PSEL Bantargebang Siapkan Peluang Kerja Hijau, DPRD Bekasi Usul Green Jobs Academy
Joseph Wesly July 21, 2026 09:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BANTARGEBANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi memproyeksikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantar Gebang tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengatakan keberadaan fasilitas tersebut dinilai berpotensi membuka peluang kerja hijau (green jobs) bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga di wilayah Bantar Gebang.

Dorong Peningkatan SDM dan Kesejahteraan

"Bukan hanya mengolah sampah menjadi energi listrik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja hijau bagi masyarakat lokal," kata Wildan, dikutip dalam unggahan media sosial Instagram Wildan Fathurrahman, Selasa (21/7/2026).

Wildan menegaskan keberhasilan PSEL tidak semata-mata diukur dari banyaknya sampah yang diolah maupun besaran energi listrik yang dihasilkan.

Baca juga: PSEL Bantar Gebang Bukan Sekadar Pembangkit Listrik, Ketua DPRD Bekasi Sebut Akan Ubah Wajah Kawasan

Sebab, indikator keberhasilan lainnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terbukanya kesempatan kerja baru, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar kawasan proyek.

"Masyarakat jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama," tegasnya.

Usulkan Green Jobs Academy

Wildan memaparkan, PSEL Bantar Gebang dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari dengan potensi menghasilkan listrik sekitar 18,5 megawatt (MW).

Dengan kapasitas tersebut, beragam jenis pekerjaan diperkirakan akan dibutuhkan ketika fasilitas mulai beroperasi, mulai dari operator fasilitas, teknisi, petugas keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tenaga laboratorium, tenaga administrasi, hingga sektor pendukung lainnya.

Guna mempersiapkan kebutuhan tenaga kerja tersebut, Wildan mengusulkan pembentukan Green Jobs Academy Bantar Gebang.

Usulan itu diharapkan menjadi wadah pelatihan sekaligus sertifikasi bagi masyarakat lokal agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri hijau.

Libatkan Berbagai Pihak

Dalam realisasinya kelak, PSEL dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, pengelola PSEL, Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah menengah kejuruan (SMK), perguruan tinggi, hingga dunia usaha.

Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat di sekitar kawasan PSEL diharapkan telah siap memasuki dunia kerja ketika operasional fasilitas dimulai.

Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan PSEL juga dinilai dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Aktivitas industri di kawasan tersebut berpotensi menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, serta mendorong tumbuhnya ekonomi hijau yang berkelanjutan di Kota Bekasi.

"Investasi terbaik bukan hanya pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pembangunan manusia," pungkasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.