3 Berita Populer Sumbar: Mobil Pengangkut UPS PLN Terbakar, Banjir hingga Euforia Final Piala Dunia
Rezi Azwar July 21, 2026 06:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejumlah informasi menarik disajikan pagi ini terkait kejadian seputar Sumatera Barat dalam 24 jam terakhir yang tayang TribunPadang.com.

1. Bukan Kendaraan Operasional, Mobil Pengangkut UPS untuk Acara Tabuik Milik PLN Terbakar di Pariaman

KEBAKARAN TRUK PLN - Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman saat memadamkan api pada truk trafo milik PLN di Simpang Tugu Tabuik, Kota Pariaman, Senin (20/7/2026) siang. Pihak PLN sebut mobil yang terbakar bukan kendaraan operasional, namun pengangkut UPS yang digunakan pada perayaan Tabuik. (TribunPadang.com/Damkar Pariaman)

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Yesi Yuliani Haspad, membenarkan terkait truk milik pihaknya terbakar di Simpang Tugu Tabuik.

Lokasi tepatnya berada di kawasan Kampung Cina, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman dan terjadi pada Senin (20/7/2026) sekira pukul 11.00 WIB lebih.

Namun Yeni menyebut, insiden kebakaran di Simpang Tabuik Pariaman, bukan melibatkan mobil operasional PLN.

Akan tetapi, mobil yang mengangkut peralatan Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA milik PLN.

"Terkait informasi tersebut, dapat kami sampaikan bahwa yang mengalami insiden bukan mobil operasional PLN yang terbakar, melainkan peralatan UPS," ucapnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Kemendagri Sebut Penanganan Bencana Padang Jadi Contoh, Huntap Dikebut dengan Dana Rp371,85 Miliar

Kata dia, mobil tersebut sedang dimobilisasi keluar dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pariaman.

Sebelumnya, mobil pengangkut UPS tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan perataan Tabuik dan HUT Kota Pariaman.

"Mobil itu sebelumnya digunakan untuk perayaan Tabuik, jadi dimobilisasi keluar ULP Pariaman," tambahnya.

Sementara itu, Yeni belum menjelaskan terkait tiga kendaraan yang tertimpa mobil pengangkut UPS tersebut.

Apakah akan diberikan ganti rugi, atau hal lainnya. 

Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026, Bupati Dharmasraya Duduk Lesehan Bersama Warga

Mobil Pengangkut UPS Milik PLN Terbakar

Truk pengangkut trafo milik PLN terbakar di Simpang Tugu Tabuik, kawasan Kampung Cina, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Senin (20/7/2026) siang.

Informasi kebakaran tersebut diterima pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pariaman sekira pukul 11.00 WIB lebih.

Menanggapi itu, tiga armada dengan 14 personel untuk memadamkan api di lokasi kejadian.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Eri Gustian, mengatakan bahwa kronologi kejadian bermula ketika truk trafo diderek keluar dari kantor PLN di kawasan tersebut.

Akan tetapi, kabel penarik truk trafo milik PLN putus dan mengakibatkan kendaraan terbalik.

Baca juga: Bupati Minta ASN Solok Selatan Terus Berinovasi, Jangan Cepat Puas dengan Capaian Kerja

"Ketika terbalik itu, truk menimpa satu unit mobil Honda Freed dan dua sepeda motor Vario serta Beat. Lalu, api muncul dari bagian trafo dan memicu asap tebal di Simpang Tugu Tabuik," ucapnya saat dikonfirmasi.

Namun beruntung, api dengan cepat dipadamkan oleh petugas Damkar Kota Pariaman di lapangan.

Sehingga api tidak sampai merambat ke kendaraan dan bangunan lain yang berada di sekitarnya.

"Beruntung api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh petugas. Tapi asap yang dihasilkan masih berlangsung, karena kabel trafo ini terbakar, jadi memang lama hilangnya," sebut Eri.

Di sisi lain, ia menyebut tak ada korban jiwa maupun luka-luka dari kebakaran. Sedangkan untuk kerugian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan.

Pasalnya, petugas belum meninggalkan lokasi dan masih berupaya melakukan pemadaman terhadap asap yang masih muncul.

