Gebrakan Menkeu Purbaya, Bantah Ekonomi Memburuk, Sebut Angka Pengangguran di Indonesia Menurun
Eri Ariyanto July 22, 2026 05:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan Menteri Keuangan Republik Indonesa (RI) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai kondisi ekonomi Indonesia kembali menjadi sorotan publik.

Di tengah maraknya kabar perusahaan tutup, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga isu pelemahan daya beli masyarakat, Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional tidak sedang memburuk.

Ia membantah anggapan bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis ekonomi akibat banyaknya perusahaan yang bangkrut atau hengkang dari dalam negeri.

Menurut Purbaya, sejumlah indikator ekonomi justru menunjukkan tren yang masih positif.

Salah satu indikator yang disorot adalah tingkat pengangguran yang diklaim terus mengalami penurunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai penurunan angka pengangguran menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah terus memantau berbagai indikator makroekonomi untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Menurutnya, berbagai tantangan global memang memberikan tekanan, namun fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi gejolak tersebut.

Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang mendukung dunia usaha sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas berkembangnya narasi bahwa kondisi ekonomi Indonesia semakin memburuk akibat perlambatan aktivitas industri dan meningkatnya kasus PHK di sejumlah sektor.

Dengan klaim penurunan tingkat pengangguran tersebut, pemerintah berharap optimisme terhadap prospek ekonomi nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tindaklanjuti Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Kasus Masuk Tahap Penelaahan

Terbaru, Menkeu Purbaya membantah bahwa kondisi ekonomi Indonesia memburuk karena banyaknya perusahaan yang mengalami kebangkrutan atau hengkang dari Indonesia. 

Menurut Purbaya, yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibanding semester satu tahun 2013 lalu yakni mencapai 5,06 persen.

“Pertumbuhan ekonomi 5,06 persen itu kan tertinggi triwulan pertama sejak tahun 2013 katanya, lucu, dibanding triwulan pertama,” klaim Purbaya.

Namun kata Purbaya, di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat bukan berarti tidak ada perusahaan yang tutup atau bangkrut.

Hal itu menurut Purbaya hal yang wajar apabila masih ada perusahaan bangkrut meski ekonomi membaik. 

Menjadi hal penting kata Purbaya, harus dihitung berapa perusahaan yang bangkrut dan yang baru muncul.

Perusahaan-perusahaan baru yang muncul itulah yang diklaim bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru di Indonesia.

“Jadi, Anda jangan lihat yang exit aja. Karena di ekonomi yang lagi tumbuh pun, ada perusahaan bangkrut. Jadi, mesti dilihat yang yang tercipta seperti apa lapangan kerjanya,” ungkap Purbaya.

MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Rabu (11/2/2026).
MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Rabu (11/2/2026). (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Purbaya pun mengklaim bahwa dari data yang dimiliknya, saat ini penciptaan lapangan kerja banyak tercipta di Indonesia dibanding angka pengangguran baru.

“Unemployment turun, sepertinya sih banyak adanya penciptaan lapangan kerja dibanding yang keluar,” klaimnya. 

Menurut Purbaya, pertumbuhan lapangan kerja baru ini karena pemerintah saat ini banyak memberikan stimulus terhadap perekonomian. 

Sehingga angka pemecatan bisa ditekan dengan angka penerimaan lapangan kerja baru.

Sebelumnya Purbaya melaporkan bahwa angka pengangguran dan kemiskinan turun dari tahun 2024 ke 2025. 

Kata Purbaya, penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen pada bulan Agustus 2025 lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2024 yang mencapai 4,91 persen.

Purbaya menjelaskan data tersebut dalam penyampaian pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026) lalu.

(TribunNewsmaker.com/Wartakota)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.