Banjir Susulan Kembali Melanda Agam, Sekna Sungai Batang: Tak Ada Warga yang Mengungsi
Rezi Azwar July 20, 2026 03:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Warga Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dipastikan bertahan di rumah masing-masing dan tidak mengungsi meski banjir kembali merendam wilayah tersebut pada Senin (20/7/2026).

Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Nagari (Seknag) Sungai Batang, Ade Candra.

Ia menyebut, tidak ada warga yang mengungsi saat banjir terjadi. Sebab, kondisi air masih rendah.

Hal ini berbeda dengan banjir yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) malam di daerahnya, ketinggian air mencapai 70 sentimeter dan arusnya deras.

Baca juga: Hujan Guyur Padang Senin Siang, BPBD Minta Masyarakat Waspada Potensi Pohon Tumbang dan Banjir

BANJIR DI AGAM- Penampakan banjir yang menggenangi rumah warga, Novitri Ulfah di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Senin (20/7/2026) siang. Ia menyebut banjir kembali terjadi, meski sempat surut sejak Minggu pagi.
BANJIR DI AGAM- Penampakan banjir yang menggenangi rumah warga, Novitri Ulfah di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Senin (20/7/2026) siang. Ia menyebut banjir kembali terjadi, meski sempat surut sejak Minggu pagi. (Dokumentasi/Warga (Novitri Ulfah))

"Tidak ada warga kita yang mengungsi, karena airnya rendah. Berbeda dengan yang terjadi Sabtu malam, airnya tinggi, warga memang harus mengungsi karena kondisinya membahayakan," ucapnya.

Meski begitu, pihak nagari meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir.

Terlebih saat ini, kondisi awan sudah mendung di Nagari Sungai Batang, yang dapat berpotensi terjadi hujan.

"Kita tetap meminta masyarakat waspada, karena pertanda hujan akan turun, awan sudah gelap. Kalau hujan, kemungkinan air sungai akan membesar dan terjadi lagi banjir, sebab tanggul kan sudah jebol," tegasnya.

Baca juga: Banjir Akibat Tanggul Jebol di Agam Tak Kunjung Surut, Warga Sebut Pendangkalan Jadi Pemicu

Sama halnya, warga Jorong Kubu bernama Firjinia Trisa, juga mengaku bahwa potensi banjir dapat kembali terjadi di daerahnya.

Pasalnya setiap hujan turun, air selalu membesar di Sungai Batang Tumayo yang dapat memicu banjir.

"Kalau hujan turun dengan intensitas lebat, dipastikan pasti terjadi banjir, kami juga waspada untuk mengungsi," ujarnya.

Warga lainnya bernama Novitri Ulfah, menuturkan bahwa kondisi sungai yang dangkal saat ini, tidak lagi mampu menampung debit air hujan dengan skala besar.

Kondisi tersebut diperparah oleh jebolnya tanggul penahan air di Sungai Batang Tumayo pada Sabtu malam.

"Kalau kembali hujan, banjir pasti akan terjadi. Apalagi kondisi sungai sudah dangkal dan tanggulnya jebol, tidak ada lagi penghambat air mengalir ke permukiman warga," pungkasnya.

Warga Sebut Pendangkalan Jadi Pemicu

Banjir kembali terjadi di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan video yang beredar di media sosial Instagram @pdg24jam, banjir tampak menggenangi permukiman warga.

Narasi dalam postingan itu menyebutkan banjir kembali terjadi.

Sebab sebelumnya, banjir setinggi 70 sentimeter sempat melanda daerah tersebut sejak Sabtu (18/7/2026) malam.

Sebanyak 450 warga di Jorong Kubu dan Jorong Labuah Nagari Sungai Batang terpaksa harus mengungsi, selain tinggi, arus banjir juga deras. 

Baca juga: Warga Sungai Batang Agam Desak Pemerintah Keruk Sungai Batang Tumayo, Trauma Banjir Susulan

Menanggapi itu Sekretaris Nagari (Sekna) Sungai Batang, Ade Candra, mengatakan banjir yang terjadi merupakan dampak dari bencana pada Sabtu (18/7/2026) malam.

Pada Senin pagi hingga kini, air masih menggenang di jalan, akibat tanggul Sungai Batang Tumayo jebol.

