“Hidup seakan berhenti saat itu – dalam sedetik semuanya bisa berubah. Prancis hanya sejengkal dari Piala Dunia” Javier Zanetti tentang penyelamatan brilian Emi Martinez di final Piala Dunia 2022
Dewi Rahayu July 19, 2026 03:27 AM

Saat Argentina bersiap menghadapi final Piala Dunia ketiga mereka dari empat turnamen terakhir, Lionel Scaloni hanya perlu menengok kembali ke final tahun 2022 untuk mendapatkan inspirasi.


Laga antara La Albiceleste dan Prancis itu mungkin menjadi final terbaik dalam sejarah turnamen, berakhir dengan skor imbang 3-3 yang menegangkan sebelum Argentina memastikan kemenangan melalui adu penalti.


Meskipun duel pribadi antara Lionel Messi dan Kylian Mbappe menjadi sorotan utama, ada satu momen penting yang tidak melibatkan kedua ikon modern tersebut, namun justru menjadi titik penentu seluruh pertandingan.


Argentina tampak semakin dekat dengan gelar Piala Dunia kedua mereka setelah gol dari Messi dan Angel Di Maria membawa tim unggul nyaman hingga pertengahan babak kedua.


Namun, hanya sepuluh menit sebelum waktu normal berakhir, Mbappe mencetak dua gol dalam dua menit untuk memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Di periode tambahan itu, penyerang Prancis tersebut melengkapi hat-trick-nya pada menit ke-118 untuk menyamakan kedudukan setelah Messi sempat membawa Argentina unggul kembali.


Namun drama belum berakhir. Ada satu peluang yang akan selalu diingat oleh legenda Argentina, Javier Zanetti, yang saat itu menyaksikan langsung di Stadion Lusail, Qatar.


“Hidup seakan berhenti saat itu,” ujar Zanetti, yang telah tampil 145 kali untuk tim nasional Argentina, kepada majalah FourFourTwo.


Insiden yang dimaksud Zanetti terjadi di masa tambahan waktu babak kedua perpanjangan, ketika kiper Emiliano Martinez melakukan penyelamatan luar biasa atas tembakan Randal Kolo Muani, dengan meregangkan kakinya untuk menggagalkan peluang yang tampak menjadi gol kemenangan di detik terakhir.


“Itu adalah momen yang akan kita kenang sepanjang hidup,” lanjut mantan pemain andalan Inter Milan itu.


“Dalam sedetik, semuanya bisa berubah. Prancis hanya sejengkal dari Piala Dunia.”


Penyelamatan tersebut menjadi contoh klasik betapa tipisnya perbedaan yang menentukan hasil di level tertinggi, sekaligus pengingat bahwa karier — bahkan kehidupan — bisa berubah dalam sekejap mata.


Sementara Zanetti dipastikan akan kembali menyaksikan laga pada Minggu malam ketika Argentina berusaha menjadi tim ketiga yang sukses menjuarai Piala Dunia secara beruntun, pertandingan melawan Spanyol kali ini akan sulit menandingi klasik tahun 2022 itu.


“Itu adalah final yang luar biasa – naik turun emosi yang tiada henti,” ujarnya. “Dari semua final yang pernah saya lihat dan alami, tanpa ragu itu yang terbaik.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.