TRIBUNBANTEN.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5.0 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB, diikuti tiga gempa susulan dalam waktu kurang dari 40 menit.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat seluruh gempa susulan tersebut berkekuatan di bawah magnitudo 3 dan hingga kini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa utama terjadi di laut dengan episenter berada sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, tepatnya pada koordinat 7,74 Lintang Selatan dan 106,44 Bujur Timur, dengan kedalaman 52 kilometer.
Baca juga: Terasa Sampai Lebak, BMKG Pastikan Gempa M5,0 Guncang Sukabumi Hari Ini Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG.
BMKG Catat Tiga Gempa Susulan
Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan mulai terjadi sekitar 12 menit setelah gempa utama.
Gempa susulan pertama terjadi pada pukul 15.23.20 WIB dengan magnitudo 2,9. Episenternya berada di koordinat 7,81 Lintang Selatan dan 106,48 Bujur Timur atau sekitar 92 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 29 kilometer.
Selanjutnya, gempa susulan kedua terjadi pada pukul 15.47.56 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 2,6 itu berpusat di koordinat 7,71 Lintang Selatan dan 106,62 Bujur Timur atau sekitar 80 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 25 kilometer.
Beberapa menit kemudian, BMKG kembali merekam gempa susulan ketiga pada pukul 15.50.08 WIB. Gempa tersebut memiliki magnitudo 2,7 dengan lokasi episenter di koordinat 7,75 Lintang Selatan dan 106,56 Bujur Timur atau sekitar 85 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi, pada kedalaman 29 kilometer.
Gempa Dipicu Aktivitas Deformasi Dasar Laut
BMKG menjelaskan gempa utama merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dasar laut.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan geser naik (oblique thrust fault), yang menyebabkan guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga Provinsi Banten.
Getaran Terasa hingga Lebak Banten
Peta guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan gempa utama dirasakan dengan intensitas III MMI di sejumlah daerah, di antaranya Kota Sukabumi, Pelabuhanratu, Cisaat, Simpenan, Kalapanunggal, Cikotok, Panggarangan di Kabupaten Lebak, Cianjur, Bandung, Ciwidey, Lembang, Cimahi, hingga Parongpong.
Pada intensitas III MMI, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Jendela dan pintu dapat berderik, sementara benda-benda ringan bergoyang akibat guncangan.
Adapun wilayah Soreang, Ciracap, dan Bogor dilaporkan merasakan gempa dengan intensitas II MMI, yakni getaran ringan yang terasa seperti ada kendaraan besar melintas.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi adanya gempa susulan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman untuk digunakan kembali.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.