TRIBUNNEWS.COM - Insiden ledakan di Kompleks Grand Polonia Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) meninggalkan duka.
Tiga orang meninggal dunia dalam tragedi Senin siang ini dan empat orang luka-luka.
Dari tujuh korban tersebut, lima di antaranya merupakan penghuni rumah, sementara dua lainnya merupakan kurir dan sopir yang sedang berada tak jauh dari lokasi ketika ledakan terjadi.
Dua orang penghuni rumah dilaporkan selamat meski mendapatkan luka berat.
Keduanya yakni Jaevelin (2) dan Hasan yang merupakan orang tua pemilik rumah.
Lalu dua lainnya yakni sopir yang belum diketahui identitasnya, serta Yuda, seorang kurir yang sedang mengantarkan pesanan.
Sementara tiga korban meninggal adalah Jesika, Ros, dan Sinta.
Mengutip Tribun-Medan.com, Jesika sendiri merupakan istri dari pemilik rumah mewah tersebut.
Sementara Ros adalah Asisten Rumah Tangga (ART) dan Sinta, seorang pengasuh bayi (babysitter).
Seluruh korban telah berhasil dievakuasi pada Selasa (21/7/2026) malam oleh tim gabungan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa seluruh korban ditemukan di lantai dua.
Baca juga: Tim SAR Evakuasi Seluruh Korban Ledakan Rumah Grand Polonia Medan, Tiga Tewas
"Seluruhnya kita temukan di lantai dua. Puji Tuhan, semua korban sudah berhasil ditemukan," ujar Calvijn.
Lurah setempat, Ibnu Fahreza mengatakan, rumah tersebut milik pria berinisial CH.
Saat kejadian, CH sedang tidak berada di Kota Medan.
"Pemilik rumah berinisal CH. Cuma posisi pemiliknya enggak di Medan, lagi berada di Jakarta," ujar Ibnu Fahreza, saat ditemui, Senin (20/7/2026).
Meski sedang tak berada di rumah, namun rumah tersebut ditempati istri, orang tua, anak, dan asisten rumah tangga sejak 2017.
"Mereka sudah lama tinggal di sini. Pastinya. Dari tahun 2017 sudah di sini," jelasnya.
Petugas gabungan pun masih melakukan investigasi terkait penyebab ledakan yang menghancurkan rumah mewah ini.
Kasubbid Fiskom Bid Lamfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan bahwa diduga ada tekanan gas kuat dari dalam rumah.
"Hasil yang sudah kami temukan bahwa kerusakan yang terjadi itu ciri khas menunjukkan bahwa tekanannya semua dari dalam rumah. Artinya, ada di sana tekanan yang kuat, yang membuat sampai dinding atau barang-barang yang lain itu roboh di sana," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.
Di bagian dapur, pihaknya menemukan adanya kompor yang terangkat ke atas dan terminal gas yang rusak.
"Di dapur kami temukan di sana ada kompor tanam dan juga pintu-pintu yang terbuka. Di mana kompor ini terangkat ke atas. Di sana juga ada terminal gas yang digunakan untuk memasak," sebutnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Medan.com, Muhammad Nasrul)(Kompas.com, Eko Agus Herianto)