TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Nonton bareng (nobar) pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Kawasan Megamas Kota Manado, Sulawesi Utara, diwarnai aksi perkelahian antarpenonton, Senin (20/7/2027)
Insiden tersebut terjadi setelah suasana nobar memanas hingga memicu cekcok yang berujung adu fisik.
Peristiwa itu sempat menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah pengunjung berusaha melerai kedua belah pihak agar keributan tidak semakin meluas.
Suasana nobar yang sebelumnya berlangsung meriah pun berubah menjadi ricuh.
Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Wenang, AKP Ronald Varit Sabaja.
“Sempat terjadi perkelahian di Kawasan,” tuturnya saat dikonfirmasi via telepon.
Ronald menerima informasi mengenai adanya keributan di lokasi nobar dari masyarakat.
Pihaknya mengimbau korban yang mengalami luka atau merasa dirugikan agar segera membuat laporan resmi sehingga proses hukum dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami sudah arahkan korban yang merasa dirugikan akibat peristiwa tersebut, silakan membuat laporan resmi ke Polresta Manado. Dan laporan itu akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari para saksi, korban maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkelahian.
“Yang pasti diproses, cuma kasus sudah ditangani oleh Polresta Manado,” pungkasnya.
Perayaan kemenangan tim nasional Spanyol yang diwarnai konvoi kendaraan di Kota Tahuna, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) berakhir duka.
Seorang warga Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, berinisial FW dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal pada Senin (20/7/2026).
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, korban mengendarai sepeda motor dari arah Apengsembeka menuju kawasan Pelabuhan Tua (Peltu) dengan kecepatan cukup tinggi.
Saat melintas di kawasan Tanah Abang, Kompleks Toko Grosir, korban diduga kehilangan kendali sehingga sepeda motor yang dikendarainya menabrak sebuah kios.
Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka serius.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun korban dinyatakan meninggal dunia.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, FW diketahui sempat mengikuti konvoi kemenangan Spanyol.
Baca juga: Breaking News: Konvoi Kemenangan Berujung Maut, Warga Tidore Tewas Tabrak Kios di Tanah Abang
Baca juga: Info Cuaca Sulut Hari Ini Senin 20 Juli 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Setelah kegiatan tersebut berakhir, korban pulang ke rumah sebelum kembali keluar menggunakan sepeda motor.
"Dia sempat pulang ke rumah setelah ikut konvoi. Tidak lama kemudian keluar lagi naik motor, lalu kami mendapat kabar kalau dia mengalami kecelakaan," ujar salah satu anggota keluarga.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kelurahan Tidore untuk disemayamkan.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan menjadi pengingat agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara, termasuk dalam suasana perayaan maupun konvoi.
Sementara itu, pihak Satuan Lalu Lintas Polres Kepulauan Sangihe masih melakukan penelusuran terkait penyebab pasti kecelakaan dan belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.(*)
(Tribunmanado.com/Ferdi Guhuhuku/Eduard Tahulending)