Cara Kerja Sistem Hybrid Pintar di SUV Mitsubishi Xforce HEV
Choirul Arifin July 19, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - New Xforce HEV menjadi SUV kompak pertama berteknologi hybrid pertama dari Mitsubishi yang dipasarkan di Indonesia.

Model ini mengandalkan sistem hybrid yang membuat kendaraan lebih sering digerakkan oleh motor listrik, sekaligus menawarkan beragam mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan pengemudi.

"Di sistem HEV ini pengemudi dapat memilih langsung mode EV priority dan Charge-nya sesuai dengan kebutuhan," kata General Manager of Product Strategy Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Adam Rahman.

"Pengemudi tinggal memilih mode mana yang dia inginkan di kondisi tersebut walaupun teknologi ini bisa memilihkan fitur mana yang paling sesuai dengan kondisi jalan tersebut," kata Adam di acara Media Test Drive Mitsubishi New Xforce HEV Jakarta - Karawang di Bridgestone Proving Ground Track, Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). 

Sistem kerja New Xforce HEV dirancang agar kendaraan lebih banyak beroperasi menggunakan tenaga listrik secara alami, penggunaan sistem hybrid yang penuh panjang bisa diatur melalui fitur EV Mode.

Saat kendaraan mulai berjalan, mobil akan bergerak sepenuhnya dengan motor listrik yang mengambil daya dari baterai, sehingga menghadirkan akselerasi yang responsif sekaligus kabin yang lebih senyap.

Baca juga: Toyota dan Suzuki Pimpin Penjualan Mobil Hybrid di India

Ketika dikendarai di area perkotaan atau saat akselerasi kecepatan sedang, sistem akan beralih ke mode hybrid series.

Pada kondisi ini, mesin bensin berfungsi mengisi ulang baterai, sementara penggerak roda tetap didominasi motor listrik. Setelah kapasitas baterai kembali mencukupi, kendaraan akan kembali menggunakan mode EV.

Saat melintasi tanjakan, sistem otomatis berpindah ke mode hybrid paralel. Mesin dan motor listrik bekerja secara bersamaan untuk menghasilkan torsi maksimal sehingga performa tetap terjaga saat membutuhkan tenaga lebih besar.

Pada kecepatan tinggi, sistem hybrid paralel dengan rasio tinggi akan bekerja untuk memberikan efisiensi sekaligus performa optimal. Ketika kendaraan melaju konstan, sistem disconnect motor akan aktif guna menekan konsumsi bahan bakar.

Baca juga: Wuling Umumkan Harga SUV 7-Seater Eksion, Varian EV Termurah Rp389 Juta

Saat deselerasi maupun pengereman, energi yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk mengisi ulang baterai melalui regenerative braking. Dengan sistem tersebut, kendaraan diklaim lebih sering bergerak menggunakan tenaga listrik tanpa perlu pengisian daya dari luar.

Sebagai informasi, MMKSI membekali New Xforce HEV dengan tiga mode berkendara baru, yakni Tarmac, EV dan Charge. Mode Tarmac menghadirkan respons akselerasi yang lebih sigap untuk berkendara di jalan beraspal.

Sementara itu, mode EV memungkinkan kendaraan melaju sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus, senyap dan nyaman, khususnya di lingkungan perkotaan.

Charge Mode berfungsi mengisi daya baterai selama kendaraan berjalan agar energi listrik tetap tersedia saat dibutuhkan untuk mendukung sistem elektrifikasi.

Selain tiga mode baru tersebut, New Xforce HEV juga tetap mempertahankan mode Normal, Wet, Gravel dan Mud, sama seperti yang ada di mode varian ICE. Mode berkendara ini untuk membantu menjaga stabilitas, serta kendali kendaraan di berbagai kondisi permukaan jalan.

Menurut Adam, seluruh mode tersebut dapat dipilih dengan mudah melalui tombol di sisi pengemudi sehingga karakter kendaraan dapat disesuaikan dengan kondisi jalan maupun preferensi berkendara.

"Tadi telah saya sebutkan pengoperasiannya sangat mudah tinggal dipencet-pencet tombolnya di sisi pengemudi," jelasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.