Barang yang Paling Laris Diburu di Kopdes Merah Putih Ternyata Bukan Sembako, Tembus Rp56,8 Miliar
jonisetiawan July 18, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menunjukkan geliat aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Setelah beberapa bulan berjalan, nilai transaksi yang tercatat melalui jaringan koperasi terus bertambah dan kini telah menembus puluhan miliar rupiah.

Menariknya, komoditas yang paling banyak diburu masyarakat bukanlah sembako, melainkan pupuk bersubsidi. Hal ini memperlihatkan bahwa koperasi tidak hanya menjadi tempat berbelanja kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mulai berperan sebagai penopang aktivitas sektor pertanian di tingkat desa.

Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat pembangunan gerai koperasi di seluruh Indonesia agar jaringan distribusi berbagai barang bersubsidi semakin luas dan mudah dijangkau masyarakat.

Baca juga: Bansos Tak Lagi Sekadar Diterima, Kemensos Minta Uang Bantuan Dibelanjakan di Kopdes Merah Putih

Transaksi KDKMP Capai Rp56,8 Miliar

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang diakses pada Jumat pukul 15.30 WIB, total transaksi KDKMP sepanjang 2026 telah mencapai Rp56,8 miliar.

Selama periode tersebut tercatat 54.316 transaksi yang dilakukan melalui jaringan koperasi di berbagai daerah.

Angka tersebut menjadi indikator awal bahwa aktivitas ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai bergerak dan dimanfaatkan masyarakat.

Pupuk Jadi Komoditas Terlaris

Dari seluruh transaksi yang tercatat, pupuk menjadi produk dengan nilai penjualan terbesar.

Komoditas yang menduduki peringkat pertama adalah Pupuk NPK Phonska, dengan nilai transaksi mencapai Rp15,09 miliar dan volume transaksi sekitar 8,17 juta.

Posisi kedua ditempati Pupuk Urea N 46 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp11,27 miliar dari volume transaksi sekitar 6,20 juta.

Dominasi pupuk menunjukkan besarnya kebutuhan petani terhadap sarana produksi pertanian yang kini mulai disalurkan melalui jaringan koperasi.

Ilustrasi minyak goreng.
Ilustrasi minyak goreng. Transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sepanjang 2026 telah mencapai Rp56,8 miliar berdasarkan data Simkopdes, dengan total 54.316 transaksi, menunjukkan aktivitas ekonomi koperasi mulai berkembang di berbagai daerah. (via setkab.go.id)

Beras, Minyak Goreng hingga LPG Ikut Mendominasi

Selain pupuk, sejumlah kebutuhan pokok juga menjadi komoditas yang paling banyak diperdagangkan melalui KDKMP.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Minyak goreng Bimoli 2 liter senilai Rp3,63 miliar.
  • Beras medium SPHP kemasan 5 kilogram sebesar Rp2,49 miliar.
  • Beras dengan berbagai jenis senilai Rp1,14 miliar.
  • LPG 3 kilogram senilai Rp486 juta.
  • Gula kemasan 1 kilogram sebesar Rp284,78 juta.

Data tersebut memperlihatkan bahwa koperasi mulai berkembang menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Baca juga: Ini Bocoran Skema Penempatan 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih, Agustus 2026 Diterjunkan Serentak

Pemerintah Siapkan Aturan Distribusi Barang Subsidi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah akan memperkuat posisi KDKMP sebagai pusat distribusi berbagai barang bersubsidi.

Menurut Ferry, keputusan tersebut telah dibahas dalam rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Ke depan, berbagai komoditas subsidi seperti LPG 3 kilogram, pupuk, minyak goreng, hingga beras akan disalurkan melalui jaringan KDKMP.

"Insyaallah dalam waktu dekat akan dikeluarkan Peraturan Presiden untuk mengatur distribusi barang-barang bersubsidi," kata Ferry.

Dengan kebijakan tersebut, koperasi diharapkan menjadi simpul utama distribusi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat perekonomian desa.

Puluhan Ribu Koperasi Telah Terbentuk

Berdasarkan data Simkopdes, hingga pertengahan Juli 2026 telah terbentuk 83.380 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 60.783 koperasi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sementara itu, pembangunan gerai fisik juga terus berlangsung.

Dari 38.050 lahan yang diajukan untuk pembangunan koperasi, sebanyak 35.856 lahan telah berhasil diverifikasi.

Rinciannya meliputi:

  • 470 lokasi telah diverifikasi namun belum memulai pembangunan.
  • 18.855 lokasi masih dalam tahap pembangunan.
  • 16.531 gerai telah mencapai progres pembangunan 100 persen.

Sukoharjo Mulai Menggerakkan KDMP

Implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih juga mulai berjalan di Kabupaten Sukoharjo.

Sebanyak 50 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara virtual melalui Zoom Meeting pada 16 Mei 2026.

Peresmian di Kabupaten Sukoharjo dipusatkan di KDMP Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus koperasi, serta masyarakat.

Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Intip Spesifikasi Kipas Imatsu MDF yang Ramai Dikaitkan Proyek KDMP, Dibanderol Seharga Motor Bekas

Seluruh Bangunan Sudah Rampung

Komandan Kodim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Reza Sahputra, mengatakan koperasi yang telah beroperasi sudah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen.

Selain bangunan koperasi, berbagai sarana pendukung seperti kendaraan roda tiga, mobil pikap, hingga truk operasional juga mulai tersedia.

"KDMP yang beroperasi menjual beragam kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat. Mereka bisa membeli barang dan komoditas pangan di KDMP," ujar Reza.

Tak Hanya Menjual Sembako

Menurut Reza, ruang lingkup usaha koperasi tidak hanya terbatas pada penjualan bahan kebutuhan pokok.

KDMP juga membuka layanan simpan pinjam, menyediakan obat-obatan dan farmasi, serta memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menjadi mitra usaha.

Dengan pola tersebut, koperasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Siap Menjadi Penopang Program MBG

Keberadaan KDMP juga diproyeksikan menjadi bagian penting dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Koperasi nantinya akan memasok berbagai kebutuhan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah maupun kelompok penerima manfaat lainnya.

"KDMP bakal menyuplai barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing desa. Sehingga geliat perekonomian desa semakin berputar kencang," kata Reza.

Masih Ada 18 Desa Menunggu Penentuan Lokasi

Meski puluhan koperasi telah beroperasi, percepatan pembangunan masih terus dilakukan di Kabupaten Sukoharjo.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan KDMP dapat menjangkau 149 desa dan kelurahan.

Namun hingga kini masih terdapat 18 desa yang belum menentukan lokasi pembangunan koperasi karena keterbatasan lahan, terutama di kawasan perkotaan seperti Grogol dan Kartasura.

"Masih ada 18 desa yang masih berproses dalam menentukan lokasi KDMP. Penyebabnya kesulitan mencari lahan kosong atau lokasi strategis di wilayah perkotaan seperti Grogol dan Kartasura," tandas Reza.

Ia menambahkan, koperasi yang bangunannya telah selesai kini masih menunggu distribusi sejumlah sarana operasional tambahan.

"Untuk penyaluran sarpras KDMP ditargetkan tiba di masing-masing koperasi dalam beberapa bulan mendatang," pungkasnya.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.