Detik-Detik Nelayan Pangandaran Tolong Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat
ferri amiril July 18, 2026 03:20 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kesaksian nelayan yang melakukan penyelamatan mengungkap detik-detik tiga wisatawan terseret arus laut di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026) petang.

Dalam peristiwa tersebut, Muhammad Rizki (20), wisatawan asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat bermain boogie board di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Hingga kini, korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Seorang nelayan yang melakukan penyelamatan, Siswanto, mengatakan dirinya mengetahui adanya korban setelah mendengar teriakan minta tolong saat bersiap berangkat melaut.

"Saya waktu itu sedang mendorong perahu ke laut untuk berangkat melaut. Tiba-tiba ada orang berteriak minta tolong karena ada yang tenggelam," ujar Siswanto kepada sejumlah wartawan di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (18/7/2026) siang.

Mendengar teriakan tersebut, Siswanto langsung mengarahkan perahunya menuju lokasi korban yang berada di tengah laut.

Baca juga: Hari Ke-2 Pencarian, 100 Personel Sisir Pantai dan Laut Cari Wisatawan Bandung Hilang di Pangandaran

Saat tiba di lokasi, dari tiga orang, dirinya hanya melihat dua orang korban yang masih berjuang melawan arus.

"Saya sempat mengejar menggunakan perahu. Korban hampir tenggelam dan sempat hilang dari pandangan, tapi alhamdulillah masih bisa saya raih dan dinaikkan ke perahu. Satu korban lain berhasil mencapai tepi pantai sendiri," katanya.

Memang, proses penyelamatan berlangsung cukup sulit karena papan boogie yang sebelumnya digunakan para korban sudah terlepas. 

Akibatnya, para korban berada di tengah laut tanpa alat bantu apung dan terus terbawa arus.

Menurutnya, kondisi itu membuat seorang korban nyaris tenggelam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan menggunakan perahu nelayan.

Sementara satu korban bernama Muhammad Rizki (20), hingga kini masih dinyatakan hilang setelah terseret arus laut."Kalau wisatawan yang hilang, saat kejadian saya sudah tidak melihat," ucap Siswanto. 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Balawista, SAR Barakuda, PMI, dan sejumlah relawan terus melakukan pencarian melalui penyisiran darat maupun laut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.