Baca juga: Hujan Guyur Padang Senin Siang, BPBD Minta Masyarakat Waspada Potensi Pohon Tumbang dan Banjir

"Petugas kita masih di lokasi sampai saat ini, karena asapnya masih banyak dan menganggu pengguna jalan," pungkasnya.

Di sisi lain, untuk arus lali lintas juga terganggu serta tidak bisa dilewati dari arah Padang Pariaman menuju Padang maupun sebaliknya.

Sehingga kata Eri, petugas kepolisian di lapangan mengalihkan arus lalu lintas menuju arah Pantai Gandoriah dan Pasar Pariaman.

"Jadi arus dialihkan ke arah pantai, karena asap masih tebal, menghambat pandangan pengendara," katanya.

"Untuk petugas yang masih di lapangan mulai dari Damkar, TNI, Polri dan Satpol PP," sambung Eri. (*)

2. Banjir Susulan Kembali Melanda Agam, Sekna Sungai Batang: Tak Ada Warga yang Mengungsi

SISA BANJIR- Kondisi rumah warga yang dipenuhi lumpur sisa banjir di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (20/7/2026).
SISA BANJIR- Kondisi rumah warga yang dipenuhi lumpur sisa banjir di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (20/7/2026). (Dokumentasi/Warga (Novitri Ulfah))

Warga Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dipastikan bertahan di rumah masing-masing dan tidak mengungsi meski banjir kembali merendam wilayah tersebut pada Senin (20/7/2026).

Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Nagari (Seknag) Sungai Batang, Ade Candra.

Ia menyebut, tidak ada warga yang mengungsi saat banjir terjadi. Sebab, kondisi air masih rendah.

Hal ini berbeda dengan banjir yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) malam di daerahnya, ketinggian air mencapai 70 sentimeter dan arusnya deras.

Baca juga: Hujan Guyur Padang Senin Siang, BPBD Minta Masyarakat Waspada Potensi Pohon Tumbang dan Banjir

"Tidak ada warga kita yang mengungsi, karena airnya rendah. Berbeda dengan yang terjadi Sabtu malam, airnya tinggi, warga memang harus mengungsi karena kondisinya membahayakan," ucapnya.

Meski begitu, pihak nagari meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir. Terlebih saat ini, kondisi awan sudah mendung di Nagari Sungai Batang, yang dapat berpotensi terjadi hujan.

"Kita tetap meminta masyarakat waspada, karena pertanda hujan akan turun, awan sudah gelap. Kalau hujan, kemungkinan air sungai akan membesar dan terjadi lagi banjir, sebab tanggul kan sudah jebol," tegasnya.

Baca juga: Banjir Akibat Tanggul Jebol di Agam Tak Kunjung Surut, Warga Sebut Pendangkalan Jadi Pemicu

Sama halnya, warga Jorong Kubu bernama Firjinia Trisa, juga mengaku bahwa potensi banjir dapat kembali terjadi di daerahnya.

Pasalnya setiap hujan turun, air selalu membesar di Sungai Batang Tumayo yang dapat memicu banjir.

"Kalau hujan turun dengan intensitas lebat, dipastikan pasti terjadi banjir, kami juga waspada untuk mengungsi," ujarnya.

Warga lainnya bernama Novitri Ulfah, menuturkan bahwa kondisi sungai yang dangkal saat ini, tidak lagi mampu menampung debit air hujan dengan skala besar.

Kondisi tersebut diperparah oleh jebolnya tanggul penahan air di Sungai Batang Tumayo pada Sabtu malam.

"Kalau kembali hujan, banjir pasti akan terjadi. Apalagi kondisi sungai sudah dangkal dan tanggulnya jebol, tidak ada lagi penghambat air mengalir ke permukiman warga," pungkasnya.

Warga Sebut Pendangkalan Jadi Pemicu

Banjir kembali terjadi di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan video yang beredar di media sosial Instagram @pdg24jam, banjir tampak menggenangi permukiman warga.

Narasi dalam postingan itu menyebutkan banjir kembali terjadi.

Sebab sebelumnya, banjir setinggi 70 sentimeter sempat melanda daerah tersebut sejak Sabtu (18/7/2026) malam.

Sebanyak 450 warga di Jorong Kubu dan Jorong Labuah Nagari Sungai Batang terpaksa harus mengungsi, selain tinggi, arus banjir juga deras. 

