Warga Aryojeding Tulungagung Kehilangan Nyawa saat di Dekat Sungai, Bermula dari Pesta Miras
Januar July 19, 2026 07:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Warga Tulungagung mendadak gempar karena tewasnya seseorang.

Sesosok tubuh laki-laki ditemukan di saluran air sekunder anak saluran irigasi primer Lodoyo-Tulungagung (Lodagung) di Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Minggu (19/7/2026) pukul 06.00 WIB.

Sosok yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia itu ternyata adalah ADC (34), warga Dusun Dungmanten desa setempat.

Korban diduga mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk, lalu terjatuh ke sungai saat akan melewati jembatan selebar 1,5 meter tanpa pembatas pada Sabtu (18/7/2026) malam.

Korban meninggal dunia karena jatuh dengan posisi tengkurap di dalam air.  

Baca juga: Anggota Satpol PP Tulungagung Dipecat dari Jabatan Fungsional usai Pesta Miras di Kantor Pemkab

“Kejadian diduga pada Sabtu malam. Namun kami menerima laporan pada Minggu pagi,” jelas Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto.

Sungai tempat ditemukan korban terbuat dari beton plat, dengan lebar sekitar 3 meter.

Kedalaman airnya kurang dari 50 cm saja, namun posisi jatuh korban diduga kepalanya lebih dulu.

Posisi jatuhnya juga tengkurap, sehingga korban diduga tidak bisa bernafas, tidak jauh dari sepeda motor Honda Vario tanpa plat nomor.

“Korban diduga tidak bisa bernafas karena posisi jatuhnya tengkurap. Jalan nafasnya tertutup air,”  sambung Kasianto.

Polisi kemudian mengumpulkan keterangan warga yang sempat melihat keberadaan ADC sebelumnya.

Hasilnya, sejumlah saksi mengatakan korban sempat pesta minuman keras bersama teman-temannya,  lokasinya sekitar 1 km dari lokasi kejadian.

Lalu seorang ibu juga melihat ADC pada Sabtu malam, antara pukul 22.00 WIB-23.00 WIB, mengendarai Honda Vario yang berjalan oleng.

"Dugaannya korban ini dalam keadaan mabuk, karena sepeda motornya jalan oleng. Kemungkinan dia bermaksud mencari temannya di dekat lokasi itu,” ujar Kasianto.

Jenazah ADC kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung.

Dari visum dipastikan, tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh ADC sehingga mengenyampingkan korban adalah korban aksi kekerasan.

Luka memar yang ada di tubuhnya terjadi karena terjatuh.

“Dari pemeriksaan fisik, korban diduga sebelumnya mengonsumsi alkohol,” tegas Kasianto.

Jenazah ADC diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Meski tidak menjadi kasus hukum, polisi akan meminta keterangan sejumlah orang yang ikut mabuk bersama korban.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap terkait kejadian ini.


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.