TRIBUNNEWS.COM - Keputusan kontroversi wasit asal Slovenia, Slavko Vincic menghiasi jalannya pertandingan babak pertama final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina.
Hasil final Piala Dunia 2026 babak pertama Spanyol vs Argentina terhias skor 0-0 di Stadion MetLife, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB.
Secara permainan, Spanyol mendominasi ball possession dengan lebih dari 60 persen. Sedangkan timnas Argentina yang mengandalkan Lionel Messi, belum bisa berbuat banyak.
Bahkan tidak ada shot on target yang dihasilkan skuad Lionel Scaloni sepanjang 45 menit pertama.
Tekanan tinggi terhadap para pemain Argentina, sejatinya sudah diprediksi oleh Football Analyst, Hamid Anwar, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, berjudul "Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina, Duel Raja Eropa vs Amerika Latin"
"Secara psikologis, Argentina punya beban besar karena mereka ingin mempertahankan gelar juara dunia 2022. Situasi ini bisa membuat mereka bermain lebih hati-hati dan lebih ketat dalam mengelola risiko," kata Anwar.
Sorotan sepanjang babak pertama tertuju ke sejumlah momen kontroversi dari pengadil pertandingan Slavno Vincic.
Satu di antaranya tekel keras dengan posisi menggunting dari Mac Allister kepada Dani Olmo. Tekel yang dilakukan pemain Liverpool ini tergolong telat karena bola sudah lepas dari penguasaan Olmo.
Tetapi wasit tidak memberikan kartu kuning kepada Mac Allister.
Dalam laporan BBC, momen itu memantik respons keras dari suporter Spanyol yang langsung memberikan teriakan "Infantino", yang mengacu kepada isu settingan Argentina ke final.
Spanyol mengambil inisiatif permainan. Ball possessions langsung diperagakan La Furia Roja dalam membangun serangan.
Sementara Argentina mencoba melakukan kontra strategi. High pressing langsung diperagakan skuad asuhan Lionel Scaloni.
Pelanggaran pertama dilakukan Pedro Porro terhadap Nico Gonzalez ketika laga belum genap berjalan dua menit.
Memegang kendali permainan, Argentina juga serupa memainkan penguasaan bola dalam build-up serangan. Peragaan umpan dari kaki ke kaki di area pertahanan sendiri, dilakukan Lionel Messi cs.
Pada menit kelima, Spanyol mendapatkan peluang emas melalui Lamine Yamal lewat sepakan dari dalam kotak penalti. Umpan pantul yang dilakukan Dani Olmo tepat jatuh ke kaki Lamine Yamal.
Kontrol pemain berusia 19 tahun itu pun jitu, yang kemudian dikonversikan menjadi sebuah tembakan on target. Tetapi kesigapan kiper timnas Argentina, Emiliano Martinez sukses mengamankan gawangnya dari kebobolan cepat.
Baca juga: Daftar Susunan Pemain Spanyol dan Argentina di Final Piala Dunia 2026, 3 Perubahan Tim Tango
Argentina kini berada dalam tekanan. Bahkan passing untuk skema serangan balik yang diberikan kepada Nico Gonzalez, gagal dikontrolnya secara sempurna.
Di ssi kiri permainan timnas Argentina, Nicolas Tagliafico sebagai wingbek, masih kesulitan untuk mematikan pergerakan Lamine Yamal.
Permainan direct coba dilakukan Argentina ketika laga memasuki menit ke-10. Mereka mencoba melewati ketatnya lapangan tengah Spanyol yang dikawal Fabian Ruiz dkk.
Menit ke-12, melalui situasi sepak pojok yang dieksekusi Baena, bola jatuh ke keki Dani Olmo yang berada di dalam kotak penalti Argentina. Namun kontrolnya yang terlalu jauh membuat bola bisa diamankan oleh pemain Argentina.
Pelanggaran keras dilakukan gelandang Liverpool, Mac Allister di menit 15, yang melepaskan tekel menggunting kepada Olmo.
Secara penguasaan bola. Spanyol dominan dengan 63 persen, berbanding 37 milik Argentina.
Umpan daerah yang dilepaskan Lamine Yamal pada menit ke-17 sangat mengancam pertahanan Argentina. Kali ini Emiliano Martinez kembali harus melakukan save demi memastikan gawangnya tak kebobolan.
Berjalan 22 menit babak pertama, Argentina belum melepaskan sepakan on target sama sekali. Ini menandakan bagaimana rapatnya pertahanan La Furia Roja, yang dikombinasikan dengan penguasaan bola.
setelah hydration break, timnas Spanyol semakin dominan dalam mengatur ritme permainan. Lain cerita dengan Argentina yang kesulitan mengimbangi permainan juara Piala Dunia 2010 itu.
Sejumlah pelanggaran keras dilakukan pemain tim Tango.
Jual beli serangan diperlihatkan kedua tim di sisa babak pertama. Namun hingga peluit berbunyi tanda babak pertama usai, tidak ada gol tercipta.
Spanyol: Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz, Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.
Argentina: Emiliano Martinez; Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Nico Gonzalez; Lionel Messi, Julian Alvarez.
(Tribunnews.com/Giri)