Sampah Sumbat Irigasi Sudikampir Bojong, Puluhan Warga Turun Tangan
raka f pujangga July 19, 2026 09:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Tumpukan sampah dan sedimentasi yang menyumbat Saluran Irigasi Sudikampir, Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, membuat puluhan warga dan sejumlah pihak turun tangan.

Mereka bergotong royong membersihkan saluran sekaligus mengeruk endapan lumpur demi memastikan aliran air tetap lancar menuju lahan pertanian.

Kegiatan tersebut dimotori Ketua IP3A Kalijogo sekaligus Anggota Komisi Irigasi Jawa Tengah, Tangguh Prawira.

Baca juga: Mulai 1 Agustus, Sampah Organik Tak Lagi Diterima di TPS dan TPA Salatiga

Normalisasi dilakukan di tengah mulai berkurangnya debit air akibat memasuki musim kemarau.

Kondisi itu membuat kelancaran saluran irigasi menjadi semakin penting untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian.

Aksi bersih-bersih tersebut melibatkan IP3A, Komisi Irigasi Jawa Tengah, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal, Pemerintah Desa Kalipancur, Polsek Bojong, serta masyarakat setempat. Sampah yang menyumbat saluran diangkat dan dikumpulkan untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain membersihkan sampah, proses normalisasi juga dilakukan dengan mengeruk sedimentasi menggunakan alat berat yang dikirimkan oleh dinas terkait.

Kepala Desa Kalipancur, Muhroji, mengatakan sampah yang menyumbat saluran irigasi berasal dari sejumlah desa dan terbawa hingga bermuara di saluran sungai wilayah Kalipancur.

Akibatnya, aliran air menuju lahan pertanian menjadi terganggu.

"Tujuan utama kegiatan ini membersihkan saluran dengan mengangkat sampah yang menyumbat. Setelah itu sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) agar aliran air kembali lancar," katanya, Sabtu (18/7/2026).

Muhroji mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dinas terkait yang telah mengirimkan alat berat untuk membantu proses pengerukan sedimentasi.

Menurutnya, dukungan alat berat sangat membantu mempercepat normalisasi saluran yang selama ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

"Saya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran irigasi. Karena kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air yang dibutuhkan petani," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Kupang-Pekalongan Balai PSDA Pemali Comal Provinsi Jawa Tengah, Heru Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga jaringan irigasi.

"Kondisi sekarang debit air sudah mulai berkurang. Alhamdulillah hari ini kita bisa berkolaborasi dengan masyarakat, Polri, TNI, dan pemerintah desa."

"Kita bergotong royong dalam rangka pengangkatan sedimentasi dan juga sampah. Harapannya, debit air yang dialirkan ke area persawahan bisa tetap tercukupi," ujarnya.

Heru mengakui, masih banyak ditemukan sampah yang menyumbat saluran irigasi. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian, terlebih saat debit air mulai menurun pada musim kemarau.

Baca juga: Tina Talisa Apresiasi Bank Sampah Binaan Pertamina Cilacap, Minyak Jelantah Jadi Sumber Ekonomi

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan saluran irigasi. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh para petani yang membutuhkan pasokan air untuk mengairi sawah.

Heru menegaskan, upaya menjaga kebersihan saluran irigasi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat. Menurutnya, diperlukan langkah berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, TNI, Polri, hingga pemangku kepentingan terkait.

"Ke depan akan kita agendakan secara rutin. Jadwalnya nanti kita susun bersama. Kita terus berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah desa, TNI, dan Polri agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, mungkin seminggu sekali atau bahkan lebih dari sekali dalam seminggu," pungkasnya.(Dro)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.