Lamine Yamal Ukir Sejarah, Jadi Remaja Pertama yang Bermain di Final Euro dan Piala Dunia FIFA
Aurora Nightingale July 20, 2026 04:59 AM

Lamine Yamal kembali mencatatkan tonggak sejarah luar biasa dalam kariernya yang berkembang pesat bahkan sebelum pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 dimulai. Pemain muda ini menjadi pesepak bola pertama dalam sejarah yang tampil di final Kejuaraan Eropa UEFA dan final Piala Dunia FIFA saat masih berstatus remaja.

Pemain berusia 19 tahun tersebut masuk dalam daftar sebelas pemain utama Spanyol menghadapi juara bertahan Argentina dalam laga perebutan gelar di Stadion MetLife, New York/New Jersey. Prestasi ini menjadikannya satu-satunya pemain remaja yang pernah tampil di kedua final turnamen terbesar sepak bola internasional.

Sudah dikenal sebagai salah satu bintang paling bersinar di dunia sepak bola, Yamal sebelumnya berperan penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 2024. Dengan tampil di partai puncak Piala Dunia kali ini, ia resmi menjadi remaja pertama yang bermain di final dua ajang paling bergengsi tersebut.

Pencapaian bersejarah ini menegaskan kebangkitan luar biasa dari pemain sayap Barcelona itu, yang kini menjadi sosok tak tergantikan di tim nasional Spanyol meski usianya baru 19 tahun.

Remaja yang mengantarkan Spanyol ke final

Sepanjang perjalanan Spanyol di Piala Dunia, Yamal menjadi salah satu pemain paling menonjol. Ia berperan penting dalam kemenangan 2-0 La Roja di semifinal atas Prancis, ketika berhasil merebut bola dari Lucas Digne dan memaksa lawan melakukan pelanggaran di kotak penalti yang kemudian dikonversi menjadi gol oleh sang kapten, Mikel Oyarzabal. Pedro Porro menambah keunggulan di babak kedua usai kombinasi apik dengan Dani Olmo, sementara Yamal sempat mencetak gol yang dianulir karena offside.

Pertahanan Spanyol yang disiplin membuat frustrasi para pemain Prancis sepanjang laga, termasuk membatasi ruang gerak Kylian Mbappe dan Aurelien Tchouameni, hingga akhirnya mencatatkan clean sheet keenam dari tujuh pertandingan.

Sebagai juara Eropa, Spanyol memadukan pertahanan kokoh dengan serangan efektif selama turnamen ini dan kini hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk meraih trofi Piala Dunia FIFA kedua mereka setelah sukses pertama di Afrika Selatan pada tahun 2010.

Spanyol pertahankan formula kemenangan

Pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente, tetap mempercayakan susunan pemain yang sama seperti saat menyingkirkan Prancis di semifinal. Unai Simon tetap menjadi penjaga gawang di belakang empat bek yang terdiri dari Pedro Porro, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella. Kapten Rodri memimpin lini tengah bersama Fabian Ruiz dan Dani Olmo, sementara Yamal bergabung dengan kapten Mikel Oyarzabal dan Bryan Zaragoza di lini depan.

Di sisi lawan, Spanyol harus menghadapi Lionel Messi dan tim juara bertahan Argentina, yang melaju ke final setelah menang dramatis 2-1 atas Inggris. Argentina melakukan tiga perubahan dari laga semifinal, dengan memasukkan kembali Gonzalo Montiel, Rodrigo De Paul, dan Nicolas Gonzalez ke dalam susunan pemain utama bersama Messi dan Julian Alvarez.

Meski sorotan pra-pertandingan banyak tertuju pada upaya Messi meraih gelar Piala Dunia beruntun dan menambah catatan bersejarahnya, Yamal dengan tenang menulis sejarahnya sendiri di dunia sepak bola.

Susunan pemain utama Spanyol: Unai Simon, Pedro Porro, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Marc Cucurella, Rodri (kapten), Fabian Ruiz, Dani Olmo, Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Bryan Zaragoza.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.