SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi dingin keputusan Iran yang menyatakan tidak lagi mematuhi nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Washington dan Teheran bulan lalu.
Dalam wawancara telepon singkat dengan stasiun televisi NewsNation, Sabtu Trump menegaskan dirinya tidak terganggu dengan langkah Iran tersebut.
"Saya tidak peduli sama sekali," kata Trump saat ditanya mengenai keputusan Teheran menarik diri dari kesepakatan sementara itu.
Baca juga: Puluhan Pesawat Tanker BBM Militer Mendarat di Israel, AS Siapkan Serangan Lebih Besar ke Iran
Trump kembali menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya tetap sama, yakni memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
"Tujuan kami adalah tidak pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," tegasnya.
MoU antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani pada pertengahan Juni sebagai upaya meredakan konflik yang pecah setelah operasi militer AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Namun, kesepakatan itu runtuh setelah ketegangan kembali memuncak akibat perselisihan mengenai pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Trump Didesak Jawab Kritik di Dalam Negeri
Di tengah memanasnya konflik, Trump kini menghadapi tekanan politik yang semakin besar di dalam negeri.
Laporan koresponden Washington, Eva McKend, menyebut perang melawan Iran sejak awal memang tidak mendapat dukungan luas dari publik Amerika.
Menurutnya, selama konflik terjadi jauh dari wilayah AS, banyak warga lebih fokus pada persoalan ekonomi dan tingginya biaya hidup. Namun situasinya berubah ketika korban dari pihak militer Amerika mulai berjatuhan.
"Ketika warga Amerika meninggal, perang terasa jauh lebih dekat dan kembali memunculkan pertanyaan mengapa AS harus terlibat lebih dalam di Timur Tengah," tulis laporan tersebut.
Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan janji kampanye Trump pada Pemilu 2024 yang berulang kali menyatakan akan mengakhiri "perang tanpa akhir" dan mengurangi keterlibatan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Akibatnya, kritik kini datang bukan hanya dari oposisi, tetapi juga dari sebagian pendukung Trump sendiri.
Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim kembali berhasil menembak jatuh sebuah drone tempur MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat.
Menurut IRGC, selama delapan hari terakhir mereka telah menembak jatuh empat unit MQ-9. Sepanjang konflik berlangsung, Iran mengaku telah menghancurkan lebih dari 150 pesawat nirawak berbagai jenis, termasuk sekitar 30 drone MQ-9.
MQ-9 Reaper dikenal sebagai salah satu drone tempur paling canggih milik militer AS. Pesawat tanpa awak ini mampu melakukan pengintaian selama berjam-jam di wilayah musuh sekaligus melancarkan serangan presisi tanpa membahayakan pilot.
Drone jenis ini juga dikenal sebagai platform yang digunakan Amerika Serikat dalam operasi yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, di dekat Bandara Baghdad pada Januari 2020.(*)