BANGKAPOS.COM -- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) sekaligus anak buah Prabowo Subianto, Ulta Levenia Nababan, menyamakan almamater Universitas Indonesia (UI) dengan daster.
Hal tersebut disampaikan Ulta saat dirinya menanggapi argumentasi Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI)) M Qodari di stasiun televisi.
Kejadian bermula ketika Fatimah Azzahra ditanya perihal mekanisme ideal sekolah yang menerima makan bergizi gratis (MBG).
Namun jawabannya justru dinilai tidak substansial karena tidak memaparkan jumlah pasti.
"Lahh 'banyak sekali sekolah-sekolah' ukuran banyak sekalinya dari mana sih ?" tulis Ulta Levenia Nababan di Insta Story pada Sabtu (18/7/2026).
Ia menilai Fatimah justru playing victim.
Baca juga: Sosok Benny Jannah Aspri Hotman Paris Disentil Fritz Hutapea, Disebut Makelar Kasus: Karma Itu Nyata
"Terus ditanya angka gak mau jawab, malah playing victim. Kochaque (kocak) bunda pakai daster kuning ini. Maap bund beli dasternya dimana?" tulisnya.
Usai menyebut almamater UI sama dengan daster, sosok Ulta Levenia Nababan ramai dikuliti nitizen.
Nama Lengkap: Ulta Levenia Nababan
Nama Panggilan: Ulta Levenia
Tempat Lahir: Bukittinggi, Sumatera Barat
Tahun Lahir: 1995
Usia: 30 tahun
Profesi: Peneliti Konflik dan Terorisme
Pendidikan: S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia dan S2 Keamanan, Terorisme, dan Pemberontakan di University of Leeds, Inggris
Kewarganegaraan: Indonesia
Instagram: @leveenia
Informasi dihimpun TribunnewsBogor.com, Ulta Levenia Nababan lahir di Bukutinggi, Sumatera Barat 1995 lalu.
Ulta Levenia Nababan juga merupakan lulusan UI. Ia Sarjana Ilmu Politik UI.
Setelah lulus dari UI, Ulta Levenia Nababan melanjutkan studynya dengan meraih gelar Master of Arts (M.A) dalam studi insurgensi dan terorisme di University of Leeds, Inggris.
Ia memperkuat kapasitas keilmuannya dengan mendalami program studi keamanan Indo-Pasifik di sebuah lembaga pertahanan di Prancis.
Prestasinya di bidang akademik ditunjukkan dengan keberhasilannya meraih dua beasiswa internasional, yakni Chevening Scholarship dan Fulbright Scholarship.
Ulta dikenal sebagai peneliti yang berfokus pada isu keamanan internasional, konflik bersenjata, dan kontra-terorisme.
Pengalamannya tidak hanya terbatas pada penelitian akademik, tetapi juga terjun langsung ke berbagai wilayah konflik.
Ia pernah melakukan penelitian di Afghanistan ketika wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Taliban, serta di Filipina yang menjadi basis kelompok separatis Abu Sayaf.
Dalam berbagai kesempatan, Ulta juga mengaku pernah menyaksikan langsung berbagai dampak tragis konflik, termasuk aksi kekerasan yang meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan hidupnya sebagai peneliti.
Selain aktif di dunia akademik, Ulta dikenal sebagai analis hubungan internasional yang banyak mengkaji akar penyebab konflik, pola gerakan kelompok bersenjata, hingga strategi pencegahan terorisme.
Karier Ulta di bidang pemerintahan dan politik semakin dikenal setelah pada tahun 2024 dipercaya menjadi Juru Bicara sekaligus Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo–Gibran.
Jabatan tersebut membuat namanya semakin sering muncul di ruang publik sebagai salah satu figur yang aktif menyampaikan berbagai pandangan terkait isu-isu nasional.
Baca juga: Duduk Perkara Mantan Wakapolri Oegroseno Diduga jadi Target Kriminalisasi, Bantah Korupsi Dana Hibah
Kini, sosoknya kembali menjadi sorotan setelah unggahan di media sosial yang mengomentari Wakil Ketua BEM UI memicu polemik luas dan memancing beragam tanggapan dari masyarakat.
Nama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan, mendadak menjadi perhatian publik setelah unggahan di media sosialnya memicu kontroversi.
Pernyataannya yang menyamakan almamater Universitas Indonesia (UI) dengan "daster" menuai beragam reaksi, terutama dari kalangan mahasiswa dan warganet.
Ucapan tersebut muncul ketika Ulta memberikan tanggapan terhadap argumentasi Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia, Fatimah Azzahra, dalam sebuah perdebatan mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Ulta, jawaban yang disampaikan Fatimah tidak memuat data yang jelas mengenai jumlah sekolah yang dimaksud.
Melalui unggahan di Instagram Story pada Sabtu (18/7/2026), Ulta menuliskan:
"Lahh 'banyak sekali sekolah-sekolah' ukuran banyak sekalinya dari mana sih?"
Ulta kemudian melanjutkan kritiknya dengan menilai Fatimah tidak memberikan jawaban yang diminta dan justru memainkan posisi sebagai korban.
Ia menuliskan:
"Terus ditanya angka gak mau jawab, malah playing victim. Kochaque (kocak) bunda pakai daster kuning ini. Maap bund beli dasternya dimana?"
Unggahan tersebut kemudian menjadi viral karena dianggap menyamakan jas kuning almamater Universitas Indonesia dengan daster.
Tidak berhenti sampai di situ, Ulta juga menyinggung gaya penyampaian argumentasi Fatimah yang menurutnya penuh retorika tanpa substansi.
Ia bahkan membandingkannya dengan seorang calon presiden.
Dalam unggahannya, Ulta menulis:
"Retorika retorika kosong. Hmmm. Mirip capres yang onoh yah. Siapa namanya ?"
Pernyataan tersebut semakin memancing perdebatan di media sosial dan membuat nama Ulta Levenia Nababan menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan publik.
(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com/TribunTrends.com)