Kekecewaan Argentina di final Piala Dunia semakin mendalam setelah kekalahan dari Spanyol disertai dengan ancaman sanksi berat akibat keributan memalukan saat peluit akhir dibunyikan. FIFA telah membuka penyelidikan atas insiden yang terjadi di New Jersey, dengan Leandro Paredes menjadi pusat perhatian dalam kontroversi tersebut.
Kekacauan pecah usai peluit akhir
Kemenangan Spanyol 1-0 yang memastikan gelar Piala Dunia 2026 segera dibayangi oleh serangkaian konfrontasi panas antara para pemain dari kedua tim. Ketegangan dilaporkan meningkat ketika Nahuel Molina memukul Rodri Hernandez, bintang Manchester City, yang tengah merayakan kemenangan di lapangan.
Tindakan tersebut memicu perkelahian besar yang melibatkan sejumlah pemain Argentina dan Spanyol, memaksa pelatih Lionel Scaloni turun tangan untuk menenangkan situasi di skuadnya.
Paredes menjadi sorotan utama dalam kericuhan itu setelah menusuk leher Eric Garcia sebelum melampiaskan amarahnya kepada Gavi. Gelandang berusia 32 tahun itu terlihat memutar dan menjatuhkan pemain muda Barcelona tersebut ke tanah serta mendorongnya, yang akhirnya membuat wasit Slavko Vincic mengusirnya setelah pertandingan berakhir.
Menurut laporan dari jaringan olahraga internasional seperti ESPN dan TyC Sports, Komite Disiplin FIFA kini meninjau laporan wasit serta rekaman video beresolusi tinggi. Jika tindakan Paredes dinilai sebagai agresi kekerasan yang dilakukan dengan sengaja, ia bisa menghadapi larangan bermain yang diperpanjang selama beberapa pertandingan internasional.
Skorsing panjang menanti Paredes
Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, hukuman untuk insiden seperti ini telah diatur secara jelas dan dapat membuat pemain Boca Juniors tersebut absen selama beberapa bulan dari pertandingan internasional resmi. Regulasi menyebutkan bahwa pemain dapat diskors “setidaknya tiga pertandingan karena tindakan kekerasan”.
Rekaman terbaru dari insiden tersebut telah tersebar luas, membuat perilaku Paredes mendapat sorotan tajam dari badan sepak bola dunia. Setiap sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin akan berlaku pada pertandingan resmi Argentina berikutnya.
Penyelidikan FIFA meluas hingga staf pelatih
Paredes bukan satu-satunya pihak yang terancam hukuman, karena FIFA juga mengonfirmasi bahwa mereka membuka penyelidikan lebih luas terhadap perilaku seluruh tim Argentina selama dan setelah upacara penyerahan trofi.
Dilaporkan bahwa asisten pelatih Fabian Ayala juga bisa dijatuhi sanksi setelah rekaman video menunjukkan mantan bek itu memukul Dani Olmo dari Spanyol dan mendorong Eric Garcia di tengah keributan.
Nahuel Molina pun menjadi sorotan karena pukulannya terhadap Rodri, yang diyakini banyak pihak sebagai pemicu berubahnya laga final yang sengit menjadi “pertarungan memalukan”. Komite Disiplin independen FIFA kini sedang menilai apakah tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja atau terjadi karena tekanan situasi pertandingan yang tinggi.
Warisan ternoda bagi Albiceleste
Dampak dari insiden ini juga memiliki dimensi politik, menyusul kontroversi yang telah terjadi selama perjalanan Argentina menuju semifinal. FIFA sebelumnya telah menyelidiki perayaan skuad Argentina usai kemenangan melawan Inggris, ketika para pemain menampilkan spanduk terkait Kepulauan Falkland. Pola masalah disiplin yang berulang ini tampaknya menjadi alasan mengapa FIFA mungkin akan menjatuhkan hukuman tegas setelah final di New Jersey.
Bagi Paredes, insiden ini menjadi titik terendah dalam kariernya, setelah sebelumnya mencapai puncak kejayaan di Piala Dunia Qatar 2022. Meski masih dianggap pahlawan di La Bombonera setelah kembali ke Boca Juniors, sifat “temperamennya yang berapi-api” kembali membawa kerugian bagi tim nasionalnya.