Alfon Pardosi, Dari Memori Pukul Karung Pasir hingga Terpilih Jadi Ketua Pertina Landak
Try Juliansyah July 19, 2026 05:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK – Estafet kepemimpinan di tubuh Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Landak resmi berganti. 

Alfon Pardosi terpilih secara aklamasi untuk menakhodai organisasi olahraga adu jotos tersebut demi mengejar target prestasi baru pada periode masa bakti 2026-2030.

Keputusan tersebut diketok dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Pertina Landak yang berlangsung khidmat di D'Raos Cafe & Resto Ngabang, Sabtu (18/7/2026).

Langkah regenerasi ini diambil sebagai tindak lanjut atas mandat kepanitiaan yang diteken oleh Ketua Pengkab Pertina Landak masa bakti 2022-2026, Aspansius, mengingat masa jabatannya yang akan segera paripurna pada 8 Agustus 2026 mendatang.

Ketua Panitia Muskab Pertina Kabupaten Landak 2026, Anugrah, menjelaskan bahwa forum tertinggi di tingkat kabupaten ini memang dirancang khusus untuk meremajakan struktur organisasi guna menjaga kesinambungan pembinaan atlet di daerah.

"Pelaksanaan Muskab ini salah satunya bertujuan untuk memilih dan menetapkan Ketua Umum beserta jajaran pengurus untuk masa bakti periode 2026-2030," ujarnya.

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan olahraga setempat.

Tampak hadir Ketua Harian KONI Kabupaten Landak, Eftaim Pata'Allorante, yang datang mewakili Ketua Umum KONI Landak Karolin Margret Natasa. 

Sementara seremoni pembukaan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, Pius Edwin, didampingi Ketua Harian Pertina Provinsi Kalbar, Hamdan.

Baca juga: Resmikan Gereja Stasi Dano, Bupati Karolin Serukan Kebangkitan Pendidikan Anak Muda Landak

KONI Landak Ingatkan Prestasi Bukan Hal Instan

Dalam pidato tertulis Ketua Umum KONI Landak yang dibacakan oleh Eftaim Pata'Allorante, pihak komite memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Muskab yang dinilai berjalan secara demokratis dan transparan.

KONI mengingatkan bahwa pergantian nakhoda pengurus harus dijadikan batu loncatan untuk mengevaluasi program kerja lama, mempertajam arah pembinaan ke depan, serta menyusun skema penjaringan bibit atlet berbakat hingga ke tingkat kecamatan secara berkelanjutan.

"Prestasi tidak lahir secara instan. Prestasi merupakan hasil dari pembinaan yang konsisten, kepemimpinan organisasi yang kuat, dan kerja sama seluruh elemen olahraga," ujar Eftaim.

Disporapar Landak Minta Pembinaan Berjalan Sepanjang Tahun

Sinyal dukungan sekaligus ekspektasi tinggi juga datang dari pihak eksekutif. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, Pius Edwin, menegaskan bahwa tinju merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan yang masuk skala prioritas daerah karena konsistensinya dalam menyumbang medali di berbagai ajang regional.

Pius meminta pengurus baru di bawah komando Alfon Pardosi untuk mengelola Pertina secara lebih profesional dan dinamis.

Ia mewanti-wanti agar organisasi tidak terjangkit penyakit musiman yang hanya bergeliat ketika mendekati jadwal kejuaraan saja.

"Jangan aktifnya hanya pada saat ada kompetisi saja. Pembinaan harus berjalan sepanjang tahun agar atlet memiliki wadah untuk berlatih dan berkembang," tegas Pius memberikan instruksi.

Komitmen Alfon Pardosi

Usai terpilih secara bulat dalam sidang Muskab, Alfon Pardosi membagikan kisah personal yang melatarbelakangi motivasinya terjun memimpin Pertina Landak.

Ia berkisah, kecintaannya pada dunia adu jotos ini tumbuh dari lingkungan keluarga, di mana sang orang tua kerap mengajaknya menonton laga tinju sejak dini.

Memori masa kecil saat ia diajari memukul karung berisi pasir di rumah menjadi pemantik api semangatnya hari ini.

Alfon menggarisbawahi, meski dirinya tidak memiliki rekam jejak sebagai mantan petinju profesional, komitmennya untuk membesarkan bakat-bakat lokal Landak tidak perlu diragukan.

"Saya berharap dukungan dari para pelatih, KONI, dan pemerintah daerah agar kita bersama-sama memajukan Pertina Landak. Saya yakin Landak memiliki banyak atlet potensial yang perlu dibina secara berkelanjutan," pungkas Alfon. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.