Sebanyak 31 31 kartu keluarga (KK) yang belum menerima bantuan Jadup.
Kemudian terkait harga emas dan berburu ketan durian di Pasar Raya Padang.
Baca juga: 8 Bulan Pascabanjir, Warga Kapalo Koto Belum Terima Jadup, Syafrizal: Sehari Bisa Tanpa Pemasukan
1. 31 KK Belum Terima Jadup di Huntara Kapalo Koto Padang, Warga Minta Pemerintah Segera Beri Kepastian
Penyintas bencana di hunian sementara (Huntara) Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang mengeluhkan terkait bantuan jaminan hidup (Jadup) atau lauk pauk pasca delapan bulan banjir bandang.
Diketahui, banjir bandang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu. Membuat masyarakat harus tinggal di huntara.
Rumah, harta benda, dan maya pencarian mereka hancur dilanda banjir bandang. Namun bantuan yang dijanjikan pemerintah, belum kunjung diterima.
Berdasarkan data yang didapat TribunPadang.com di lapangan, terdapat 31 kartu keluarga (KK) yang belum menerima bantuan Jadup.
Berikut daftar 31 KK belum menerima bantuan pasca delapan bulan bencana:
Baca juga: Rahasia Gurih Manis Katan Durian Warung Kenzi di Pasar Raya Padang, Olahan Simpel Menggugah Selera
1. Yusrizal, huntara 1 No. 8 Kel Kapalo Koto
2. David Kurniawan Muthalib, huntara 1 No.7
3. Ananda Noval Riandes, huntara 1 No.48
4. Andri Satria, di huntara 1 No.39
5. Edra Wibisono, di huntara 1 No. 45
6. Santy Nazwar, di huntara 1 No.38
7. Desy Suryani, di huntara 1 No.41
8. Nasril Huntara 1 no 34.
9. Ganda April Dinata Huntara 1 No.36
Baca juga: PLN UP3 Payakumbuh Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bangun Sinergi dengan TRC BPBD untuk Jaga Listrik
10. 10. Aminudin, di huntara 1 No. 44
11. Defri Yanto di huntara 1 No. 49
12. Ibrahim, di huntara 1 No.18
13. Muhamad Mughni Hadi, di huntara 1 No.36
14. Murni Enita, di huntara 1 No.20
15. Irwan/Ijah, di huntara 1 No.22
16. Sabiqri Sukron, di huntara 1 No.25
17. Tando, di huntara 1 No.28
18. Suhermanto, di huntara 2 No.57
19. Syahrizal/at, di huntara 2 No.77
20. Elni, di huntara 2 No.58
Baca juga: Identitas Belum Diketahui, Mayat di Danau Singkarak Dievakuasi ke RSUD Padang Panjang
21. Ilham Wahyudi, di huntara 2 No.78
22. Hendri/El, di huntara 2 No.66
23. Riki Yama, di huntara 2 No.74
24.. Masyafri, di huntara 2 No.86
25. Kairul, di untara 2 No.6
26. Suardi, di huntara 2 No.67
27. Zumkhari Rivandi, di huntara 2 No.93
28. Riki Chandra, di huntara 2 No.59
29. Novri Ariance di huntara 2 No.71
30. Frenky, di huntara 2 No.69
31. Hendri, di huntara 2 No.82
Baca juga: Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Diserbu Warga saat CFD Padang, Promo Berlaku hingga 27 Juli
Salah satu korban bencana, Syafrizal (56) mengaku belum menerima seribu rupiah pun bantuan Jadup.
Kata dia, bantuan tersebut dijanjikan pemerintah Rp15.000 per kepala. Akan tetapi, dia tidak mengetahui alasan belum menerima bantuan Jadup.
"Sampai saat ini, delapan bulan setelah bencana, saya belum menerima satu persen pun bantuan Jadup ini. Sebagian masyarakat sudah menerima, saya belum sama sekali," ucapnya, Selasa (21/7/2026).
Padahal kata dia, rumahnya juga hancur, bahkan hanyut terbawa banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Ia lalu membandingkan dengan korban bencana lainnya yang rumah mereka hancur, namun Syafrizal tidak mendapatkan hak yang sama.
