TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta dan Persib Bandung sama-sama memperkuat lini tengahnya menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2026/2027.
Menariknya, kedua tim rival tersebut kini sama-sama memiliki gelandang berkaki kidal, yakni Stjepan Loncar di Persija dan Gakuto Notsuda di Persib.
Stjepan Loncar datang ke Persija dengan bekal pengalaman bermain di Eropa bersama NK Istra 1961.
Gelandang asal Bosnia dan Herzegovina itu juga tengah berada di usia emas, yakni 29 tahun, serta pernah mencatatkan 11 penampilan bersama tim nasional senior negaranya.
Pada musim lalu bersama NK Istra 1961, Loncar tampil dalam 33 pertandingan.
Ia mencatatkan tiga gol, enam assist, dan mengoleksi 2.781 menit bermain.
Salah satu statistik yang paling mencuri perhatian adalah jumlah sentuhan bolanya.
Dari total menit bermain tersebut, Loncar membukukan 1.499 sentuhan bola yang menunjukkan besarnya peran sang pemain dalam mengatur ritme permainan tim.
"Berarti lebih dari dua kali lipatnya atau setengahnya dalam permainannya itu dia berhasil melakukan sentuhan. Jadi satu menit bermain itu hampir selalu dia pegang bola sekali. Betapa pentingnya perannya dalam sebuah permainan sepak bola," ujar Bung Rensu yang dikutip dari YouTube Channelnya, @katarensu pada Selasa (21/7/2026).
Selain piawai menguasai bola, Loncar juga dikenal sebagai pemain serbabisa.
Posisi utamanya adalah gelandang tengah atau box-to-box midfielder, namun ia juga dapat dimainkan sebagai gelandang bertahan, gelandang serang, hingga sayap kanan.
Akurasi umpannya pun tergolong tinggi.
Loncar memiliki tingkat keberhasilan umpan mencapai 80,8 persen, mampu menciptakan peluang emas bagi rekan setim, serta mencatatkan 27 tekel sepanjang musim.
Di kubu Persib Bandung, hadir nama Gakuto Notsuda yang juga berposisi sebagai gelandang dan memiliki kaki dominan kiri.
Pemain asal Jepang itu didatangkan dari BG Pathum United dan membawa pengalaman panjang bersama Sanfrecce Hiroshima.
Notsuda juga pernah memperkuat Timnas Jepang.
Ia menjalani debut bersama tim senior pada ajang EAFF E-1 Championship 2022 dan ikut membawa Samurai Biru meraih gelar juara.
Pemain kelahiran Hiroshima tersebut dikenal memiliki visi bermain yang baik serta fleksibilitas tinggi di lini tengah.
Selain sebagai gelandang tengah, Notsuda juga mampu dimainkan sebagai gelandang serang maupun gelandang kiri.
"Tim pelatih melihat Gakuto sebagai pemain yang memiliki kualitas, pengalaman, dan fleksibilitas yang dibutuhkan tim," kata Bos Persib Bandung Adhitia Putra Herawan.
"Sebagai seorang gelandang, ia dapat bermain di beberapa posisi, baik sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun gelandang serang," papar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat itu.
Pemain kelahiran Hiroshima 6 Juni 1994 ini tercatat mengoleksi tiga gelar Liga Jepang bersama Sanfrecce Hiroshima musim 2012, 2013, dan 2015.
Dihimpun dari Transfermarkt ia punya 173 penampilan di J1 League dengan catatan 14 gol dan 23 assist di tiga tim berbeda Sanfrecce Hiroshima, Shimizu S-Pulse (loan), dan Vegalta Sendai (loan).
Dirinya juga pernah merasakan atmosfer Liga Champions Asia 2016 dan 2019.
Usai pengabdiannya lebih dari satu dekade, Notsuda memutuskan hijrah ke Liga Thailand musim 2024-2025 gabung BG Pathum United.
Kemampuan mengatur tempo permainan menjadi salah satu kelebihan pemain berusia 32 tahun itu.
Berbekal kaki kirinya, Notsuda dinilai mampu membuka ruang, mengalirkan umpan-umpan terukur, hingga membantu fase bertahan saat tim kehilangan bola.
Dengan karakter yang sama-sama mengandalkan kaki kiri serta memiliki kemampuan mengatur permainan, duel Stjepan Loncar dan Gakuto Notsuda diprediksi menjadi salah satu persaingan menarik di lini tengah Liga 1 musim 2026/2027.
Kehadiran keduanya diharapkan dapat memberikan warna baru dalam rivalitas klasik antara Persija Jakarta dan Persib Bandung.