelola secara transparan sehingga biaya perawatan, bahan bakar, penggantian oli, dan honor operator dapat dipenuhi secara berkelanjutan," bebernya.
Sementara itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, mengapresiasi semangat Pemerintah Desa Lawalutolus dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
"Saya melihat semangat Penjabat Kepala Desa bersama seluruh stafnya luar biasa. Kalau semua desa memiliki semangat seperti Desa Lawalutolus, saya yakin pembangunan desa akan semakin maju," kata Willybrodus.
Ia menegaskan, meski bantuan tersebut diberikan atas nama dua kelompok tani, manfaatnya harus dirasakan seluruh masyarakat Desa Lawalutolus.
"Dua traktor ini bukan hanya milik sekelompok orang, tetapi untuk seluruh kelompok tani yang ada di Desa Lawalutolus. Saya harap traktor ini dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat desa, jangan digunakan di wilayah lain," tegasnya.
Bupati juga meminta masyarakat menjaga dan merawat aset tersebut dengan baik. Menurutnya, diperlukan kesepakatan mengenai iuran penggunaan traktor agar tersedia dana operasional untuk perawatan, penggantian suku cadang, oli, bahan bakar, maupun biaya operator.
"Kalau digunakan, harus ada iuran sehingga ketika traktor rusak sudah ada dana untuk memperbaikinya. Ini aset masyarakat, jadi harus dijaga bersama," ujarnya.
Selain itu, Willybrodus mendorong masyarakat terus mengembangkan usaha pertanian dengan memperluas lahan produktif yang dimiliki.
"Jangan berhenti dengan lahan yang ada sekarang. Kalau memungkinkan, setiap generasi harus mampu memperluas lahan pertaniannya. Tanah yang masih kosong harus dimanfaatkan agar memiliki nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (gus)