Baca juga: Siaga Potensi Gangguan Kamtibmas, Polres Padang Panjang Gelar Latihan Pengendalian Massa
"Saya tidak tahu alasannya, padahal saya sama-sama terdampak, rumah hancur dan hanyut. Saya mohon pemerintah atau pihak terkait bisa memberikan jawaban," tegasnya.
Sama halnya, warga lainnya bernama Nila juga mengaku belum menerima bantuan Jadup yang dijanjikan pemerintah.
Ia yang menjadi bagian dari 31 KK tersebut hanya dijanjikan, sampai saat ini masih menunggu pencairan.
"Hingga kini belum juga dapat, data kami sudah diminta, totalnya 31 KK. Harapan kami, segera cairkan bantuan ini, bisa membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari," sebutnya. (*)
2. Harga Emas Perhiasan di Pasar Raya Padang Stagnan Rp5.450.000 per Ameh
Harga emas perhiasan di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, terpantau stabil dan belum mengalami perubahan dalam tiga hari terakhir, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan pantauan langsung reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lapangan, aktivitas jual beli emas di salah satu pusat perdagangan utama di Kota Padang tersebut masih didominasi oleh transaksi emas jenis perhiasan.
Kondisi pergerakan harga emas ini dikonfirmasi oleh salah seorang karyawan Toko Emas Murni Pasar Raya Padang, Dani, saat ditemui di tempat kerjanya.
Dani menjelaskan bahwa untuk saat ini, harga emas perhiasan per takaran lokal atau biasa disebut saameh (satuan berat emas khas Minangkabau yang setara dengan sekitar 2,5 gram) berada di angka Rp5.450.000.
Baca juga: Pelaku Perdagangan Satwa Ditangkap di Agam, 225 Ekor Burung Berbagai Jenis Diamankan
"Untuk harga emas per saameh saat ini berada di kisaran Rp5.450.000. Harga tersebut belum termasuk biaya upah pembuatan," ujar Dani, Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, untuk masyarakat yang ingin membeli emas dalam hitungan gram, harganya dipatok pada kisaran Rp2.180.000 per gramnya.
Sama halnya dengan hitungan saameh, nominal tersebut juga belum memperhitungkan ongkos upah perhiasan.
Besaran biaya upah sendiri biasanya bervariasi, tergantung pada tingkat kerumitan model dan desain perhiasan yang dipilih oleh konsumen.
Baca juga: Breaking News: Sesosok Mayat Ditemukan Terapung di Danau Singkarak, Tim SAR Lakukan Evakuasi
Selain memperbarui harga jual, Dani juga membeberkan patokan harga pembelian kembali (buyback) jika masyarakat ingin menjual emas mereka di Toko Emas Murni.
Untuk harga buyback emas perhiasan per saameh saat ini dipatok seharga Rp5.300.000 oleh pihak toko.
Adapun bagi warga yang ingin menjual emas perhiasannya dalam satuan gram, harga buyback yang ditawarkan adalah sebesar Rp2.120.000 per gram.
Dani menyebutkan bahwa tren harga ini bertahan stagnan dan belum menunjukkan grafik pergerakan yang signifikan dalam beberapa hari belakangan.
"Dalam kurun waktu tiga hari belakangan ini, harganya masih sama dan belum ada perubahan atau penyesuaian harga," ungkapnya.
Mengenai preferensi dan tren transaksi di kalangan masyarakat Padang, perhiasan emas masih menjadi produk yang paling banyak diburu.
Masyarakat Padang umumnya memilih perhiasan emas tidak hanya sebagai pelengkap penampilan dan gaya hidup, tetapi juga difungsikan sebagai sarana investasi jangka panjang.
Sementara itu berdasarkan pantauan situa resmi harga emas Pegadaian hari ini, Selasa (21/7/2026) pukul 09.53 WIB pada sejumlah penyedia logam mulia seperti emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian beragam.
Baca juga: Telkomsel Gabungkan Akses Fitur Premium CapCut dengan Kuota Internet Dalam Satu Paket Praktis
Berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.715.000 per gram, turun dari harga kemarin senilai Rp2.719.000.
Harga emas UBS berada di level Rp2.591.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya di Rp2.599.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri 24 naik di angka Rp2.578.000 per gram.(*)
3. Berburu Ketan Durian Musiman di Pasar Raya Padang, Cukup Bayar Rp20 Ribu per Porsi
Aroma manis nan legit menyeruak di antara lalu lalang warga di kawasan Pasar Raya, Kota Padang, Sumatera Barat.
Setiap kali musim durian tiba, sudut pasar legendaris ini mendadak bersolek menjadi surga bagi para pencinta buah berduri.
Di antara deretan penjual buah segar dan riuk kedai soto di tepi jalan tak jauh dari kompleks bioskop CGV sebuah kedai sederhana bernama Warung Kenzi menjadi salah satu tujuan favorit.
Di sinilah tradisi menyantap katan durian (ketan durian) dirawat dari musim ke musim.
Baca juga: Harga Emas Perhiasan di Pasar Raya Padang Stagnan Rp5.450.000 per Ameh
Bagi warga Minangkabau, perpaduan beras ketan dan durian bukanlah sekadar kuliner penutup.
Ada perpaduan cita rasa unik yang lahir dari resep warisan saat pulut yang gurih berpadu dengan kelembutan daging durian pilihan.
Ita, salah seorang pengelola Warung Kenzi, menyambut ramah setiap pengunjung yang singgah.
Tangannya cekatan menata ketan hangat di atas piring sebelum disandingkan dengan durian segar.
"Untuk seporsi ketan durian, harganya berkisar Rp20 ribu saja," tutur Ita sembari saat ditemui reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda, Selasa (21/7/2026).
Meski menjadi salah satu menu primadona saat musimnya tiba, Warung Kenzi tidak hanya mengandalkan ketan durian.
Baca juga: Detik-detik Warga Nagari Batu Taba Temukan Mayat Mengapung di Danau Singkarak
Untuk melengkapi pilihan pengunjung, kedai ini juga menyajikan es cendol yang menyegarkan serta soto hangat khas tempatan.
Ita mengungkapkan bahwa proses penyajian ketan durian sebenarnya cukup simpel dan tidak rumit.
Kunci utamanya terletak pada keseimbangan rasa antara gurihnya olahan ketan dan kualitas buah durian yang disajikan.
Namun, kelezatan ini terbilang eksklusif. Ita menyebutkan bahwa menu ketan durian di warungnya hanya dibuat dan disajikan khusus saat musim durian tiba di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.
Setiap harinya, Warung Kenzi mulai beroperasi sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Sepanjang jam buka tersebut, bangku-bangku di kedai hampir tak pernah sepi dari lalu lalang penikmat kuliner lokal.
Tampak di dalam kedai, para pengunjung dengan santai menikmati setiap suapan ketan durian dari piring yang disajikan.
Raut puas terpancar dari wajah-wajah yang sedang memanjakan lidah di tengah riuk aktivitas pasar.
Salah seorang pengunjung, Aldo, mengaku selalu menyempatkan diri datang ke Pasar Raya setiap kali mendengar musim durian telah tiba.
Menurutnya, menyantap durian bersama ketan memberikan sensasi kuliner yang jauh lebih kaya dibandingkan memakan buahnya secara langsung.
Baca juga: Banana Toast Padang Caramel Gula Aren yang Bikin Nagih
"Makan dengan ketan ini memberi sensasi yang berbeda. Ada perpaduan rasa manis, asin gurih dari ketan, serta sedikit sentuhan aroma dan rasa kelapa yang khas," ujar Aldo.
Aldo menambahkan, selain rasa yang memikat, harga yang ditawarkan di Warung Kenzi juga terbilang bersahabat dengan kantong.
Porsi yang disajikan terhitung royal dengan porsi daging durian yang tidak pelit.
Senada dengan Aldo, pengunjung lainnya, Wira, memuji kualitas durian yang disajikan di tempat ini.
Ia menilai pemilihan buah di Warung Kenzi cukup selektif sehingga rasa manisnya selalu terjaga.
Baca juga: Es Cendol Cinta Rasa di Padang Laris Manis, Seporsi Hanya Rp 5 Ribu: Ada Rasa Durian dan Vanila
"Ketan durian di Kenzi ini rasanya benar-benar manis, dan warna daging duriannya terlihat bagus, kuning menggoda, serta tidak hambar," kata Wira.
Bagi Wira, menyantap hidangan di kedai ini tak pernah mengecewakan karena kualitas rasanya yang terjamin.
Bahkan, jika pengunjung menginginkan sajian penyegar yang dingin, kedai ini juga menyediakan opsi lain yang tak kalah menggoda berupa cendol durian.(*)