TRIBUNMANADO.CO.ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,2 di wilayah Sulawesi Utara pada Minggu siang (19/7/2026).
Berdasarkan data yang dirilis BMKG di akun X mereka, guncangan gempa tercatat terjadi tepat pada pukul 12.14.27 WIB (atau 13.14.27 WITA).
Pusat gempa terletak pada koordinat 5,02 Lintang Utara (LU) dan 125,89 Bujur Timur (BT).
Secara spesifik, lokasi tersebut berada di laut pada jarak 143 kilometer arah Barat Laut Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa bumi ini merupakan gempa dangkal, dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) berada di 11 kilometer di bawah permukaan laut.
BMKG memberikan catatan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan.
"Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubaha seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X mereka.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini