Misteri Pasutri Ditemukan Meninggal di Kebun Karet Banyuasin, Anak Ungkap Pesan Terakhir Orang Tua
Welly Hadinata July 20, 2026 06:49 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Jenazah pasangan suami istri yang ditemukan meninggal dunia di kebun karet, Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Kedua korban, Ja'al Dewantara (47) dan Roviko (45), tiba di RS Bhayangkara pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

Anak sulung korban, Bita (23), mengatakan kedua orang tuanya berpamitan sejak Jumat (17/7/2026) pagi untuk menyadap karet di kebun milik keluarga. Namun, setelah berangkat, keduanya tidak lagi memberikan kabar.

"Pamit dari hari Jumat pagi, tidak ada kabar lagi. Kami baru tahu bapak dan ibu ditemukan dengan kondisi seperti itu hari Minggu sekitar pukul 18.00 WIB menjelang Magrib. Jarak dari rumah ke lokasi sekitar 20 kilometer," ujar Bita saat ditemui Sripoku.com di RS Bhayangkara.

Bita mengaku masih terpukul atas musibah yang menimpa kedua orang tuanya sehingga belum dapat banyak memberikan keterangan.

Ia menyebut, setelah proses pemeriksaan forensik selesai, jenazah akan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pulau Harapan, Kabupaten Banyuasin.

"Rencananya langsung dimakamkan di TPU Desa Pulau Harapan Banyuasin," katanya.

Keluarga Serahkan Penyelidikan ke Polisi

Sementara itu, adik ipar korban, Firman, mengaku pihak keluarga belum memiliki dugaan apa pun terkait penyebab meninggalnya pasangan suami istri tersebut.

Menurutnya, selama ini kedua korban dikenal tidak memiliki persoalan ataupun konflik dengan warga.

"Tidak ada kecurigaan. Setahu kami musuh tidak ada, ribut dengan orang desa juga tidak ada," ujarnya.
Keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Ditemukan Warga Saat Hendak ke Rawa

Sebelumnya, kedua korban ditemukan oleh seorang warga bernama Aminah bersama cucunya, Aisha Fitri, yang hendak menuju rawa dengan melintasi kebun karet.

Saat melintas, cucunya melihat sosok yang diduga manusia dan memberi tahu sang nenek untuk memastikan temuan tersebut.

Setelah dipastikan, penemuan itu langsung dilaporkan kepada pemerintah desa, yang kemudian diteruskan ke Polsek Banyuasin III.

Petugas dari Polsek Banyuasin III, Pos Subsektor Sembawa, Satreskrim Polres Banyuasin, serta Tim Inafis Polres Banyuasin kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sebelumnya, polisi menyampaikan bahwa korban laki-laki ditemukan dalam posisi tergantung di pohon karet, sedangkan korban perempuan ditemukan tergeletak di bawahnya.

Karena penyebab kematian masih dalam penyelidikan, kepolisian mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan forensik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.