Tim Drum Band Kota Bima Geruduk KONI NTB, Protes Dugaan Penilaian Tak Objektif di Porprov XII
Idham Khalid July 18, 2026 03:21 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM -  Aksi sejumlah official Drum Band Kota Bima yang mendatangi Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) viral di media sosial, Jumat (17/7/2026).

Aksi tersebut dipicu dugaan ketidakpuasan terhadap hasil penjurian cabang olahraga drum band pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB.

Dalam video yang beredar, sejumlah orang yang diduga merupakan official Drum Band Kota Bima mendatangi Kantor KONI NTB untuk menyampaikan protes.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, terlihat menemui massa dan berupaya menenangkan situasi agar tidak berkembang menjadi keributan.

Mori meminta seluruh pihak menyampaikan keberatan melalui mekanisme arbitrase yang telah diatur dalam cabang olahraga tersebut.

"Saya sudah menerima aduan di Persatuan Drum Band (PDB), tapi tidak bisa kita intervensi begitu, Pak," kata Mori kepada official tim.

Ia menegaskan keberatan atas hasil penjurian dapat disampaikan melalui mekanisme arbitrase.

"Ketika ada persoalan potensi kecurangan, subjektivitas di cabor ada arbitrase. Kita sudah terima aduan itu dan semua kita marah, tapi abang-abang tidak boleh marah-marah ke KONI seakan-akan KONI yang melakukan kecurangan," jelas Mori.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, mengatakan protes tersebut muncul karena adanya dugaan penilaian yang tidak objektif dari dewan juri.

"Laporan yang kami terima itu soal dugaan subjektivitas dalam penilaian," ungkap Indar, Sabtu (18/7/2026).

Baca juga: 702 Atlet Lombok Tengah Siap Berlaga di Porprov NTB 2026, Target Raih 120 Emas

Menurut Indra, persoalan bermula ketika official Drum Band Kota Bima menerima informasi melalui aplikasi WhatsApp yang menyebut tim mereka meraih medali perak atau peringkat kedua. Namun saat prosesi pengalungan medali, posisi tim berubah menjadi peringkat kelima.

"Awalnya official drum band Kota Bima mendapatkan pesan WhatsApp bahwa sudah juara dua dan mendapatkan medali perak. Tapi saat pengalungan medali, tim malah berada di peringkat kelima," jelas Indra.

Ia mengatakan persoalan tersebut telah dimediasi oleh panitia cabang olahraga bersama KONI dan pihak official.

"Informasi terakhir yang kami terima sudah selesai. Hasilnya sudah seperti semula, Drum Band Kota Bima tetap di peringkat kelima," ungkapnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.