Baca juga: Warga Sungai Batang Agam Desak Pemerintah Keruk Sungai Batang Tumayo, Trauma Banjir Susulan

Menanggapi itu Sekretaris Nagari (Sekna) Sungai Batang, Ade Candra, mengatakan banjir yang terjadi merupakan dampak dari bencana pada Sabtu (18/7/2026) malam.

Pada Senin pagi hingga kini, air masih menggenang di jalan, akibat tanggul Sungai Batang Tumayo jebol.

"Airnya masih menggenang di jalan, karena tanggul Sungai Batang Tumayo jebol saat banjir Sabtu malam," ucapnya.

Terlebih pada Senin pagi, hujan kembali mengguyur Nagari Sungai Batang, yang memicu air keluar ke jalanan.

Akan tetapi ia menyebut, air tak mengalir ke permukiman warga, hanya melewati jalanan di tempat terendah.

Baca juga: Waspada! Padang, Pessel, Solok, dan Solsel Berstatus Siaga Hujan Lebat Hari Ini

"Airnya di jalanan, tidak ke permukiman warga. Tapi alat berat  Adi Karya sudah datang untuk memperbaiki tanggul, berkat swadaya masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, warga Jorong Kubu bernama Novitri Ulfah menyebut bahwa banjir kembali menggenangi daerahnya pada Senin pagi.

Banjir ini dipicu oleh hujan turun dan tanggul penahan air jebol di Sungai Batang Tumayo.

"Iya, ini banjir baru, karena air membesar lagi akibat hujan subuh tadi," terangnya saat dikonfirmasi.

Kata dia, selain mengalir ke jalanan, rumahnya juga terdampak banjir yang terjadi pada Senin pagi tersebut.

Bahkan tak hanya air, banjir yang terjadi juga membawa material lumpur dan masih berlangsung hingga Senin siang.

"Sampai kini masih mengalir airnya, sejak Sabtu malam, rumah saya juga masuk air dan lumpur. Saat ini sedang membersihkannya," tegasnya.

Ia mengatakan, kondisi Sungai Batang Tumayo saat ini sudah dangkal akibat bencana akhir November 2025 lalu.

Sehingga saat hujan turun, material seperti pasir, lumpur dan kerikil, sangat mudah dijebol serta terbawa arus air.

"Pada Sabtu malam rumah saya juga masuk air, bedanya arusnya deras dan banjirnya dalam, bahkan sampai 60 sentimeter. Kalau sekarang hanya sekitar tiga sentimeter," tutupnya.

Pemerintah Diminta Perbaiki Sungai Batang Tumayo Agam

Kondisi ini membuat masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mempercepat perbaikan Sungai Batang Tumayo agar tidak memicu banjir bandang susulan yang lebih besar.

Pasca banjir yang melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam membuat warga resah dan cemas setiap hujan turun.

Banjir ini terjadi pada Sabtu (18/7/2026) malam, membuat 450 warga di daerah tersebut harus mengungsi.

Wali Jorong Labuah, Elbama meminta pihak BPBD dan Balai Wilayah Sungai V Sumatera memperbaiki Sungai Batang Tumayo.

Baca juga: Cerita WNI Asal Agam Disekap di Myanmar, Gigi Dicopot dan Diancam Dikubur Hidup-hidup

Sebab menurut dia, banyak material dan tumpukan sedimen pasca banjir bandang pada akhir 2025 lalu yang masih menumpuk.

"Bencana banjir kali ini sudah sering terjadi setelah banjir bandang akhir 2025 lalu. Jadi kami sudah resah setiap hujan turun, pasti selalu terjadi banjir akibat menumpuknya material," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

Ia menjelaskan, pada bagian hulu Sungai Batang Tumayo, masih banyak tumpukan material yang akan turun.

Menurut Elbama, kondisi sungai saat ini lebih tinggi dari permukiman. Sehingga saat hujan turun, material yang menumpuk di bagian hulu akan sangat mudah terbawa.

"Selama ini juga, pengerukan sungai hanya dilakukan oleh swadaya warga, pemerintah hanya memberi batu bronjong, tapi terbawa juga oleh air. Kami ingin alat berat membersihkan material yang menumpuk di hulu," katanya.

Masyarakat Jorong Kubu, Firjinia Trisa juga mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki aliran Sungai Batang Tumayo.

