Kapolres Kerahkan 250 Personel Sapu PETI di Geopark Merangin, Temukan 3 Titik Tambang Emas Ilegal
asto s July 21, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Sebanyak 250 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir kawasan Geopark Merangin atau UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin, Senin (20/7/2026). 

Operasi terpadu itu dilakukan sebagai langkah tegas menghentikan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang mengancam kelestarian situs warisan geologi dunia tersebut.

Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di halaman Rumah Dinas Bupati Merangin yang dipimpin Kabag Ops Polres Merangin, AKP Edi Bernawan.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya sterilisasi kawasan Geopark Merangin dari segala bentuk aktivitas tambang emas ilegal.

"Kami bersama Tim Terpadu melaksanakan sterilisasi kawasan Geopark Merangin dari aktivitas PETI melalui sosialisasi, patroli, penyisiran hingga penegakan hukum secara terpadu," kata AKBP Kiki Firmansyah Efendi kepada Tribunjambi.com.

Tim gabungan terdiri dari personel Polres Merangin, Kodim 0420/Sarko, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Badan Pengelola Geopark Merangin, Basarnas, organisasi perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan tiga titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI di kawasan inti Geopark Merangin.

Selain itu, tim juga mengamankan dua boks peralatan pendukung aktivitas PETI yang kemudian dimusnahkan di lokasi dengan cara dipotong menggunakan gergaji agar tidak dapat digunakan kembali.

"Dari pelaksanaan penertiban ini, kami menemukan dua boks alat pendukung aktivitas PETI dan langsung dimusnahkan dengan cara dipotong menjadi bagian-bagian kecil," ujarnya.

Menurut AKBP Kiki, aktivitas PETI yang berlangsung di kawasan inti Geopark Merangin berpotensi merusak situs geologi yang menjadi aset penting Kabupaten Merangin.

"Di zona inti kami menemukan tiga titik yang dijadikan lokasi aktivitas PETI. Jika terus dibiarkan, aktivitas tersebut dapat merusak situs yang berada di kawasan Geopark Merangin," katanya.

Medan Terjal dan Diguyur Hujan

Kapolres mengungkapkan, operasi penertiban tidak berjalan mudah. Tim harus melewati medan yang terjal dan licin akibat hujan.

Meski demikian, seluruh personel berhasil menyelesaikan operasi dengan aman.

"Alhamdulillah seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan baik dan kembali dalam keadaan selamat meski menghadapi medan yang cukup berat dan cuaca hujan," ujarnya.

Penertiban Berlangsung Sejak Mei

AKBP Kiki menjelaskan, upaya membersihkan kawasan Geopark Merangin dari aktivitas PETI bukan kali pertama dilakukan.

Sejak Mei 2026, Polres Merangin bersama pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari sosialisasi melalui media sosial dan pemerintah desa, patroli rutin, hingga operasi penegakan hukum.

Ke depan, patroli gabungan berskala besar akan terus digelar untuk memastikan kawasan Geopark Merangin bebas dari aktivitas tambang ilegal.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI di kawasan Geopark Merangin. Apabila saat patroli kami menemukan adanya aktivitas tersebut, kami tidak akan segan melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur. Kami juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan ini," tegasnya.

Kapolres menambahkan, selain merusak kawasan Geopark Merangin, aktivitas PETI juga berpotensi memicu bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat kerusakan lingkungan.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Merangin berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya penyelamatan kawasan UNESCO Global Geopark Merangin dari ancaman aktivitas tambang emas ilegal. (Tribunjambi.com/Frengky Widarta)

Baca juga: Malam Ini Karhutla di Rantau Panjang Kumpeh Muaro Jambi, 2 Helikopter Water Bombing ke Lokasi

Baca juga: Kecelakaan Maut Lagi di Jalan Ness Jambi, 1 Perempuan Tewas Akibat Hindari Lubang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.