Satelit Ungkap Persiapan Perang China, Replika Kapal Perang Amerika Jadi Sasaran Latihan
Ansari Hasyim July 19, 2026 01:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM - Foto-foto satelit menunjukkan militer China membangun tiruan yang sangat mirip dengan kapal induk dan kapal perusak (destroyer) milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Replika tersebut diyakini digunakan sebagai target latihan rudal presisi dan pengujian sistem persenjataan terbaru.

Lokasi pembangunan berada jauh di dalam Gurun Taklamakan, wilayah terpencil di Xinjiang, sekitar 2.700 kilometer dari laut, sehingga jelas bukan untuk keperluan operasional, melainkan sebagai fasilitas latihan militer.

Langkah ini dinilai berkaitan dengan meningkatnya persiapan Beijing menghadapi potensi konflik di Taiwan. Sejumlah analis meyakini Amerika Serikat kemungkinan akan turun tangan apabila China melancarkan operasi militer terhadap pulau yang memerintah sendiri tersebut.

Selain kapal perang Amerika, China juga dilaporkan membangun replika berbagai sasaran strategis lain, termasuk pangkalan angkatan laut, pesawat tempur, hingga bangunan penting di Taiwan seperti kantor presiden.

Salah satu replika yang pertama kali terdeteksi pada Februari lalu adalah kapal perusak kelas Arleigh Burke. Model tiga dimensi itu dibuat dengan detail tinggi, lengkap dengan tiang utama (mast) dan bagian yang menyerupai sistem radar kapal asli.

Baca juga: China Larang Warganya Pacaran dengan Chatbot AI, Ini Alasannya

Tiga bulan kemudian, pembangunan replika tersebut tampak hampir selesai. Tingkat kemiripannya dinilai sangat tinggi sehingga menarik perhatian para pengamat intelijen militer.

Peneliti geo-intelijen dari The Intel Lab, Damien Symon, mengatakan akurasi replika itu menunjukkan China memiliki sasaran yang sangat spesifik.

"Tingkat kemiripan replika tersebut menunjukkan fokus yang sangat spesifik terhadap calon lawan, bukan sekadar pembangunan kemampuan militer secara umum," ujarnya kepada The Telegraph.

Menurut laporan tersebut, Beijing memanfaatkan replika-replika itu untuk menguji rudal jarak jauh, meningkatkan akurasi serangan, sekaligus melatih sistem kecerdasan buatan (AI) dalam mengenali dan menyerang target.

Amerika Serikat sendiri menempatkan lebih dari 55.000 personel militernya di Jepang berdasarkan perjanjian pertahanan kedua negara.

Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka menjadi markas permanen bagi 10 kapal perusak kelas Arleigh Burke dan diperkirakan akan memainkan peran penting apabila terjadi konflik di Taiwan.

Mantan Letnan Komandan Angkatan Laut Taiwan, Lu Li-shih, menilai keberadaan replika pangkalan Yokosuka bukanlah kebetulan.

"Jika China menyerang Taiwan, Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka hampir pasti akan terlibat. Karena itu mereka membuat model pangkalan tersebut untuk latihan strategi anti-akses dan penolakan wilayah (A2/AD)," katanya.

Sementara itu, Senior Fellow di Center for a New American Security sekaligus mantan komandan kapal selam Angkatan Laut AS, Thomas Shugart, menilai pembangunan replika tersebut juga memiliki tujuan psikologis dan politik.

Menurutnya, China ingin mengirim pesan kepada Jepang bahwa mereka akan ikut terseret apabila konflik pecah, kepada Amerika Serikat bahwa pangkalan militernya dapat menjadi sasaran serangan jika melakukan intervensi, serta kepada Taiwan bahwa Beijing sedang mempersiapkan operasi untuk merebut ibu kota pulau tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.