Ia mengaku banjir susulan pasca bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu sudah terjadi berulang dan selalu dikhawatirkan warga.

"Sampai sekarang, aliran sungai belum juga diperbaiki, kami sudah sampaikan, tapi belum ada tindakan," pungkasnya.

Kata dia, setiap hujan turun, dia dan ketiga anaknya selalu mengungsi agar terhindar dari banjir.

"Setiap kali hujan turun pasti banjir, kami sekeluarga selalu mengungsi," tutupnya.

Baca juga: Arus Lalu Lintas Lembah Anai Ramai Lancar, Pasar Tumpah Tanah Datar Padat pada Minggu Sore

450 Orang Kembali ke Rumah

Usai banjir melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat, pagi ini warga sudah kembali dari pengungsian menuju rumah masing-masing.

Kedua jorong ini berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pada akhir November tahun 2025 lalu, daerah ini juga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Sumbar.

Namun hampir delapan bulan pasca bencana, banjir susulan kerap kali terjadi, tepatnya pada Sabtu (18/7/2026) malam.

Menurut keterangan Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa banjir sempat menggenangi Jorong Labuah dan Jorong Kubu setinggi 70 sentimeter.

Baca juga: Tanggul Batang Tumayo Agam Jebol, 450 Warga Terdampak Banjir

Dampak dari bencana tersebut, warga terpaksa mengungsi. Akan tetapi, pada Minggu (19/7/2026) pagi warga sudah kembali ke rumah pasca air surut.

"Air sudah surut, pagi tadi warga juga sudah kembali ke rumah usai mengungsi Sabtu malam," kata dia saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Abdul Ghafur menyebut, saat ini warga tengah membersihkan rumah pasca banjir melanda Jorong Kubu dan Jorong Labuah.

Di sisi lain, untuk mencegah banjir susulan ke depannya, BPBD Agam sudah berkoordinasi dengan BWS V Sumatera selaku instansi yang berwenang untuk memperbaiki Sungai Batang Tumayo.

"Sesuai permintaan warga, sudah kita sampaikan ke BWS V Sumatera untuk menyediakan alat berat untuk memperbaiki beberapa tanggul yang jebol," sebutnya.

Senada, Sekretaris Nagari (Sekna) Sungai Batang, Ade Chandra menjelaskan saat ini warga memang sudah kembali ke rumah pasca mengungsi pada Sabtu malam.

Warga langsung membersihkan rumah, akibat air dan lumpur menggenangi saat banjir terjadi.

"Warga kita sudah kembali ke rumah, saat ini sedang membersihkan air fan lumpur yang masih tersisa," tuturnya.

Sempat Mengungsi

Sebanyak 450 warga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026) malam. 

Seluruh korban dipastikan selamat setelah proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. 

Curah hujan di kawasan hulu Maninjau juga menyebabkan tanggul Sungai Batang Tumayo jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.

"Akibat tanggul yang jebol, beberapa warga sempat terjebak dan meminta bantuan evakuasi. Tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan," kata Abdul Malik saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

Laporan kejadian diterima Kantor SAR Kelas A Padang pada Sabtu pukul 19.22 WIB. 

Selang 17 menit kemudian, enam personel dari Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan sebelum melakukan proses evakuasi.

Abdul Malik menjelaskan banjir merendam dua jorong, yakni Jorong Kubu dan Jorong Labuah.

Baca juga: Ada Doorprize Menarik, Ikuti Nobar Final Piala Dunia 2026 di Padang Panjang Argentina vs Spanyol

Di Jorong Kubu, sekitar 200 warga berhasil menyelamatkan diri secara mandiri. Sementara di Jorong Labuah terdapat sekitar 243 warga yang juga melakukan evakuasi mandiri.

Meski demikian, masih ada tujuh warga di Jorong Labuah yang terjebak sehingga harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 22.05 WIB.

"Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Total warga terdampak di dua jorong tersebut sekitar 450 orang dan tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Memasuki Minggu dini hari sekitar pukul 05.40 WIB, debit air mulai berangsur surut sehingga kondisi di lokasi dinyatakan aman. 

Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.

Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB seluruh unsur SAR gabungan menggelar debriefing sebelum kembali ke satuan masing-masing.

