BANGKAPOS.COM -- Berikut momen perayaan yang diperingati pada 18 Juli 2026.
Terdapat tiga peringatan internasional yang diperingati di berbagai negara. Masing-masing memiliki sejarah berbeda, tetapi sama-sama membawa pesan positif yang masih relevan hingga sekarang.
Ketiga peringatan tersebut adalah World Listening Day, Nelson Mandela International Day, dan International Snowdon Race.
Baca juga: Polisi: Kecelakaan Maut di Desa Jelutung Bangka Tengah Dipicu Truk Mati Mesin Saat Menanjak
1. World Listening Day
World Listening Day atau Hari Mendengarkan Sedunia diperingati setiap 18 Juli untuk menghormati kelahiran Raymond Murray Schafer, komposer dan pendidik asal Kanada yang lahir pada 18 Juli 1933.
Schafer dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan konsep ekologi akustik (acoustic ecology) melalui World Soundscape Project pada dekade 1970-an. Gagasannya menekankan pentingnya memahami dan menjaga hubungan manusia dengan lingkungan melalui suara.
Peringatan ini pertama kali digelar pada 2010. Tujuannya adalah mengajak masyarakat lebih peka terhadap berbagai bunyi di sekitar, mulai dari suara alam, aktivitas manusia, hingga perubahan lanskap suara akibat perkembangan zaman.
Setiap tahun, penyelenggara mengangkat tema berbeda yang mendorong masyarakat untuk lebih sadar dalam mendengarkan. Berbagai tema yang pernah diusung membahas pentingnya air sebagai sumber kehidupan, suara yang hilang akibat perubahan lingkungan, hingga kemampuan mendengarkan diri sendiri.
World Listening Day mengingatkan bahwa mendengarkan bukan sekadar menerima suara, tetapi juga melatih empati, perhatian, dan kemampuan memahami orang lain maupun lingkungan sekitar.
2. Nelson Mandela International Day
Tanggal 18 Juli juga diperingati sebagai Hari Internasional Nelson Mandela yang bertepatan dengan hari kelahiran tokoh antiapartheid sekaligus mantan Presiden Afrika Selatan tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan peringatan ini pada November 2009, sementara peringatan perdananya dilaksanakan pada 18 Juli 2010.
Hari Mandela menjadi penghormatan atas perjuangan panjang Nelson Mandela dalam memperjuangkan kebebasan, kesetaraan, demokrasi, serta hak asasi manusia.
Mandela menghabiskan puluhan tahun hidupnya melawan sistem apartheid di Afrika Selatan. Setelah dibebaskan dari penjara, ia memilih jalan rekonsiliasi dan persatuan nasional sehingga dikenang sebagai simbol perdamaian dunia.
Peringatan ini juga mendorong masyarakat untuk melakukan aksi nyata bagi sesama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan Mandela.
Salah satu kutipan paling terkenal dari Nelson Mandela berbunyi:
"Menjadi bebas bukan hanya melepaskan belenggu, tetapi hidup dengan cara yang menghormati dan meningkatkan kebebasan orang lain."
Sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat kemanusiaannya, Majelis Umum PBB juga membentuk Nelson Mandela Prize pada 2014 untuk diberikan kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi masyarakat.
3. International Snowdon Race
Selain dua peringatan tersebut, 18 Juli juga identik dengan penyelenggaraan International Snowdon Race, salah satu kompetisi lari gunung paling bergengsi di Eropa.
Ajang ini berlangsung di Gunung Snowdon atau Yr Wyddfa, puncak tertinggi di Wales, dengan lintasan yang menantang berupa tanjakan dan turunan melalui Jalur Llanberis.
Perlombaan tersebut berawal dari ide Ken Jones, seorang pelari asal Llanberis, yang ingin mengetahui seberapa cepat seseorang mampu berlari menuju puncak gunung dan kembali ke garis finis.
Gagasan itu kemudian diwujudkan melalui lomba pertama yang digelar pada 19 Juli 1976 dan diikuti oleh 86 peserta. Dave Francis dari Bristol keluar sebagai pemenang setelah mencatat waktu 1 jam 12 menit 5 detik.
Seiring berjalannya waktu, International Snowdon Race berkembang menjadi ajang lari gunung bertaraf internasional. Popularitasnya semakin meningkat setelah mulai disiarkan melalui televisi pada 1987.
Pada 2009, panitia juga menambahkan kategori junior sehingga memberi kesempatan bagi atlet muda untuk ikut berkompetisi.
Hingga kini, International Snowdon Race tetap menjadi simbol ketahanan fisik, kecepatan, serta semangat sportivitas yang menarik peserta dari berbagai negara setiap tahunnya.
(Tribunnews/Bangkapos.com)