Saksi Sempat Lihat Brigadir EWS Sempoyongan Pagi Buta sebelum Meninggal
Mareza Sutan AJ July 21, 2026 10:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dini hari pada Sabtu (18/7/2026) di sebuah kamar indekos, seorang anggota Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur ditemukan tak bernyawa.

Adalah Brigadir Eko Winarno Saputra (EWS) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos yang berada di Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab TImur.

Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka berupa lecet dan memar.

Di tengah beredarnya informasi yang menyebut Brigadir EWS diduga menjadi korban tindak kekerasan, kepolisian menegaskan penyebab kematian masih dalam tahap penyelidikan.

Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra mengatakan, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara pasti kronologi dan penyebab meninggalnya Brigadir Eko.

"Baru dugaan, masih dalam proses penyelidikan. Sekarang kami masih memeriksa saksi untuk mengetahui kronologinya," kata Ade Candra, Selasa (21/7).

Dugaan Konsumsi Minuman Keras

Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh dari para saksi, Brigadir EWS diketahui mengonsumsi minuman keras bersama empat rekannya yang juga merupakan anggota Polri di sebuah rumah indekos.

Menurut hasil pemeriksaan awal, setelah dalam kondisi mabuk berat, Brigadir EWS keluar dari kamar dengan langkah sempoyongan. Ia diduga terjatuh dan membentur tiang jemuran.

"Korban minum minuman keras bersama empat anggota Polri. Saat mabuk berat, dia keluar, sempoyongan lalu terjatuh mengenai tiang jemuran.

"Rekannya kemudian menolong dan melihat korban mengeluarkan busa," ujar Ade Candra.

Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setibanya di rumah sakit, Brigadir EWS dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolres menegaskan, kronologi tersebut masih sebatas hasil keterangan awal dari para saksi dan belum menjadi kesimpulan penyidik.

"Ini kronologi masih berdasarkan keterangan para saksi, sehingga belum menjadi kesimpulan akhir penyidik," kata Kapolres Tanjabtim.

Hingga saat ini, seluruh dugaan terkait penyebab kematian Brigadir EWS masih terus didalami oleh penyidik.

Luka Lecet dan Memar

Penyelidikan atas kasus kematian Brigadir EWS masih terus berlangsung.

Berdasarkan hasil visum sementara, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Luka-luka tersebut berupa lecet dan memar yang terdapat di beberapa bagian tubuh, termasuk pelipis, tangan, dan kaki.

"Ada luka lecet, memar di pelipis, kemudian di kaki dan tangan juga ada.

"Makanya ini masih kami dalami apakah ada dugaan kekerasan fisik atau penyebab lainnya," jelas Kapolres.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah luka-luka tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian atau merupakan akibat korban terjatuh.

AKBP Ade Candra menegaskan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, terbuka, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mendalami hasil visum.

"Masih dalam proses penyelidikan. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi," ujar AKBP Ade.

Selain itu, kepolisian juga masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan, termasuk hasil autopsi apabila dilakukan atas permintaan keluarga.

Keluarga Soroti Kejanggalan dan Minta Autopsi

Sebelumnya, keluarga Brigadir Eko Winarno Saputra mengaku menemukan sejumlah kejanggalan terkait kematian korban.

Kecurigaan tersebut muncul setelah pihak keluarga melihat adanya luka di beberapa bagian tubuh almarhum ketika jenazah dipulangkan ke rumah duka.

Atas dasar itu, keluarga meminta agar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian Brigadir EWS sekaligus menjawab berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Keluarga berharap hasil autopsi dapat memberikan kepastian ilmiah mengenai penyebab meninggalnya korban serta mencegah munculnya berbagai spekulasi. (fan)

Suasana Duka

Suasana berkabung masih menyelimuti kediaman Brigadir Eko Winarno Saputra di Jalan Pertabas, Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Saat Tribun Jambi mendatangi rumah duka pada Selasa (21/7) siang, bendera kuning masih terpasang di halaman rumah.

Sejumlah papan ucapan belasungkawa dari para perwira Polres Tanjung Jabung Timur juga terlihat berjajar di lokasi.

Pihak keluarga belum bersedia memberikan keterangan kepada awak media.

Salah seorang anggota keluarga meminta media menghormati proses penyelidikan yang masih berjalan.

"Maaf, kami belum bisa beri informasi, mungkin besok," ujarnya singkat.

Polda Jambi Ambil Alih

Penyelidikan kasus kematian Brigadir EWS kini ditangani langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.

Kasus tersebut mendapat perhatian khusus dari Kapolda Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan Kapolda Jambi telah menginstruksikan agar penyelidikan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

“Untuk hal ini Pak Kapolda menjadi atensi, memerintahkan untuk segera dilakukan proses penyelidikan.

"Saat ini Polres Tanjabtim dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut,” ujar Erlan, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, penanganan perkara telah diambil alih oleh Polda Jambi dan ditangani langsung oleh Ditreskrimum.

Tim gabungan bersama Polres Tanjabtim saat ini masih mengumpulkan berbagai fakta untuk mengungkap penyebab kematian Brigadir EWS.

“Perkara ini menjadi atensi. Saat ini penanganannya ditarik ke Polda Jambi dan ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Jambi,” katanya.

Dalam proses penyelidikan, penyidik telah meminta keterangan dari lima orang saksi.

Namun, kepolisian belum mengungkap hasil pemeriksaan maupun kronologi lengkap karena penyelidikan masih berlangsung.

“Kronologi kejadian nanti akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan yang dilakukan tim gabungan,” ucap Erlan.

Selain memeriksa para saksi, penyidik juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah Brigadir EWS di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

Hasil autopsi tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan penyebab kematian korban.

“Terhadap jenazah korban sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi. Nanti kita tunggu hasilnya yang disampaikan oleh dokter yang menanganinya,” kata Erlan.

(Tribunjambi.com/Rifani Halim/Srituti Apriliani Putri)

 

Baca juga: Keluarga Brigadir Eko Belum Bersedia Bicara, Minta Publik Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Baca juga: Wanita Bergeming di Belakang Rumah di Tebo setelah Hidup Terenggut Tadi Pagi

Baca juga: Pria asal Aceh Tergesa Tinggalkan Koper Berisi Sabu 2Kg di Bandara Sultan Thaha

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.