Dalam operasi tersebut, tim SAR melibatkan personel Unit Siaga SAR Agam bersama BPBD Kabupaten Agam, Polri, PMI, Tagana, perangkat kecamatan, perangkat nagari, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat.

Abdul Malik menambahkan proses evakuasi sempat terkendala hujan yang masih turun dan minimnya penerangan di lokasi banjir. Namun, operasi SAR tetap berjalan lancar hingga seluruh warga yang membutuhkan bantuan berhasil dievakuasi.

3. Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Warga di Padang Pulang Bawa Motor Usai Nobar di Kantor Gubernur

Ribuan warga Kota Padang, Sumatera Barat, yang memadati Halaman Kantor Gubernur Sumbar untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 larut dalam sukacita setelah Spanyol keluar sebagai juara usai mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di partai final yang berlangsung di New Jersey, Senin (20/7/2026). 

Gol tunggal Ferran Torres pada babak tambahan waktu (extra time) memastikan kemenangan Spanyol setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal.

Begitu wasit meniup peluit panjang, ribuan warga yang memenuhi Halaman Kantor Gubernur Sumbar langsung bersorak gembira. 

Tepuk tangan, teriakan, dan lompatan penonton mewarnai suasana sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan Spanyol meraih gelar juara.

Baca juga: Euforia Final Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Serbu Nobar di Kantor Gubernur Sumbar

Wagub Vasko: Jangan Baper, Ini Hanya Sepak Bola

NOBAR PIALA DUNIA- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memberikan keterangan usai menyaksikan nobar pertandingan final Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (20/7/2026).
NOBAR PIALA DUNIA- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memberikan keterangan usai menyaksikan nobar pertandingan final Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (20/7/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Tak hanya masyarakat, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, juga tampak menikmati euforia kemenangan tersebut. 

Ia beberapa kali terlihat tersenyum dan bercanda dengan sejumlah pendukung Argentina yang berada di sekitarnya.

Vasko mengaku bersyukur kegiatan nobar yang digelar Pemerintah Provinsi Sumbar berlangsung aman dan lancar.

"Alhamdulillah hari ini kita berkumpul di Kantor Gubernur Sumbar bersama unsur Forkopimda dan masyarakat. Alhamdulillah acara kita berjalan sukses," kata Vasko kepada wartawan usai pertandingan.

Baca juga: Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia, Pedagang UMKM Raup Berkah di Kantor Gubernur Sumbar

Dalam kesempatan itu, Vasko mengenakan jersey Timnas Spanyol berwarna putih. 

Ia didampingi Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, yang juga mengenakan jersey Timnas Spanyol berwarna merah.

Meski mendukung tim juara, Vasko tetap mengajak para pendukung Argentina untuk menikmati hasil pertandingan dengan lapang dada.

"Untuk penggemar Timnas Argentina tetap semangat, jangan dibawa baper. Ini hanya pertandingan sepak bola," ujarnya.

Usai pertandingan, Vasko bersama Wakapolda Sumbar menyerahkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor kepada salah seorang warga Kota Padang yang beruntung dalam undian doorprize.

Berkah Lapak UMKM Gratis di Tengah Lautan Penonton

PEDAGANG- Belasan stan UMKM melayani ribuan pengunjung yang memadati Halaman Kantor Gubernur Sumbar saat nonton bareng final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Padang, Senin (20/7/2026) dini hari.
PEDAGANG- Belasan stan UMKM melayani ribuan pengunjung yang memadati Halaman Kantor Gubernur Sumbar saat nonton bareng final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Padang, Senin (20/7/2026) dini hari. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Sebelumnya, ribuan warga mulai memadati Halaman Kantor Gubernur Sumbar sejak Minggu (19/7/2026) malam untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.

Di tengah ramainya masyarakat yang hadir, belasan stan UMKM tampak berdiri di sekitar lokasi nobar. Stan tersebut diisi para pedagang yang menjajakan beragam makanan dan minuman.

Berbagai menu ditawarkan, mulai dari sate, nasi goreng, Pop Mie, kopi, kerupuk kuah, hingga aneka makanan dan minuman lainnya.

Salah seorang pedagang, Eko, mengaku mulai berjualan sejak selepas Magrib bersama ibunya.

"Dari Magrib tadi datang. Berjualan dengan ibu," ujarnya.

Menurut Eko, antusiasme masyarakat membuat dagangannya laris terjual.