"Airnya masih menggenang di jalan, karena tanggul Sungai Batang Tumayo jebol saat banjir Sabtu malam," ucapnya.

Terlebih pada Senin pagi, hujan kembali mengguyur Nagari Sungai Batang, yang memicu air keluar ke jalanan.

Akan tetapi ia menyebut, air tak mengalir ke permukiman warga, hanya melewati jalanan di tempat terendah.

Baca juga: Waspada! Padang, Pessel, Solok, dan Solsel Berstatus Siaga Hujan Lebat Hari Ini

"Airnya di jalanan, tidak ke permukiman warga. Tapi alat berat  Adi Karya sudah datang untuk memperbaiki tanggul, berkat swadaya masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, warga Jorong Kubu bernama Novitri Ulfah menyebut bahwa banjir kembali menggenangi daerahnya pada Senin pagi.

Banjir ini dipicu oleh hujan turun dan tanggul penahan air jebol di Sungai Batang Tumayo.

"Iya, ini banjir baru, karena air membesar lagi akibat hujan subuh tadi," terangnya saat dikonfirmasi.

Kata dia, selain mengalir ke jalanan, rumahnya juga terdampak banjir yang terjadi pada Senin pagi tersebut.

Bahkan tak hanya air, banjir yang terjadi juga membawa material lumpur dan masih berlangsung hingga Senin siang.

"Sampai kini masih mengalir airnya, sejak Sabtu malam, rumah saya juga masuk air dan lumpur. Saat ini sedang membersihkannya," tegasnya.

Ia mengatakan, kondisi Sungai Batang Tumayo saat ini sudah dangkal akibat bencana akhir November 2025 lalu.

Sehingga saat hujan turun, material seperti pasir, lumpur dan kerikil, sangat mudah dijebol serta terbawa arus air.

"Pada Sabtu malam rumah saya juga masuk air, bedanya arusnya deras dan banjirnya dalam, bahkan sampai 60 sentimeter. Kalau sekarang hanya sekitar tiga sentimeter," tutupnya.

Pemerintah Diminta Perbaiki Sungai Batang Tumayo Agam

Kondisi ini membuat masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mempercepat perbaikan Sungai Batang Tumayo agar tidak memicu banjir bandang susulan yang lebih besar.

Pasca banjir yang melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam membuat warga resah dan cemas setiap hujan turun.

Banjir ini terjadi pada Sabtu (18/7/2026) malam, membuat 450 warga di daerah tersebut harus mengungsi.

Wali Jorong Labuah, Elbama meminta pihak BPBD dan Balai Wilayah Sungai V Sumatera memperbaiki Sungai Batang Tumayo.

Baca juga: Cerita WNI Asal Agam Disekap di Myanmar, Gigi Dicopot dan Diancam Dikubur Hidup-hidup

Sebab menurut dia, banyak material dan tumpukan sedimen pasca banjir bandang pada akhir 2025 lalu yang masih menumpuk.

"Bencana banjir kali ini sudah sering terjadi setelah banjir bandang akhir 2025 lalu. Jadi kami sudah resah setiap hujan turun, pasti selalu terjadi banjir akibat menumpuknya material," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

Ia menjelaskan, pada bagian hulu Sungai Batang Tumayo, masih banyak tumpukan material yang akan turun.

Menurut Elbama, kondisi sungai saat ini lebih tinggi dari permukiman. Sehingga saat hujan turun, material yang menumpuk di bagian hulu akan sangat mudah terbawa.

"Selama ini juga, pengerukan sungai hanya dilakukan oleh swadaya warga, pemerintah hanya memberi batu bronjong, tapi terbawa juga oleh air. Kami ingin alat berat membersihkan material yang menumpuk di hulu," katanya.

Masyarakat Jorong Kubu, Firjinia Trisa juga mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki aliran Sungai Batang Tumayo.

Ia mengaku banjir susulan pasca bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu sudah terjadi berulang dan selalu dikhawatirkan warga.

"Sampai sekarang, aliran sungai belum juga diperbaiki, kami sudah sampaikan, tapi belum ada tindakan," pungkasnya.

Kata dia, setiap hujan turun, dia dan ketiga anaknya selalu mengungsi agar terhindar dari banjir.

