TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar agenda akademik yang wajib ditempuh mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan tinggi.
Lebih dari itu, KKN merupakan ruang nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, membangun relasi dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Semangat inilah yang dibawa oleh mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng ketika memulai pengabdian di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara penerimaan resmi di Kantor Camat Borong. Dalam suasana penuh kehangatan, Camat Borong bersama jajaran pemerintah kecamatan menyambut kehadiran mahasiswa KKN sebagai mitra pembangunan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Kolaborasi dengan Plan Indonesia, Simak Bentuk Kerjasamanya
Penerimaan tersebut menjadi simbol dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kelurahan melalui berbagai program yang berbasis kebutuhan lokal.
Usai kegiatan di kantor kecamatan, rombongan mahasiswa melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kelurahan Peot untuk mengikuti acara penerimaan tingkat kelurahan. Pemerintah Kelurahan Satar Peot beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat menyambut mahasiswa dengan penuh kekeluargaan. Sambutan tersebut mencerminkan keterbukaan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar selama masa pengabdian.
Dalam sambutannya, Lurah Sipridus Jatung A.M.d,Kep mengungkapkan, kalaua pemerintah kelurahan berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi mampu berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi sosial yang ada, serta melaksanakan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga. Harapan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mengabdikan kemampuan akademik yang dimiliki demi kemajuan desa.
Kehadiran mahasiswa KKN di Kelurahan Peot merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti sebagai teori, melainkan diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, kegiatan KKN juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan observasi dan pengkajian terhadap berbagai persoalan sosial sebagai bagian dari pengembangan pendidikan dan penelitian.