"Alhamdulillah, cukup ramai yang datang membeli," katanya.

Ia juga mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar tidak memungut biaya kepada pedagang yang membuka lapak di lokasi nobar.

"Gratis, enggak ada yang bayar. Tenda juga disediakan," ucapnya.

Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Dharmasraya Libatkan UMKM, Pemkab Siapkan Dua Lokasi untuk Warga

Pedagang lainnya, Ainun, mengaku dagangan minumannya juga laris dibeli pengunjung.

"Alhamdulillah, minuman saya juga banyak yang laku. Paling banyak air putih," katanya.

Karena tingginya permintaan, ia bahkan harus menambah stok minuman.

"Karena tadi sangat ramai, suami saya sampai membeli stok minuman lagi," ujarnya.

Gemuruh Yel-Yel dan Strategi Hindari Kantuk

warga menyemut di Piala Dunia 2026 20/7/2026
NOBAR PIALA DUNIA- Ribuan warga memadati Halaman Kantor Gubernur Sumbar untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Padang, Senin (20/7/2026) dini hari.

Pantauan TribunPadang.com, warga mulai berdatangan sejak pukul 23.00 WIB dan memenuhi halaman hingga akses masuk Kantor Gubernur Sumbar.

Memasuki pukul 01.20 WIB, jumlah pengunjung terus bertambah. Sebagian besar penonton mengenakan jersey Timnas Argentina maupun Spanyol sebagai bentuk dukungan kepada tim favorit mereka.

Sebelum kick-off, panitia membagikan sejumlah doorprize kepada penonton yang berhasil menjawab pertanyaan seputar pemain hingga legenda Timnas Argentina dan Spanyol.

Saat pertandingan dimulai pukul 02.07 WIB, masyarakat masih terus berdatangan memenuhi lokasi. Kendaraan pengunjung tampak terparkir di sepanjang jalan sekitar Kantor GubernurSumbar.

Suasana semakin semarak ketika pendukung kedua tim silih berganti menyanyikan yel-yel dukungan.

Ari Putra, warga Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, mengaku sengaja datang agar bisa merasakan atmosfer final Piala Dunia bersama ribuan masyarakat.

"Ya, sebenarnya hadir karena ingin menyaksikan final ini bersama masyarakat Kota Padang. Kalau di sini ramai, pasti terasa euforia finalnya," kata Ari.

Ia mengaku tidak ingin melewatkan momen bersejarah tersebut.

"Kalau nonton di rumah sangat rawan ketiduran. Makanya pilih nonton di sini biar enggak rugi melewatkan momen ini," ujarnya.

Ari mengaku menjagokan Spanyol.

"Dukung Spanyol dong. Pemainnya anak-anak muda," katanya.

Baca juga: Cari Lokasi Nobar Final Piala Dunia di Payakumbuh? Pemko Siapkan Layar Raksasa di Tugu Adipura

Sempat Diguyur Hujan, Warga Tetap Menyemut

Hal senada disampaikan Widya, mahasiswa Universitas Negeri Padang. Ia datang bersama teman-teman kampusnya dan mengaku baru pertama kali mengikuti nobar di Halaman Kantor Gubernur Sumbar.

"Perdana datang, diajak teman-teman juga. Karena lagi libur kuliah, makanya mau ikut," ujarnya.

Widya mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat meski sebelumnya sempat turun hujan.

"Tadi saya pikir paling hanya ratusan orang karena hujan. Ternyata setelah sampai di sini, yang datang sangat ramai," katanya.

Menurutnya, euforia final Piala Dunia turut membawa berkah bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.

Baca juga: Ada Doorprize Menarik, Ikuti Nobar Final Piala Dunia 2026 di Padang Panjang Argentina vs Spanyol

"Tentu euforia final ini juga berdampak bagi pedagang-pedagang yang berjualan," ucapnya.

Widya juga mengaku mendukung Spanyol pada laga final tersebut.

Nobar final Piala Dunia itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar.

Kegiatan nobar merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumbar dan TVRI dengan dukungan Polda Sumbar, Bank Mandiri, Bank Nagari, serta Kahf. 

Selain menyaksikan pertandingan melalui layar lebar, masyarakat juga berkesempatan memperoleh berbagai doorprize, termasuk hadiah utama satu unit sepeda motor.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.