Prancis vs Inggris Berebut Juara 3 Piala Dunia 2026, Ini Prediksi Skor dan Susunan Pemain
Vigestha Repit Dwi Yarda July 18, 2026 10:03 AM

 

BANGKAPOS.COM – Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan besar Eropa, Prancis dan Inggris.

Meski gagal melangkah ke final, kedua tim dipastikan tetap memburu kemenangan sebagai penutup perjalanan mereka di turnamen.

Pertandingan perebutan medali perunggu tersebut akan berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, pada Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Selain menjadi ajang penebusan setelah tersingkir di semifinal, duel ini juga diperkirakan berlangsung sengit mengingat rivalitas panjang kedua negara.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Lagi per 18 Juli 2026, Cek Daftarnya

Rekor Pertemuan Prancis vs Inggris

Dalam beberapa pertemuan terakhir, Prancis sedikit lebih unggul dibandingkan Inggris. Les Bleus bahkan berhasil menyingkirkan Three Lions pada babak perempat final Piala Dunia 2022.

Hasil empat pertemuan terakhir kedua tim:

11 Desember 2022: Inggris 1-2 Prancis (Perempat Final Piala Dunia)
13 Juni 2017: Prancis 3-2 Inggris (Laga Persahabatan)
17 November 2015: Inggris 2-0 Prancis (Laga Persahabatan)
11 Juni 2012: Prancis 1-1 Inggris (Euro 2012)
Kemenangan di Qatar empat tahun lalu masih menjadi modal psikologis bagi Prancis saat kembali berhadapan dengan Inggris.

Prediksi Susunan Pemain

Peluang rotasi pemain cukup terbuka mengingat pertandingan ini bukan partai final. Namun kualitas permainan diperkirakan tetap terjaga karena kedua tim memiliki kedalaman skuad yang mumpuni.

Prancis (4-3-3):
Mike Maignan (atau Brice Samba); Benjamin Pavard, Ibrahima Konaté, William Saliba, Ferland Mendy; Aurélien Tchouaméni, Youssouf Fofana, Warren Zaïre-Emery; Kingsley Coman, Bradley Barcola, Randal Kolo Muani (atau Kylian Mbappé).

Pelatih: Didier Deschamps.

Inggris (4-2-3-1):
Jordan Pickford (atau Aaron Ramsdale); Trent Alexander-Arnold, John Stones, Ezri Konsa, Joe Gomez; Declan Rice, Conor Gallagher; Jarrod Bowen, Cole Palmer, Anthony Gordon; Harry Kane (atau Ollie Watkins).

Pelatih: Gareth Southgate.

Analisis Pertandingan

Prancis diperkirakan tampil lebih bebas tanpa tekanan mengejar gelar juara. Kedalaman skuad menjadi salah satu keunggulan utama Les Bleus, terutama dengan hadirnya pemain-pemain muda yang ingin membuktikan kualitasnya.

Di sisi lain, Inggris juga bertekad menutup turnamen dengan hasil positif. Kehadiran pemain kreatif seperti Cole Palmer serta naluri mencetak gol Harry Kane diprediksi menjadi ancaman serius bagi pertahanan Prancis.

Secara keseluruhan, duel diperkirakan berlangsung terbuka dengan peluang gol dari kedua kubu.

Prediksi skor: Prancis 3-2 Inggris.

Sama-sama Datang Setelah Kalah di Semifinal
Prancis gagal mengamankan tiket final setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2 pada babak semifinal. Meski demikian, Kylian Mbappe masih berpeluang mengejar gelar top skor sehingga diperkirakan tetap tampil maksimal.

Sementara itu, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina 1-2. Skuad yang ditangani Thomas Tuchel sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon sebelum akhirnya terkena comeback pada babak kedua.

Mintra Jaya Nilai Prancis Lebih Unggul

Ketua PSSI Provinsi Bangka Belitung, Mintra Jaya, menilai Prancis memiliki materi pemain yang lebih lengkap dibandingkan Inggris.

"Jadi kalau dari segi kualitas pemain Prancis lebih unggul, dari belakang sampai ke depan merata. Tapi kalau Inggris sangat kelihatan kalau belakangnya cukup rapuh, memang depannya lumayan tajam," ujar Mintra Jaya, Kamis (16/7/2026).

Ia juga mengkritisi keputusan Thomas Tuchel saat Inggris menghadapi Argentina di semifinal. Menurutnya, perubahan strategi justru menjadi titik balik yang menguntungkan lawan.

Pergantian Anthony Gordon pada menit ke-72 untuk menambah bek, kemudian masuknya Dan Burn menggantikan Reece James pada menit ke-82, serta ditariknya Declan Rice dinilai membuat keseimbangan permainan Inggris berubah.

"Penyakitnya Inggris dari babak grup sampai penyisihan, memang di menit-menit terakhir. Melawan Argentina tidak seharusnya mereka bertahan, gelandang serang diganti pemain belakang," bebernya.

Menurut Mintra, keputusan bermain terlalu defensif memberi ruang bagi Lionel Messi untuk mengendalikan permainan hingga akhirnya menciptakan dua assist yang membawa Argentina membalikkan keadaan.

"Ketika mereka bermain bertahan saya udah bersorak dalam hati, ternyata memang terbukti melalui dua assist Messi. Jadi mereka terlalu percaya diri dengan kemenangan 1-0, bisa mempertahankannya sampai akhir," jelasnya.

Untuk laga perebutan posisi ketiga, Mintra tetap menjagokan Prancis keluar sebagai pemenang.

"Saya lebih menjagokan Prancis ya, skornya bisa diangka 3-1 atau 3-2. Cuma nanti lihat pola permainannya kalau terbuka, Mbappe akan membuat gol saya rasa," kata Mintra Jaya.

Versi ini memiliki susunan, alur, dan pilihan kata yang berbeda dari naskah asli, sementara seluruh kutipan langsung dipertahankan tanpa perubahan.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.