- Jantung komando militer Amerika Serikat di Timur Tengah diklaim hancur setelah dihantam rudal balistik Iran.
Serangan tersebut menyasar Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang menjadi pusat logistik utama Angkatan Udara AS di kawasan.
Dampaknya, serangan itu meninggalkan kawah raksasa berdiameter sekitar 76 meter atau 249 kaki di area pangkalan.
Media Iran pada Minggu (19/7) kemudian merilis citra satelit yang memperlihatkan gudang logistik utama Angkatan Udara AS mengalami kerusakan parah.
Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyatakan serangan itu juga menghancurkan sistem radar jarak jauh milik AS.
IRGC turut mengklaim sejumlah pesawat strategis AS mengalami kerusakan berat akibat hantaman rudal tersebut.
Tak hanya di Qatar, citra satelit juga memperlihatkan kerusakan di Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti atau Azraq, Yordania.
Hanggar pesawat di pangkalan itu tampak hancur dan diduga menjadi tempat penyimpanan drone tempur MQ-9A Reaper milik AS.
Iran juga mengklaim menyerang markas Batelco di Bahrain yang disebut sebagai pusat komando, kendali, dan komunikasi militer AS.
Lokasi tersebut juga diketahui menjadi tempat infrastruktur server Amazon Web Services atau AWS yang mendukung jaringan komunikasi penting militer Amerika.
Selain itu, IRGC mengaku meluncurkan serangan rudal dan drone secara serentak ke pangkalan AS di Azraq, Yordania, pada Minggu (19/7).
Menurut IRGC, serangan tersebut dilakukan pada dini hari sebagai bagian dari gelombang ke-20 Operasi Nasr 2.
Iran mengklaim sedikitnya dua jet tempur Amerika dan tiga pesawat lainnya hancur total, sementara beberapa unit lain mengalami kerusakan berat.
Sebelumnya, Fox News melaporkan sedikitnya 13 tentara AS terluka akibat serangan Iran yang menargetkan pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman