Sejumlah SPBU Padat, Pekerja di Karanganyar Jateng Rela Pakai Jam Istirahat Demi Antre Pertalite
Putri Asti July 22, 2026 07:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Setiap kali harga BBM mengalami perubahan, masyarakat selalu dihadapkan pada rasa cemas. 

Bukan hanya soal biaya yang harus dikeluarkan, tetapi juga dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Meski harga BBM telah diperbarui pada awal Juli, suasana di sejumlah SPBU masih belum berubah. 

Antrean kendaraan tetap terlihat memenuhi area pengisian bahan bakar.

ANTREAN PERTALITE MENGULAR - Dampak kenaikan harga BBM Pertamax, antrean Pertalite di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar, di perbatasan Kota Solo mengular panjang, pertengahan Juni 2026 ini.
ANTREAN PERTALITE MENGULAR - Dampak kenaikan harga BBM Pertamax, antrean Pertalite di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar, di perbatasan Kota Solo mengular panjang, pertengahan Juni 2026 ini. (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso/Agung Budi Santoso)

Bagi sebagian warga, membeli BBM kini bukan sekadar rutinitas singkat. 

Mereka harus meluangkan waktu ekstra untuk menunggu giliran di tengah padatnya antrean.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SPBU Klodran di kawasan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: BBM Naik, Motor Listrik Kini Jadi Idola Baru, Warga di Karanganyar Ngaku Tak Pernah ke SPBU Lagi

SPBU tersebut hampir setiap hari dipenuhi kendaraan. 

Barisan motor dan mobil yang mengular menjadi pemandangan yang kerap terlihat.

Pengendara yang datang harus bersabar menghadapi antrean panjang. Tidak sedikit dari mereka yang rela menunggu demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan perjalanan.

Namun, kesabaran itu perlahan mulai diuji. 

Sebagian warga mengaku mulai merasa lelah dengan waktu tunggu yang semakin menguras tenaga.

Bagi pekerja dengan jadwal padat, antrean panjang di SPBU menjadi tantangan tersendiri. 

Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru harus dialihkan untuk membeli BBM.

Hal itu dirasakan oleh Fitri, seorang pekerja kantoran yang berdomisili di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Fitri mengaku harus mencari waktu khusus agar tidak terjebak antrean yang terlalu panjang. 

Bahkan, ia rela menggunakan waktu istirahat kantor untuk mengisi bahan bakar.

Menurut Fitri, memilih waktu yang tepat menjadi cara agar aktivitas membeli BBM tidak terlalu mengganggu pekerjaannya.

"Kadang untuk menghindari antrean panjang, saya terpaksa beli BBM saat jam istirahat kantor," ungkapnya.

Bagi Fitri, waktu paling melelahkan adalah ketika pagi hari dan jam pulang kerja tiba.

Pada jam-jam tersebut, kendaraan mulai memenuhi area SPBU. Antrean yang panjang membuat proses pengisian BBM menjadi lebih lama dari biasanya.

"Karena jika sudah memasuki jam berangkat atau pulang kerja, antrean benar-benar panjang dan melelahkan. Tapi mau tidak mau harus beli juga," ujarnya.

Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana perubahan harga dan kebutuhan BBM tetap menjadi perhatian masyarakat. Mereka harus menyesuaikan waktu agar kebutuhan bahan bakar tetap terpenuhi.

(TribunStyle.com/Putri Asti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.