Bawa UMKM Sumsel Naik Kelas, IWAPI Targetkan Perempuan Pengusaha Tembus Pasar Global
Moch Krisna July 19, 2026 09:32 PM

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sumatera Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Nita Yudi, M.B.A., Ketua DPD IWAPI Sumsel Ir. Romiana Hidayati, Ketua Kadin Sumsel Affandi Udjie, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumsel Muhammad M. Zaki Aslam, S.I.P., M.Si., Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel Mega Nugraha, serta pengurus IWAPI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Ketua DPD IWAPI Sumsel, Ir. Romiana Hidayati mengatakan, Rakerda menjadi wadah menyusun program kerja organisasi yang selaras dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini.

Menurutnya, IWAPI terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya agar mampu menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif.

"Program yang sedang kita jalankan merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kualitas para pelaku usaha agar semakin berkembang dan memiliki daya saing," kata Romiana saat Pembukaan Rakerda I DPD IWAPI Sumsel di Kebon Gede Palembang.

Ia berharap solidaritas dan kebersamaan antaranggota IWAPI terus terjaga sehingga mampu saling mendukung dalam mengembangkan usaha masing-masing.

Ke depan, pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis berusaha, tetapi juga penguatan kemampuan public speaking, etika berkomunikasi, hingga personal branding.

"Hal-hal tersebut sangat penting agar para pelaku usaha mampu memperkenalkan produknya dengan baik, membangun kepercayaan konsumen, dan memperluas pasar," ujarnya.

Romiana menegaskan, program yang telah dirancang tidak boleh berhenti pada pelaksanaan Rakerda semata, tetapi harus diwujudkan dalam program-program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota IWAPI, baik di Sumatera Selatan maupun di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Nita Yudi, M.B.A. menilai Sumatera Selatan memiliki potensi besar melahirkan lebih banyak perempuan pengusaha sukses. Selain kaya akan sumber daya alam, daerah ini juga memiliki beragam produk unggulan seperti kain songket, jumputan, kuliner, serta berbagai produk kerajinan yang banyak dihasilkan oleh pelaku UMKM perempuan.

Ia mengapresiasi produk-produk UMKM yang dipamerkan dalam Rakerda dan berharap seluruh produk tersebut terus dipromosikan melalui berbagai pameran maupun showroom sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Yang terpenting bukan hanya dikenal secara nasional, tetapi bagaimana produk-produk tersebut benar-benar berkembang dan memberikan manfaat bagi para pelaku usahanya," ujarnya.

Nita menjelaskan, IWAPI yang telah berdiri lebih dari 50 tahun kini memiliki kepengurusan di 38 provinsi dan 259 kabupaten/kota. Organisasi tersebut juga telah memiliki perwakilan di Malaysia serta terus memperluas jejaring ke Singapura, Korea Selatan, Australia, dan sejumlah negara lainnya.

Menurutnya, sekitar 90 persen anggota IWAPI merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan sisanya merupakan perusahaan berskala besar yang bergerak di sektor kosmetik, makanan, fesyen, hingga berbagai bidang industri lainnya.

"Saya yakin dari Sumatera Selatan akan lahir perempuan-perempuan pengusaha yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha berskala besar," katanya.

Ia menambahkan, sekitar 65 juta UMKM di Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena memberikan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja.

"Semakin banyak perempuan yang menjadi pengusaha, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin Sumsel Affandi Udjie mengapresiasi langkah IWAPI yang secara konsisten melakukan pembinaan terhadap perempuan pelaku usaha.

Menurutnya, kolaborasi antara IWAPI dan Kadin merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM di Sumatera Selatan.

Affandi menilai keberhasilan pelaku usaha saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi, memperluas jejaring, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.

"Kami mendukung penuh program-program IWAPI karena perempuan memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi yang baik, saya optimistis UMKM perempuan Sumsel akan semakin maju dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global," ujarnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.