TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menghadapi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyaksikan laga Final Piala Dunia 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) menyiapkan pengamanan di berbagai lokasi nonton bareng (nobar) yang diperkirakan akan dipadati warga pada Minggu 19 Juli 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Selain menjaga keamanan di lokasi nobar, aparat kepolisian juga akan mengantisipasi potensi gangguan ketertiban masyarakat yang dapat muncul sebelum, saat, maupun setelah pertandingan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, Polda Kalbar mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis. Personel dari Direktorat Samapta, Direktorat Lalu Lintas, Direktorat Reserse, serta berbagai fungsi pendukung lainnya akan bersinergi dengan seluruh Polres jajaran guna memberikan pelayanan dan pengamanan secara maksimal.
Petugas tidak hanya melakukan patroli di lokasi nonton bareng, tetapi juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, berkoordinasi dengan panitia penyelenggara, serta membangun komunikasi aktif dengan masyarakat untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., mengatakan Final Piala Dunia merupakan perhelatan olahraga terbesar yang selalu dinantikan masyarakat setiap empat tahun sekali.
• Say No to Perpeloncoan! SMAN 1 Sambas Gelar MPLS Ramah Besok, Fokus Bentuk Karakter Siswa Hebat
Karena itu, kepolisian berkomitmen menghadirkan pengamanan yang optimal agar masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan aman dan nyaman.
"Final Piala Dunia merupakan momentum empat tahun sekali yang dinantikan masyarakat. Kami mendukung antusiasme tersebut dengan menghadirkan pengamanan yang optimal sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan aman, nyaman, dan tertib. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjunjung tinggi sportivitas serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," ujar Kapolda.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan nonton bareng berlangsung.
Menurutnya, pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari patroli di lokasi nobar, pengaturan lalu lintas, hingga menjalin koordinasi dengan panitia penyelenggara dan masyarakat di setiap lokasi kegiatan.
"Dalam rangka pengamanan Final Piala Dunia, Polda Kalbar bersama Polres jajaran akan melaksanakan patroli, pengaturan lalu lintas, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan panitia di setiap lokasi nonton bareng. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menikmati siaran langsung Final Piala Dunia yang disiarkan oleh TVRI dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," kata Bambang.
• SMAN 1 Sambas Hindari Perpeloncoan MPLS, Tekankan Rasa Aman dan Pastikan Tak Jual Seragam Siswa
Selain menyiapkan pengamanan, Polda Kalbar juga mengimbau masyarakat agar merayakan euforia pertandingan secara bijaksana dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Warga diminta untuk tidak melakukan konvoi di jalan raya yang berpotensi menghambat arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat juga diimbau menghindari konsumsi minuman keras, tidak membawa senjata tajam atau barang-barang berbahaya, serta selalu mematuhi arahan panitia penyelenggara dan petugas keamanan di lokasi nobar.
Polda Kalbar berharap sinergi antara aparat keamanan, panitia penyelenggara, dan masyarakat dapat menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan selama berlangsungnya Final Piala Dunia 2026.
Dengan demikian, masyarakat di seluruh Kalimantan Barat dapat menikmati pesta sepak bola dunia dengan nyaman tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
(*)