Toko Bangunan di Polman Terbakar, Pemilik Rugi Ratusan Juta Diduga Akibat Korsleting Listrik
Nurhadi Hasbi July 18, 2026 06:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Sebuah toko bangunan di Kompleks Pasar Terminal Lama, Lingkungan Masjid Jami, Kelurahan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terbakar pada Sabtu (18/7/2026) pagi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.20 WITA.

Toko tersebut diketahui milik Hj. Nurjannah (56), seorang wiraswasta yang berdomisili di Kompleks Pasar Terminal Lama.

Baca juga: 24 Jam Damkar Polman Padamkan 4 Titik Kebakaran Berbeda

Baca juga: Pengabdian Terakhir Nur Salam, Petugas Damkar Pasangkayu Meninggal Sehari Usai Padamkan Kebakaran

Korban Tinggalkan Toko untuk Salat Subuh Berjamaah

Saksi mata, Salmang (21), mengaku melihat kepulan asap yang berasal dari Kompleks Pasar Terminal Lama.

Saat mendatangi lokasi, ia melihat kobaran api keluar dari ventilasi toko disertai suara ledakan dari dalam bangunan.

Salmang kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu, warga sekitar berupaya memadamkan api dan mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Pemilik toko, Hj. Nurjannah, diketahui meninggalkan tokonya untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid.

Usai salat, ia mendapat kabar dari tetangganya bahwa tokonya terbakar.

Saat kembali ke lokasi, api telah menghanguskan bangunan beserta sebagian besar barang dagangan berupa peralatan bangunan.

Korban memastikan sebelum meninggalkan toko tidak ada aktivitas memasak maupun kegiatan lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.10 WITA setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dengan bantuan masyarakat.

Kapolsek Polewali, IPTU Samsul Bahri Subu, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada arus pendek atau korsleting listrik," kata IPTU Samsul Bahri Subu.

Ia mengatakan polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Polisi juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan yang sudah berusia lama, guna mencegah kejadian serupa.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan kebakaran dipicu korsleting listrik.

Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan korban yang menyatakan tidak ada aktivitas memasak sebelum meninggalkan toko.

Selain itu, bangunan merupakan bangunan lama dengan instalasi kelistrikan yang sudah berusia dan belum pernah diperbarui.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.