Pertama Kalinya Teras Malioboro 1 Disulap Jadi Ruang Pameran Seni Kriya Mahasiswa ISI Jogja
Yoseph Hary W July 19, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lantai tiga Teras Malioboro 1 disulap menjadi ruang pameran karya seni kriya dari mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Beberapa eksperimen busana batik dipadukan dengan aneka ragam kain pilihan mampu membius mata wisatawan di Teras Malioboro 1.

Paduan kain tradisional dengan desain fashion yang trendi menghasilkan sebuah mode lifestyle yang unik.

Pameran perdana karya mahasiswa ISI Yogyakarta angkatan 2024 ini berlangsung mulai Minggu (19/7/2026) sampai Sabtu (25/7/2026).

Mereka menampilkan ragam eksplorasi visual, material, dan gagasan melalui seni kriya.

Pameran bertajuk Sapa Waktu kali ini merupakan wujud refleksi dan interpretasi kreatif mahasiswa Jurusan Kriya Program Studi Kriya dan Desain Mode Kriya Batik ISI Yogyakarta Angkatan 2024.

Langsung dinikmati wisatawan

Rektor ISI Yogyakarta, Dr Irwandi, mengatakan pameran perdana ini menjadi peluang para mahasiswa untuk mengembangkan wawasan untuk berinovasi.

Melalui pameran Sapa Waktu kali ini karya dari mahasiswa bisa langsung dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke Malioboro khususnya di Teras Malioboro 1 Yogyakarta.

“Saya  kira ini menarik karena bisa membuka wawasan mereka, membuka jalur mereka berinovasi berkarya dan berkarir, juga untuk mental mereka, karena karya mereka langsung dinikmati oleh masyarakat di Malioboro, apalagi kalau Minggu kan banyak wisatawan,” terang Rektor seusai membuka pameran.

Kepala Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Dr Sugeng Wardoyo, menuturkan pameran seni kriya di Teras Malioboro merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan skill dan inovasi.

Alasan memilih Teras Malioboro sebagai tempat pameran juga telah dipertimbangkan secara matang dengan para mahasiswa.

“Kemarin diskusi dengan mahasiswa, kenapa di Teras Malioboro Yogyakarta, karena banyak potensi di sini, ada wisatawan lokal, harapannya ini akumulasi positif diberengi mengasah kreatifitas dan memperluas jejaring,” ungkapnya.

Lebih dari 100 karya seni kriya

Sementara Kurator Pameran Sapa Waktu, Hanan Syahrazad, mengatakan total ada lebih dari 100 karya seni kriya dan desain mode kriya batik yang dipamerkan.

Proses kurasi pun dilakukan teliti dengan membebaskan para mahasiswa untuk berekspresi melalui karyanya.

“Menurut saya karya ini sangat eksperimental dan cukup ekspolratif. Sebagai mahasiswa baru 4 semester, tetapi mereka sudah mulai bereksplorasi dan sebagian itu tugas kuliah mereka dan sebagian itu karya baru, idelaisme mereka sendiri,” terang dia.

Hanan berharap kedepannya para mahasiswa Seni Kriya dan Desain Mode Kriya Batik bisa mengembangkan inovasi melalui karya yang diciitakan. (hda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.