TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar membentuk dan melatih Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Relawan ini berbasis pada perwakilan desa di seluruh kecamatan se-Kota Denpasar.
Kepala Dinas Damkar Kota Denpasar, I Made Tirana menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan pelatihan relawan tersebut.
Saat ini pihaknya telah melibatkan 50 peserta yang merupakan perwakilan dari empat desa antara lain Desa Sumerta Kelod, Desa Dauh Puri Kauh, Desa Padangsambian Kaja, dan Desa Sidakarya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat, khususnya dalam penanganan bahaya kebakaran secara dini.
Made Tirana mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat paling dasar.
Melalui pelatihan ini, para relawan dibekali keterampilan teknis agar mampu melakukan tindakan pemadaman awal sebelum armada pemadam tiba di lokasi.
Sehingga potensi kerugian besar dapat ditekan secara signifikan.
Baca juga: Harga Kebutuhan Upakara Kembali Naik Di Gianyar Bali, Jelang Budha Kliwon Pahang
"Kita ingin membentuk sistem ketahanan kota yang responsif. Relawan ini adalah garda terdepan yang paling dekat dengan lingkungan warga," ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan, selain pelatihan serta edukasi teori dan simulasi pemadaman konvensional, peserta juga diperkenalkan dengan inovasi terbaru bernama Pompa Sisupit.
Inovasi ini dirancang khusus untuk mengatasi kendala geografis Kota Denpasar yang memiliki banyak kawasan padat penduduk dan gang-gang sempit.
Pompa Sisupit hadir sebagai solusi alat pemadam portable yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga tetap efektif menyuplai air secara cepat meskipun medan lokasi kebakaran sulit dijangkau oleh mobil pemadam berukuran besar.
"Dengan terbentuknya 50 relawan baru, Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara petugas profesional dan masyarakat dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Denpasar yang aman, nyaman, dan tangguh bencana," kata Tirana.
(*)