Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan perpindahan Fredy Sasono dari jabatan Camat Selogiri ke posisi Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bukan merupakan pencopotan jabatan.
Menurutnya, kebijakan tersebut murni rotasi sebagai bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan.
Penegasan itu disampaikan Bupati usai melantik empat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Sabtu (18/7/2026).
Sebelumnya, mutasi Fredy Sasono menjadi perhatian publik lantaran muncul tuntutan dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri yang meminta dirinya dicopot dari jabatan camat.
Namun, Setyo memastikan rotasi tersebut tidak berkaitan dengan tuntutan tersebut.
"Enggak. Ini hanya rotasi biasa," ujar Setyo usai pelantikan.
Baca juga: Polemik Camat Selogiri Jadi Sorotan DPRD Wonogiri, Minta Kondisi Tetap Kondusif
Saat ditanya apakah aspirasi PPDI Selogiri menjadi salah satu pertimbangan dalam mutasi tersebut, Bupati kembali membantah.
"Enggak juga. Rotasi kan biasa. Bukan karena itu, Proses penyegaran," imbuhnya.
Dalam sambutannya, Setyo mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dengan tugas baru dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan tidak boleh lagi ada keluhan mengenai lambatnya pelayanan, sikap aparatur yang tidak ramah, maupun birokrasi yang mempersulit masyarakat.
Menurutnya, pemerintah hadir untuk melayani masyarakat, sehingga setiap loket pelayanan, aplikasi layanan, hingga interaksi aparatur dengan warga menjadi cerminan kualitas pelayanan pemerintah.
Baca juga: Perangkat Desa Selogiri Wonogiri Minta Camat Dicopot dari Jabatannya, Apakah Aturan Memperbolehkan?
Diketahui, pada Jumat (5/6/2026), puluhan perangkat desa yang tergabung dalam PPDI Kecamatan Selogiri mendatangi Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri saat rapat koordinasi bersama Pemkab Wonogiri.
Dalam forum tersebut, mereka secara terbuka meminta agar Fredy Sasono dicopot dari jabatan Camat Selogiri.
Keberatan itu dipicu insiden saat upacara Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.
Saat terjadi kesalahan pengibaran bendera yang sempat terlipat, petugas langsung memperbaikinya.
Namun sebelum upacara selesai, Fredy disebut memberikan hukuman push-up kepada petugas upacara sehingga dinilai mempermalukan mereka.
Baca juga: Duduk Perkara Desakan Pencopotan Camat Selogiri, Diduga Mempermalukan Petugas Upacara
Selain itu, sejumlah perangkat desa juga mengaku memiliki keluhan lain terkait gaya kepemimpinan Fredy yang disebut kerap menggunakan kata-kata yang dinilai kurang pantas, termasuk dalam forum resmi.
Dalam rotasi tersebut, jabatan Sekretaris Inspektorat Kabupaten Wonogiri kini diisi Didik Ropiyadi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kesbangpol. Sementara posisi Camat Selogiri ditinggalkan Fredy untuk menjalankan tugas sebagai Sekretaris Kesbangpol.
Selain itu, Pardianto dilantik sebagai Kepala UPTD Pengelola Objek Wisata dan Sarana Prasarana Olahraga pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri.
Adapun Stefany Agung Sedayu dipercaya mengemban jabatan Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri.