Keberadaan Atlet Golf Jesslyn Wijaya setelah Dugaan Penculikan Akhirnya Terungkap, Pergi ke Malaysia
Eri Ariyanto July 22, 2026 05:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya memasuki babak baru setelah polisi mengungkap lokasi terkini korban.

Hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Pusat menunjukkan Jesslyn ternyata telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Keberangkatan itu terjadi sehari setelah ia diduga dijemput paksa oleh empat hingga lima pria dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Berdasarkan manifes perjalanan yang diperoleh penyidik, Jesslyn tidak bepergian seorang diri.

Ia diketahui terbang ke Malaysia bersama dua orang yang memiliki hubungan keluarga dengannya.

Temuan tersebut membuat polisi memanggil dua anggota keluarga Jesslyn, termasuk sang ayah, untuk dimintai keterangan.

Meski begitu, aparat memastikan penyelidikan belum dihentikan karena masih harus memastikan kondisi dan keselamatan Jesslyn.

Polisi juga masih mendalami apakah peristiwa penjemputan paksa tersebut mengandung unsur tindak pidana atau tidak.

Sejauh ini, belum ditemukan indikasi adanya permintaan uang tebusan maupun motif pasti di balik insiden tersebut.

Sementara itu, keterangan para saksi menguatkan bahwa penjemputan paksa memang terjadi meski tidak ada rekaman CCTV yang merekam kejadian.

Baca juga: Gebrakan Menkeu Purbaya, Bantah Ekonomi Memburuk, Sebut Angka Pengangguran di Indonesia Menurun

Seperti diketahui, fakta terbaru terkait lokasi keberadaan Jesslyn Wijaya, atlet golf yang dikabarkan diculik.

Ternyata Jesslyn kepergok terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, bersama dua orang kerabat sehari setelah diduga dijemput paksa oleh sekelompok pria dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. 

Fakta tersebut diungkapkan Polres Metro Jakarta Pusat berdasarkan hasil pelacakan manifes perjalanan yang dilakukan dalam penyelidikan kasus dugaan penculikan terhadap Jesslyn. 

"Setelah kita lakukan rangkaian kegiatan, ternyata yang bersangkutan kejadian tersebut tanggal 13, tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes perjalanan yang kami terima," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026). 

Roby mengatakan, Jesslyn berangkat ke Kuala Lumpur bersama dua orang yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengannya. 

"Berdasarkan informasi tersebut, J diketahui melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J," ujar Roby. 

Atas temuan itu, penyidik kini memanggil dua anggota keluarga Jesslyn, termasuk ayahnya, untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. 

"Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat," jelas Roby. 

KASUS PENCULIKAN - Jesslyn Wijaya, atlet golf perempuan yang diduga menjadi korban penculikan oleh sekelompok pria tak dikenal di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat pada Senin (13/7/2026). (Dokumentasi/Kuasa Hukum Pelapor)

Meski demikian, polisi menegaskan penyelidikan belum dihentikan. 

Penyidik masih berupaya memastikan keselamatan Jesslyn sekaligus mengungkap apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. 

"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat masih belum menghentikan penyelidikan sampai kami dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana," ucap Roby. 

Dalam penyelidikan sementara, polisi juga membenarkan adanya peristiwa penjemputan paksa terhadap Jesslyn di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026). 

"Memang benar ada kejadian sesuai dengan yang dilaporkan, yaitu peristiwa membawa korban atas nama J oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa," ungkap Roby. 

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik penjemputan paksa tersebut. 

"Untuk motif sendiri, kita masih belum bisa pastikan. Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan, namun sampai saat ini belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan dan sebagainya," kata Roby. 

Polisi juga mengungkapkan bahwa tidak terdapat kamera pengawas (CCTV) di lokasi yang merekam kejadian. 

Meski demikian, sejumlah saksi membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

"Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut," ujar Roby.

(TribunNewsmaker.com/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.