Anak Ungkap Momen Orangtuanya Pamit Pergi Kerja sebelum Ditemukan Tewas 2 Hari Kemudian
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 21, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sumatera Selatan - Bita (23) mengungkap detik-detik kedua orang tuanya pamit meninggalkan rumah untuk pergi bekerja di kebun menyadap karet.

Baca juga: Pemuda Banyuasin Hilang Seusai Lompat ke Sungai, Diduga Diseret Buaya Saat Bantu Perbaiki Perahu

Bita tidak menyangka jika itu adalah momen terakhir melihat kedua orang tuanya, Ja'al Dewantara (47) dan Roviko (45), Jumat (17/7/2026) pagi.

Sebab keduanya ditemukan sudah menjadi jasad, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kini kedua jasad warga Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Senin (20/7/2026).

"Pamit dari hari Jumat pagi, tidak ada kabar lagi. Kami baru tahu kalau bapak dan ibu ditemukan dengan kondisi seperti itu pada Minggu sekitar pukul 18.00 WIB, menjelang Magrib. Jarak dari rumah ke TKP sekitar 20 kilometer," kata Bita, anak sulung korban, saat ditemui di RS Bhayangkara.

Kematian Ja'al dan Roviko masih membuat Bita syok. Menurut dia setelah pemeriksaan dokter forensik di RS Bhayangkara selesai, jenazah akan langsung dimakamkan.

"Rencananya langsung dimakamkan di TPU Desa Pulau Harapan, Banyuasin," katanya.

Serahkan Penyelidikan ke Polisi

Firman, adik ipar Roviko, mengatakan pihak keluarga belum memiliki kecurigaan apa pun terkait peristiwa tersebut dan memilih menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada kepolisian.

"Tidak ada kecurigaan. Karena setahu kami tidak ada musuh maupun persoalan dengan warga desa," katanya.

Aminah kemudian melaporkan penemuan itu kepada pemerintah desa setempat. Selanjutnya, personel piket SPKT dan Unit Reskrim Polsek Banyuasin III, Pos Subsektor Sembawa, bersama Unit Reskrim Polres Banyuasin dan Tim Inafis Polres Banyuasin mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Keterangan Polisi

Kasi Humas Polres Banyuasin, Iptu Abu Bakar, mengungkapkan penemuan pasutri yang tewas di dalam kebun karet ini pertama kali diketahui seorang warga bersama cucunya yang melintas di kebun karet tersebut.

Pada Jumat, 17 Juli 2026, pasutri ini awalnya berpamitan untuk pergi menyadap karet di lahan milik mereka sendiri sekira pukul 06.30 WIB.

Namun, setelah hari berganti, keduanya tak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga sempat kebingungan karena selama ini meyakini kedua korban tidak ada masalah internal maupun eksternal kepada siapa pun.

"Berdasarkan keterangan keluarga, kedua korban diketahui berangkat menuju kebun milik mereka pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Sejak itu, keduanya tidak pulang ke rumah dan diketahui dari pihak keluarga keduanya tidak memiliki permasalahan apa-apa," jelas Kasi Humas Polres Banyuasin, Iptu Abu Bakar, Senin (20/7/2026).

Hingga Minggu, 19 Juli 2026 atau dua hari tanpa kabar, titik terang keberadaan korban akhirnya terkuak secara tidak sengaja.

Seorang warga yang sedang melintas bersama cucunya di sekitar area perkebunan karet terkejut melihat dua tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa.

"Saksi yang melintas di kebun karet milik korban sekitar pukul 17.30 WIB saat melintas dan melihat kedua korban sudah tergeletak," kata Iptu Abu Bakar.

Melihat pemandangan mengerikan tersebut, saksi langsung bergegas pulang untuk meminta bantuan.

Setelah memastikan identitas korban adalah JD dan R, warga langsung melapor ke pemerintah desa setempat, yang kemudian diteruskan ke Polsek Banyuasin III.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Banyuasin III, Reskrim Polres Banyuasin, dan Tim Inafis Polres Banyuasin langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat ditemukan, posisi kedua korban sangat mengenaskan dan kondisi jenazah sudah mulai membusuk.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban laki-laki ditemukan dalam posisi tergantung pada pohon karet.

Sedangkan korban perempuan ditemukan tergeletak di bawah depan korban laki-laki.

Guna mengungkap tabir di balik kematian pasutri ini, petugas telah mengevakuasi kedua jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Polisi juga telah mengamankan TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan isu atau asumsi liar yang belum terbukti kebenarannya terkait motif kematian korban.

"Kami meminta kepada masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian korban. Lebih baik menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan forensik yang saat ini masih dalam penyelidikan," pungkas Iptu Abu Bakar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.