TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban hilang di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, sejak Sabtu (18/7/2026).
Hingga hari keempat pencarian, Selasa (21/7/2026), korban bernama Suriyanto Tuwing Idorway (32), seorang presenter TVRI Papua Barat yang akrab disapa Yanto, belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian dipimpin langsung Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Bernadus Okoka, dengan melibatkan personel Polres Pegunungan Arfak, Koramil 1812-01 Anggi, Basarnas Manokwari, serta keluarga korban.
Sebelum pencarian dimulai, Kapolres memimpin apel konsolidasi pukul 08.15 WIT dan menekankan pentingnya keselamatan personel.
Seluruh tim mengawali kegiatan dengan doa bersama sebelum bergerak menuju lokasi.
Kapolres menjelaskan, pencarian difokuskan pada penyisiran aliran sungai yang diduga menjadi jalur korban terseret arus.
“Seluruh personel dibagi dalam beberapa regu agar pencarian lebih maksimal dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan,” ujarnya.
Baca juga: SAR Manokwari Operasi Pencarian Wisatawan Hanyut di Air Terjun Memti Pegunungan Arfak
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi, Desty Marska Tenu dan Petra Timotius Pattipeilohy, korban bersama dua rekannya berangkat dari Manokwari menuju Air Terjun Memti menggunakan sepeda motor.
Setibanya di lokasi, korban lebih dahulu menyeberangi sungai untuk menyimpan telepon genggam, lalu kembali membantu rekannya menyeberang.
Saat menolong salah satu saksi yang terpeleset, korban kehilangan pijakan dan terseret arus deras.
Korban sempat terlihat terbawa arus sejauh lima meter sebelum menghilang dari pandangan.
Kedua saksi sempat melakukan pencarian mandiri sejauh 100 meter, namun tidak berhasil menemukan korban.
Menjelang malam, mereka meminta bantuan warga Kampung Sisrang yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kendala Pencarian
Kapolres menuturkan, pencarian menghadapi berbagai kendala karena kondisi geografis yang berat.
Air Terjun Memti berjarak sekitar 30 kilometer dari Mapolres Pegunungan Arfak, dengan akses jalan sebagian longsor dan terputus.
Tim hanya dapat menggunakan kendaraan hingga kilometer tujuh, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 2–3 kilometer melewati jalur hutan terjal selama sekitar satu jam.
Selain medan sulit, tidak adanya jaringan telekomunikasi serta cuaca yang berubah-ubah turut mempengaruhi operasi pencarian.
Untuk mengoptimalkan pencarian, Basarnas Manokwari mengerahkan drone thermal guna memetakan aliran sungai dan mengidentifikasi titik-titik potensial.
Hasil pemetaan menunjukkan adanya percabangan sungai dengan arus deras serta bebatuan besar di bagian hilir yang menjadi fokus penyisiran.
Evaluasi Operasi
Personel TNI, Polri, dan Basarnas melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai dengan bantuan peralatan pendukung.
Namun, sekitar pukul 15.30 WIT, operasi dihentikan sementara karena cuaca memburuk dan kondisi mulai gelap.
Seluruh personel kembali ke Mako Polsek Anggi untuk mengikuti apel evaluasi yang dipimpin Kapolres.
Hingga pencarian hari keempat berakhir, korban masih belum ditemukan.
Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Air Terjun Memti.