TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR – Identitas sesosok mayat yang ditemukan mengapung di tepian Danau Singkarak, kawasan Jorong Muaro Tibalau, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (21/7/2026), akhirnya terungkap.
Korban diketahui merupakan seorang pria berinisial E (69), warga Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh.
Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, mengatakan identitas korban dipastikan setelah pihak keluarga datang ke rumah sakit dan mengenali jasad tersebut.
"Ya betul, tadi ada yang melapor bahwa jasad tersebut adalah keluarganya. Jasad tadi juga sudah diambil oleh pihak keluarga untuk disemayamkan," kata Ronald kepada TribunPadang.com.
Baca juga: 8 Bulan Pascabanjir, Warga Kapalo Koto Belum Terima Jadup, Syafrizal: Sehari Bisa Tanpa Pemasukan
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal dunia setelah terjatuh ke Danau Singkarak. Namun, dugaan tersebut masih menunggu pendalaman lebih lanjut.
Ronald menjelaskan, korban memiliki riwayat penyakit dan sebelumnya telah dilaporkan hilang selama empat hari.
"Korban ini mempunyai riwayat penyakit dan sudah tua. Korban juga sudah dilaporkan menghilang sejak empat hari yang lalu atau dari hari Jumat (17/7/2026). Jadi kami menduga korban saat itu sedang beraktivitas di tepi danau lalu terjatuh. Tapi itu baru dugaan saja," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan surat pernyataan yang diterima TribunPadang.com, istri korban, Tinnur, menyatakan bahwa jasad yang ditemukan di tepian Danau Singkarak merupakan suaminya.
Dalam surat tersebut, ia juga menjelaskan bahwa korban telah dinyatakan hilang sejak Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Ganti Rugi Lahan Pertanian Belum Cair, Penyintas Huntara Padang Masih Menunggu Kepastian
Pihak keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas kematian korban serta tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Selain itu, keluarga juga menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun maupun meminta kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban.
Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak pergi ke sawah sekitar pukul 08.00 WIB.
Sawah milik warga itu berada di dekat tepian danau, tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban.
Wali Nagari Batu Taba, Destriyanto, mengatakan warga tersebut tidak sengaja melihat sesosok jasad yang sudah terapung di pinggir danau.
Baca juga: Tak Mampu Bayar Tagihan Listrik Huntara Padang, Penyintas Bencana Minta Pemerintah Turunkan Daya
"Benar, ada penemuan sesosok mayat di tepian danau di kawasan Jorong Muaro Tibalau, Nagari Batu Taba," ujar Destriyanto kepada TribunPadang.com.
Menurutnya, karena merasa takut, warga tersebut tidak mendekati jasad, melainkan segera memberi tahu anaknya.
Selanjutnya, anak warga tersebut menghubungi Wali Nagari untuk melaporkan temuan itu.
"Jadi sekitar pukul 08.00 WIB warga kami pergi ke sawah. Tidak sengaja dia melihat jasad terapung di tepi danau. Karena takut, dia memberi tahu anaknya. Lalu anaknya menelepon saya, kemudian kami langsung berkoordinasi dengan pihak berwajib seperti Puskesmas, BPBD dan instansi terkait lainnya," katanya.
Setelah laporan diterima, proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Destriyanto mengatakan jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.20 WIB dan langsung dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk penanganan lebih lanjut.
"Untuk saat ini jasad tersebut sudah berhasil dievakuasi. Sekitar pukul 10.20 WIB sudah dibawa ke RSUD Padang Panjang," ujarnya.
Baca juga: Mayat di Danau Singkarak Sulit Diidentifikasi, Polisi Ungkap Jasad Sudah Menggembung
Ia menyebut, dari pengamatan awal, korban diduga berjenis kelamin laki-laki dengan usia diperkirakan lebih dari 50 tahun.
Namun identitasnya belum dapat dipastikan karena saat ditemukan posisi tubuh dalam keadaan tertelungkup.
"Kalau tadi tampaknya seperti laki-laki. Tidak terlalu jelas karena dalam keadaan tertelungkup. Kisaran umurnya sekitar 50 tahun lebih," ucapnya.
Selain itu, korban ditemukan hanya mengenakan celana dalam.
"Saat ditemukan jasad itu tidak menggunakan pakaian, hanya seperti menggunakan celana dalam saja," katanya.
Ditemukan dengan Bekas Luka di Kaki dan Pinggang
Destriyanto juga mengungkapkan terdapat bekas luka pada bagian kaki dan pinggang korban.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan penyebab luka tersebut dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Ada bekas-bekas luka pada bagian kaki dan pinggangnya. Untuk tindak lanjutnya nanti coba tanyakan ke pihak kepolisian," ujarnya. (*)