TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menantang penyelenggara Jakarta Provoke untuk menggelar pameran seni kontemporer dalam skala yang jauh lebih besar pada 2027 mendatang.
Menurut Rano, perayaan HUT ke-500 Kota Jakarta menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan pameran seni di ruang publik dengan memanfaatkan kawasan Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman sebagai galeri terbuka.
Hal itu disampaikan Rano saat membuka pameran seni kontemporer Jakarta Provoke di kawasan Taman Menteng, Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Jakarta Provoke sendiri adalah pameran seni rupa kontemporer luar ruang di Jakarta yang digagas oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bersama Yayasan Artpora.
Perhelatan ini menampilkan puluhan karya seni yang menyoroti isu-isu perkotaan (seperti hunian, transportasi, dan lingkungan) dan secara rutin diselenggarakan gratis di ruang publik terbuka, seperti Taman Menteng.
"Tahun depan Jakarta akan berusia 500 tahun. Saya menantang panitia membuat Jakarta Provoke yang lebih besar. Kita punya ruang luar yang panjangnya luar biasa, mulai dari Ratu Plaza sampai Hotel Indonesia, itulah ruang pamer kita," kata Rano.
Ia meminta panitia mulai menyiapkan konsep sejak sekarang agar Jakarta Provoke 2027 menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian perayaan lima abad Jakarta.
Menurut Rano, kawasan Sudirman hingga Thamrin merupakan etalase utama ibu kota yang layak diisi berbagai karya seni dari para seniman Indonesia maupun mancanegara.
Selain menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, pameran seni di ruang terbuka juga dinilai mampu memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.
"Saya ingin ini menjadi bagian dari ruang-ruang terbuka yang bisa diisi oleh teman-teman seniman. Karena salah satu penilaian indeks kota Jakarta juga dinilai dari kegiatan kebudayaan yang sifatnya terbuka dan berskala internasional," ujarnya.
Rano menjelaskan, alasan Pemprov DKI mendorong Jakarta Provoke digelar di Taman Menteng tahun ini karena kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang seni yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, fasilitas seperti rumah kaca di Taman Menteng seharusnya dapat lebih sering digunakan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.
Karena itu, ia mengajak para seniman memanfaatkan Taman Menteng tidak hanya saat penyelenggaraan Jakarta Provoke, tetapi juga sebagai ruang publik untuk memamerkan karya secara berkelanjutan.
Sementara itu, Jakarta Provoke 2026 menghadirkan karya dari 25 seniman dan 25 kurator. Pameran tersebut berlangsung hingga Minggu (26/7/2026).
Di akhir sambutannya, Rano berharap Jakarta Provoke terus berkembang dan menjadi wadah lahirnya karya-karya seni yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Saya berharap Jakarta Provoke tidak berhenti pada agenda tahunan saja. Tetapi terus memprovokasi diri untuk berkembang dan menjadi ruang lahirnya berbagai karya seni baru yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional," tandasnya.