"Setiap kali hujan turun pasti banjir, kami sekeluarga selalu mengungsi," tutupnya.

Baca juga: Arus Lalu Lintas Lembah Anai Ramai Lancar, Pasar Tumpah Tanah Datar Padat pada Minggu Sore

450 Orang Kembali ke Rumah

Usai banjir melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat, pagi ini warga sudah kembali dari pengungsian menuju rumah masing-masing.

Kedua jorong ini berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pada akhir November tahun 2025 lalu, daerah ini juga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Sumbar.

Namun hampir delapan bulan pasca bencana, banjir susulan kerap kali terjadi, tepatnya pada Sabtu (18/7/2026) malam.

Menurut keterangan Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa banjir sempat menggenangi Jorong Labuah dan Jorong Kubu setinggi 70 sentimeter.

Baca juga: Tanggul Batang Tumayo Agam Jebol, 450 Warga Terdampak Banjir

Dampak dari bencana tersebut, warga terpaksa mengungsi. Akan tetapi, pada Minggu (19/7/2026) pagi warga sudah kembali ke rumah pasca air surut.

"Air sudah surut, pagi tadi warga juga sudah kembali ke rumah usai mengungsi Sabtu malam," kata dia saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Abdul Ghafur menyebut, saat ini warga tengah membersihkan rumah pasca banjir melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah.

Di sisi lain, untuk mencegah banjir susulan ke depannya, BPBD Agam sudah berkoordinasi dengan BWS V Sumatera selaku instansi yang berwenang untuk memperbaiki Sungai Batang Tumayo.

"Sesuai permintaan warga, sudah kita sampaikan ke BWS V Sumatera untuk menyediakan alat berat untuk memperbaiki beberapa tanggul yang jebol," sebutnya.

Senada, Sekretaris Nagari (Sekna) Sungai Batang, Ade Chandra menjelaskan saat ini warga memang sudah kembali ke rumah pasca mengungsi pada Sabtu malam.

Warga langsung membersihkan rumah, akibat air dan lumpur menggenangi saat banjir terjadi.

"Warga kita sudah kembali ke rumah, saat ini sedang membersihkan air fan lumpur yang masih tersisa," tuturnya.

Sempat Mengungsi

Sebanyak 450 warga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026) malam. 

Seluruh korban dipastikan selamat setelah proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. 

Curah hujan di kawasan hulu Maninjau juga menyebabkan tanggul Sungai Batang Tumayo jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.

"Akibat tanggul yang jebol, beberapa warga sempat terjebak dan meminta bantuan evakuasi. Tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan," kata Abdul Malik saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

Laporan kejadian diterima Kantor SAR Kelas A Padang pada Sabtu pukul 19.22 WIB. 

Selang 17 menit kemudian, enam personel dari Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan sebelum melakukan proses evakuasi.

Abdul Malik menjelaskan banjir merendam dua jorong, yakni Jorong Kubu dan Jorong Labuah.

Baca juga: Ada Doorprize Menarik, Ikuti Nobar Final Piala Dunia 2026 di Padang Panjang Argentina vs Spanyol

Di Jorong Kubu, sekitar 200 warga berhasil menyelamatkan diri secara mandiri. Sementara di Jorong Labuah terdapat sekitar 243 warga yang juga melakukan evakuasi mandiri.

Meski demikian, masih ada tujuh warga di Jorong Labuah yang terjebak sehingga harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 22.05 WIB.

"Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Total warga terdampak di dua jorong tersebut sekitar 450 orang dan tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Memasuki Minggu dini hari sekitar pukul 05.40 WIB, debit air mulai berangsur surut sehingga kondisi di lokasi dinyatakan aman. 

Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.

Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB seluruh unsur SAR gabungan menggelar debriefing sebelum kembali ke satuan masing-masing.

Dalam operasi tersebut, tim SAR melibatkan personel Unit Siaga SAR Agam bersama BPBD Kabupaten Agam, Polri, PMI, Tagana, perangkat kecamatan, perangkat nagari, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat.

Abdul Malik menambahkan proses evakuasi sempat terkendala hujan yang masih turun dan minimnya penerangan di lokasi banjir. Namun, operasi SAR tetap berjalan lancar hingga seluruh warga yang membutuhkan bantuan berhasil dievakuasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.